Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 11 : Gila


__ADS_3

Ternyata Gea merasa bermimpi dicium Gio.


"Gila! kok bisa sih gue mimpi aneh gitu, Aaaaa" Gea bermonolog sambil bercermin bersiap untuk ke sekolah.


Lalu sepanjang hari ini Gea tidak bisa melupakan itu. Apalagi saat melihat Gio dia akan ingat dan memberikan pandangan aneh.


Gio yang juga peka karena emang dia melakukan itu semalam. Jadi dia berpikir kalau Gea semalam sadar dan gini menatapnya aneh.


'Duh, gimana ini Gea kayanya sadar deh gue cium semalam. Tapi dia kok diem aja ya, biasanya bakalan ngamok nggak jelas.' Batin Gio saat berpapasan di depan kamar dengan Gea sepulang sekolah.


"Apa lo?" sengit Gea.


'Waduh gawat dia beneran tahu' Gio masih ngebatin.


"Sorry,itu nggak sengaja" Gio malah bilang kaya gitu.


Gea bingung maksudnya apa. "Maksud lo? lo minta maaf kesalahan yang mana heh? kesalahan lo itu banyak dan sulit dimaafkan. Jadi jelasin ke gue kali ini kesalahan lo apa? ampe tumbenan minta maaf segala. "


Gio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Se-semalam"


"Hah? yang jelas dong? lo ngapain semalam? emm apa lo bikin salah saat gue tidur dikamar lo? " Gea malah kebingungan.


Gio merasa kalau Gea kayanya tidak tahu, jadi bukan perkara ciuman. Terus apa?


"Lupain" Gio masuk kamarnya dan menutup pintu keras.


Gea jadi kebingungan sendiri. 'Apaan sih si Gio ini. Kadang otak gue nggak bisa paham sama jalan pikiran si manusia jenius itu. Hah apa ini salah otak gue ya'

__ADS_1


***


Malam harinya Gio diajak pergi Zico ke club milik keluarganya jadi mereka bisa degan bebas masuk tanpa pemeriksaan umur.


"Kenapa lagi? " Zico bertanya pada Gio yang baru datang langsung minum alkohol segelas dengan sekali minum.


Gio hanya menggeleng. Hingga gelas ke tiga keadaan Gio sudah tidak normal.


"Kita kesini buat senang-senang bukan buat mabok anj***" Zico menghentikan Gio yang sudah mabok.


"Tolong biarin gue kali ini. Gue mau lupain Gea, setidaknya untuk malam hari ini saja" bicaranya Gio sudah aneh.


"Ok" Zico yang sama gilanya malah ikut mabok. Karena dia juga sebenarnya lagi ada masalah sama keluarganya jadi mau mengalihkan agar bahagia datang ke club.


Hari semakin malam, dan mereka berdua sudah teler.


,,,,


Gea melihat kamar Gio tidak ada padahal sudah pukul 1 malam lalu dia turun keadaan sepi. Papa dan mama sudah tidur, karena papa baru datang dari luar kota langsung tidur. Lalu mama pasti juga capek.


Gea mencoba menghubungi nomer Gio. Beberapa kali tidak diangkat,sampai empat kali baru diangkat tapi suaranya Zico.


"Hallo Gea"


"Gio dimana? "


"Dia disini, dia mabok nih. Lo jemput dong. " Zico asal

__ADS_1


"Dimana kalian? "


"Di club Coco"


Gea lalu menutup telpon, segera mengambil jaket lalu pergi ke alamat yang disebutkan Zico tadi dengan taksi.


Sampai di sana ternyata Gio dan Zico sudah ada didepan club.


"Gila, lo beneran kesini? " Zico yang sudah agak sadar terkejut, padahal tadi niatnya dia akan mengantar Gio bersama sopirnya yang sudah menjemputnya.


Gea tidak menjawab, dia melihat Gio yang hanya nyender di pagar kaya orang gila.


"Biar gue yang bawa Gio, tolong taruh di taksi gue" Gea minta tolong sama Zico.


Tapi yang nolong sopir Zico, memapah Gio masuk taksi.


Kemudian Gea menyusulnya. Mereka berdua duduk didalam taksi, dengan Gio nyender dipundak Gea.


Lalu Gio meracau. "Gea? " dia melihat Gea. "Hah? beneran elo? lo beneran cantik Gea" Gio bahkan memegangi kedua pipi Gea dengan gemas


Gea merasa risih,mencoba melepaskan diri tapi sangat sulit.


Malahan ditambah lagi


Cup


Gio mencium bibir Gea.

__ADS_1


"Aaaaa Gio Gila! " Gea dengan sekuat tenaga menendang Gio hingga terbentur kaca.


Gea mengusap bibirnya, tidak percaya kalau kembaran laknatnya ini menciumnya.


__ADS_2