Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 103 : Rahasiain


__ADS_3

"Tapi jangan bilang ke siapapun ya mbak, please" Gea memohon.


Mbak Leni mencoba berpikir, "kenapa? "


"Bakalan heboh nanti mbak kalau tiba-tiba ada yang tahu kalau aku istri CEO hotel ini. "


Gio membiarkan mereka berdua, dia menyerahkan apapun keputusan Gea.


"Bukannya bangga kamu nanti bakalan disegani di hotel ini." mbak Leni berpikir demikian.


"Untuk sementara, kayanya aku belum siap. Pokoknya mbak rahasiain ini dulu. " Gea memohon lagi.


Mbak Leni bersedia, terus meninggalkan mereka berdua.


"Gue juga bingung kenapa harus dirahasiakan hubungan kita?" Gio kini yang nanya.


Gea merebahkan diri,melepas letihnya. Mengabaikan pertanyaan laki-lakinya itu.


"Heeh, enaknya tiduran. "


Gio merasa wanita ini sedikit sudah berubah, dulu dia tidak pernah sedikitpun mengabaikannya. Bahkan nyaris selalu nurut perintah Gio dan selalu merespon kalau diajak ngomong.


"Ge, lo belum jawab. " Gio melepas jasnya, menyisakan kemejanya.


Dia membuka dua kancing atas, menggulung lengan bajunya juga.


Gea duduk, "Sementara aja Gio. Selama ini semuanya tahunya gue ini janda. Ya kali tiba-tiba gue punya suami dan ternyata suami gue CEO hotel ini kan aneh. "


Gea merebahkan diri, "Itu salah lo, masih punya suami ngaku janda kan bego"


"Ya kali gue ngaku punya suami, padahal nggak pernah dibelai sama suaminya. "


"Ngode nih" Gio menarik istrinya kedalam pelukannya.


Didekap kuat hingga sesak nafas oleh Gio membuat Gea ingin melarikan diri.

__ADS_1


"Lepas Gi! gue nggak bisa nafas. "


"Bodo amat" Gio menyerang lagi, mencium bibirnya dengan ganas.


"Stop! lo bau, mending mandi dulu" Gea menghentikannya.


"Ok" Gio menggendong istrinya kedalam kamar mandi.


Kemudian mereka mencoba hal baru dikamar mandi,menyatu bersama dengan berendam air hangat membuat badan menjadi lebih segar dan nikmat menjadi satu.


Tak terasa semakin malam kebersamaan mereka berlanjut hingga tempat tidur dan tertidur juga di kamar hotel itu.


"Jam berapa? " Gea terbangun ditengah malam.


Dia meraih HP yang ada disisi meja dekat Gio, ternyata sudah pukul 2.45 .


"Duh kenapa kita tidur disini sih. "


Gio jadi terbangun juga karena ulah Gea yang menekan tubuhnya.


"Tapi gue laper, mau makan dulu. " Gea duduk.


Mencoba mencari keberadaan pakaiannya yang entah kemana. Dia lalu malah menemukan kemeja Gio, ya udah dia pakai itu aja.


Gio lanjut tidur, dia nggak peduli istrinya yang kelaparan.


"Gi, lo mau makan nggak? " tanya Gea.


Nggak ada jawaban, lalu dia hendak memesan makanan dilayanan kamar saja.


Tapi lalu dibatalkan niatnya,


"Haduh, kalau aku pesen makanan yang ada anak-anak pada tahu dong aku disini. Ah bego deh. "


Gio sebenarnya nggak tidur, baru sadar sejak dulu juga lo bego.

__ADS_1


Kemudian Gea menyalakan lampu utama, biar bisa melihat dengan jelas dimana letak bajunya.


"Aduh Gea! Gue mau tidur malah dinyalain lampunya. " Gio duduk marah-marah.


Namun marahnya seketika hilang melihat istrinya terlihat seksi menggunakan kemejanya.


"Lo mancing lagi"


Melebur lagi deh hingga pagi.


***


Paginya,


Gea pergi kedapur membuat sarapan untuk dirinya dan suaminya.


"Chef" ada suara yang mengagetkan


"Jihan"


"Kenapa chef datang pagi banget, terus kenapa cuma bikin dua porsi breakfast? " Jihan curiga


"Oh ini breakfast buat tuan Gio, beliau minta dibuatkan sarapan pagi ini makanya aku cepet-cepet kesini. " Gea menata semuanya di troli.


Jihan melihat Gea tambah curiga karena pakaiannya sama kaya kemarin.


"Lalu apa chef nggak mandi? " tanya Jihan sedikit pelan takut atasannya ini tersinggung.


"Mandi,bahkan aku mandi dua kali" Gea malah mengingat bagaimana mandi nikmat kemarin.


"Terus kenapa nggak ganti baju chef. "


Gea baru sadar, kenapa tadi begitu bodohnya dia nggak memikirkan soal ini. Seharusnya dia beli baju dulu tadi. Hanya karena kelaparan sejak semalam jadi melupakan masalah penampilannya.


"Aku ganti baju ko Jihan,ini itu beda dari yang kemarin. Kemarin agak gelap, ini terang. Aku punya dua yang model gini. " Gea meyakinkan Jihan biar tidak tanya terus.

__ADS_1


Berhubung Jihan yang percaya begitu aja cuma ber oh ria.


__ADS_2