Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 34 : Gue istri lo


__ADS_3

Sikap Gio kembali dingin setelah itu. Membuat Gea merasa tidak nyaman jadi harus segera bicara sama suaminya itu.


Kini mereka berdua sedang ngobrol di balkon kamar Gio saat hari sabtu.


"Gue mohon Gio ngertiin keadaan gue" Gea membujuk.


"Jadi gue dicampakkan gitu?" Gio malah berpikir seperti itu.


Gea diam, dia tidak bisa menjawab karena emang masih belum tahu hatinya.


Gea maju, memajukan badannya lebih dekat pada Gio.


Cup


Gea mencium pinggir bibir Gio sekejap.


Gio seperti tersengat listrik. Ini membangkitkan gairahnya.


"Gue istri lo, walau diluar sana nggak ada yang tahu yang penting gue milik lo Gio" apalagi kalimat Gea yang dalam ini.


Semakin membuat Gio harus menahan hasratnya.


Gio menarik Gea kedalam, karena takut akan ada yang melihat. Gio mencium bibir Gea dengan sangat bergairah dan menuntut.


Gea kali ini membalas. Jadilah pagutan yang panas.


Hingga Gio mendorong Gea ke tempat tidur, berniat menyelesaikan di sana.


Tapi dia kemudian sadar, kalau Gea lama kelamaan merasa takut.


"Sorry, gue tahu lo belum siap. " Gio melepaskan Gea.

__ADS_1


"Gue yang minta maaf, karena masih ragu. Nanti, nanti saat kita sudah saling mencintai gue pasti akan siap. " Gea merasa menyesal membuat Gio kecewa.


Gio tersenyum, merapikan rambut Gea.


"Gue nggak buru-buru kok. Lagian masih ada banyak kesempatan. Jalan kita masih panjang, gue janji akan buat lo jatuh cinta sama gue" Gio berkata manis.


Setelah itu mereka menenangkan diri. Gio pergi ke kamar mandi sebentar biar lebih segar.


Dari kamar mandi Gio mengambil dompetnya yang ada dimeja. Dia mengeluarkan sebuah kartu.


"Ini buat lo" Gio memberikan kartu itu kepada Gea.


Gea menerima, dan ternyata kartu ATM milik Gio.


"Kenapa lo kasih gue? "


"Di dalam situ ada gaji gue, dan itu semua buat lo. Gue kan masih ada kartu yang lainnya,uang jajan dari papa dan mama masih dikasih. Jadi itu buat lo" Gio menjelaskan.


"Goblok dipelihara! " kebiasaan Gio yang suka ngatain Gea keluar.


Gea jadi tercengang, tadi ngomong manis sekarang udah di hina lagi.


"Eh, sorry. Itu gue kasih nafkah gitu ke elo, sayang" Gio sadar.


"Kenapa ada kata sayang? jijik dengernya" Gea merasa aneh.


"Lo lebih suka gue katain kan dari pada gue manisin? "


"Ya bukan gitu Gio, mulut lo itu aneh" Gea merengek.


"Mau lagi mulut gue? enakkan? " Gio malah menggoda.

__ADS_1


"Ish" Gea mencibir kan bibirnya. " Tapi kenapa pakai kasih gue uang segala. Lo simpen aja deh, uang gue masih ada kok" Gea mengulurkan kartu itu.


"Nggak boleh ditolak itu pemberian suami lo gob-" Gio nggak jadi melanjutkan kat terakhir.


Gea membolak balikkan kartu itu,"Isinya berapa? "


"Lo lihat sendiri, itu gaji gue bulan ini. Bulan lalu cuma tersisa dikit karna gue beliin cincin. Dan sandinya 910934." penjelasan Gio.


"910934? apaan itu? "


"GioGea"


"So sweet banget sih lo,jangan ngoyo-ngoyo kerjanya istri lo nggak akan kelaparan walaupun lo nggak kerja juga" pesan Gea sambil memegang pipi Gio.


"Jangan sentuh gue, lo nggak mau tanggung jawab aja" Gio melepaskan tangan Gea.


Gea mengerucutkan bibirnya.


Lalu Gea merasa kalau istrinya ini tersinggung. Di genggamlah tangan halus itu, sambil dielus elus pakai tangan yang lainnya.


"Yang sabar ya" Gea yang malah bilang kaya gitu.


***


Kemudian hubungan mereka semakin dekat, setiap hari mereka belajar bersama. Lebih tepatnya Gio mengajari Gea.


Gio luar biasa, disaat dirinya sibuk belajar untuk persiapan ujian kelulusan juga harus mengajari istrinya agar bisa memahami pelajaran nya. Padahal jurusan mereka berbeda, jadi Gio harus mempelajari dulu ips baru bisa mengajari Gea.


Dan juga dia harus bekerja membantu papa pekerjaan kantornya.


Gea yang mengagumi kegigihan sang suami hanya bisa membalas dengan menyiapkan segala keperluannya dan makanan enak buat memenuhi gizinya agar tetap sehat.

__ADS_1


__ADS_2