
Sekarang sabtu,
"Gimana jadi liburan? " tanya Gio membangunkan istrinya pagi-pagi sekali.
Gea malas membuka mata, dia memilih menanggapi dengan menggeleng saja.
"Ayolah, tumben lo nggak mau? " Gio membujuk.
"Enggak Gio" tanpa membuka mata Gea menolak.
"Kenapa? "
Belum dijawab,ada yang mengetuk pintu. Ternyata mama yang masuk.
"Pagi sayang, Gea belum bangun? " mama menyapa.
Mendengar suara mama kini dia membuka matanya.
"Mama"
"Kemarin ada telpon dari sekolah, cuma karena mama ada seminar sampai sore nggak bisa di tinggal jadi tidak bisa datang kemarin. Bahkan mama ada pasien malamnya. Ada masalah apa disekolah? " mama bertanya.
"Mereka sepertinya sudah tahu mengenai pernikahan kami ma" jawab Gio.
"Kok bisa? " mama terkejut.
"Ini semua gara-gara Gea ma, aku keceplosan dan ternyata ada yang merekamnya. " Gea mengatakan dengan penuh penyesalan.
"Senin mama akan ke sekolah. Tidak apa-apa pasti sekolah akan ngerti kok" mama pergi dari kamar Gea.
Gea lalu menenggelamkan dirinya kedalam selimut.
"Gimana kalau kita camping? " Gio mempunyai ide.
"Gio, maafin gue ya gara-gara gue lo jadi jelek di sekolah. Padahal lo selama ini udah membangun image baik lo sekarang hancur gara-gara gue. " Gea berbicara masih didalam selimut.
"Lo ngomong apa sih, nggak jelas. " Gio sebenarnya denger.
"Ayolah, nanti juga bakalan tahu semuanya kalau kita udah nikah. Gue malah seneng bisa pamer istri gue yang cantik. "
__ADS_1
Gea muncul
"Apa jangan-jangan lo yang malu ya punya suami kaya gue? "
"Gimana sudah ketemu orang yang merekam? " Gea malah mengalihkan pembicaraan.
"Belum, kemarin gue kira kak Manda ternyata bukan. Dan Mika juga nggak tahu nomer pengirimnya." jelas Gio.
"Kak Manda? mantan lo itu? "
"Kami tidak pernah jadian. "
"Kok bisa dia ada dikantin, bukannya udah lulus? "
"Dia anaknya ibu kantin, lo nggak tahu? "
"Pantesan lo suka ke kantin, ternyata"
"Enggak ya, gue jarang ke kantin. Sukanya makan bekal yang lo buatin selama ini. "
Gea kira selama ini Gio tidak pernah mau makan bekalnya saat mereka diem-dieman selama dua setengah tahun yang lalu.
"Ya udah, sesuai janji ayo kita liburan. "
Terpaksa Gea menuruti kemauan Gio.
Mereka berkemas, niatnya mau camping berdua saja karena mama dan papa juga katanya tidak bisa ikutan.
"Sudah siap semuanya? " tanya Gio begitu mereka hendak berangkat dengan mobil.
"Sudah"
Namun ada mobil vans tidak dikenal masuk ke pekarangan rumah mereka.
Lalu turunlah seorang wanita cantik yang begitu elegan.
"Selamat pagi, apa benar ini rumah dokter Ana? "
"Iya, benar sekali" yang jawab Gea karena dia yang paling dekat sedangkan Gio di sebelah kanan mobilnya.
__ADS_1
"Apa adik ini anaknya? " tanya wanita itu.
"Iya kak, eh tante" Gea bingung mau manggil apa, dia nampak lebih muda dari usianya.
"Lalu anak laki-laki nya mana? " wanita itu sesudah bertanya melihat Gio.
Gio yang memakai kaca mata hitam lalu melepasnya, lalu menyapa dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Itu tante, tante ini siapa ya? " Gea penasaran.
"Panggil saja tante Vero. " wanita yang bernama Vero itu mengalami Gea.
Lalu muncul mama dari dalam, seolah tahu ada tamu yang datang.
"Gea, Gio kalian belum berangkat? " tanya mama mengabaikan Vero.
"Ini mau berangkat ma" yang jawab Gio. "Ayo Ge"
"Mari tante" Gea pamit ada Vero.
Lalu pergi meninggalkan rumah, yang sebelumnya pamit lagi sama mama.
"Siapa ya tadi kaya familiar wajahnya. " tanya Gea.
"Itu Veronika Zain, lo nggak ngenalin?"
"Siapa? "
"Artis Model,host, motivator, influencer,dan apalagi ya"
Gea menganga, " Kok lo nggak bilang? "
"Lah terus lo mau ngapain?"
"Ih, kan ketemu artis gimana sih. "
"Lo aja nggak tahu kalau dia artis"
"Ada ya orang ketemu artis tapi datar kaya lo gini. Aneh" Gea heran.
__ADS_1