
Mereka berkumpul diruang tamu kecuali Gea, yang mau ganti pakaian dulu.
"Bagaimana udah ketemu yang nyebar videonya? " tanya Gio.
"Belum, sayang sekali kantin tidak ada cctv nya jadi agak susah nyarinya" yang jawab Bian.
"CCTV yang mengarah kantin mungkin bisa. "
"Kantin itu berada di pojok dan tidak ada ruangan yang ada didekatnya. " Arya yang jawab kali ini.
"Baiklah, besok kita cari lagi. " Gio tidak pesimis.
"Lo yakin besok mau ke sekolah? " tanya Zico.
"Hem, emang gue harus takut gitu"
"Image lo udah hancur walaupun udah gue jelasin digrup tapi chat gue tenggelam begitu saja saat banyak yang komen pedas. " Zico memperingatkan.
"Gue nggak peduli, lagian gue nggak melakukan dosa. Lo tahu sendiri nikah itu ibadah,dan lo aja ngiri iya kan? " Gio santai.
"Terserah lo nyet." Zico nyerah.
"Kalian kalau nggak mau keseret, mendingan kalian nggak usah masuk besok. Biar gue sendiri, kalian tadi udah bantu gue" Gio menyarankan.
"Ya nggak bisa gitu lah bos" Bian tidak setuju.
"Kita bakalan bantuin lo, kita akan tanggap pelakunya bersama" Zico menambahi.
"Gue juga bakalan bantu" Kini Dinda ikut nimbrung.
__ADS_1
"Gue juga. " Bella juga.
Arya hanya mengangguk tanda setuju.
Gio senang banyak yang mendukungnya.
Gea turun, dia sudah mandi dan ganti pakaian.
Gio sempat khawatir, kalau Gea akan menggunakan pakaian andalannya kalau di rumah, tengtop Ternyata tidak, dia memakai kaos oblong tapi celana hot pant. Duh
"Kenapa? " tanya Gea yang mendapatkan tatapan membunuh dari Gio.
"Enggak, nggak papa" Gio nahan diri biar nggak ribut.
Gea mengeluarkan beberapa kue kering yang ada, dimeja sudah tersaji minuman dingin berbagai kemasan biasanya itu stok di kulkas.
"Weih, kue nih. Ini ni teman-teman yang harus kita makan kalau kerumah Gea. Yaitu kue bikinan Gea, beuh enak banget pokoknya. " Zico antusias. Memang dari semuanya yang paling sering kesini dan datang selalu minta makan cuma Zico. Kalau Arya dan Bian paling cuma didepan teras. Makanya mereka nggak pernah tahu tentang Gea.
"Iya, makan aja semuanya. "
Lalu mereka malah ngobrol akrab bercanda ria tanpa menyinggung masalah Gio dan Gea. Karena emang niatnya mereka untuk menghibur dan memberi dukungan saja.
*
Gea mengajak Bella dan Dinda ke kamarnya, mungkin mereka lelah ingin rebahan sedangkan di ruang tamu ada para cowok pasti akan sungkan.
"Ini kamar kalian? " tanya Bella begitu masuk.
"Kalian? emmm, ini kamar gue. Kamar Gio di sebrang, kita nggak satu kamar. " jelas Gea.
__ADS_1
"Loh kok gitu, bukannya kalian udah nikah? " Dinda penasaran.
Lalu mereka merebahkan diri, dengan kaki tetap di lantai.
"Kita cuma berstatus menikah, tidak seperti hubungan pernikahan pada umumnya, kita tetap seperti layaknya saudara seperti biasanya gitu. " Gea mulai membuka diri.
"Jadi kalian belum melakukan hubungan suami istri? " Bisik Bella yang pikirannya mengarah kesitu.
Gea menggeleng polos.
"Waaaahhhh, kok bisa? suami lo itu Gio loh Ge,kalau gue jadi elo udah gue makan habis itu cowok" Dinda bersemangat.
"Yeeee, emang Gio makanan" Bella memukul pelan lengan Dinda.
Gea hanya tertawa, senang rasanya ada teman-teman yang menghiburnya.
"Bella, Dinda gue minta maaf ya sama kalian selama ini gue nggak pernah bisa terbuka sama kalian padahal kalian baik banget. Kalian juga sering cerita soal masalah kalian tapi gue selalu tertutup.Maafin gue ya? "Gea berkaca-kaca.
Bella dan Dinda bangun.
" Kok jadi melo gini? " Bella merasa sedih.
Gea duduk juga.
Lalu mereka bertiga berpelukan.
"Kami pikir lo itu orang yang nggak pernah punya masalah, hidup lo berjalan mulus terus makanya kami nggak merasa lo tertutup kok selama ini. Lo juga baik banget sama kita. " Dinda pengertian.
Bella mengangguk tanda dia setuju dengan Dinda.
__ADS_1
"Makasih teman." air mata Gea kini menetes.