Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 79 : Kecewa


__ADS_3

Hari ini hari pernikahan mami dan papi. Pernikahan dilakukan secara tertutup, maksudnya tertutup dari media. Hanya kerabat, kenalan dan kolega yang datang. Namun pernikahan ini sangat mewah.


Ditengah acara papi mengejutkan mami, "ada hadiah spesial buat kamu. " Bisiknya.


"Hah apa? " Mami penasaran.


"Itu lihatlah, pangeran kita datang. " Papi menunjuk Gio yang datang.


Gio nampak tampan dengan balutan setelan jas warna putih serasi dengan mami dan papi. Bahkan hampir semua mata tertuju padanya, karena ketampanannya. Memang semua tahunya anak ini anak Mark sejak pidato Gio yang sempat menghebohkan juga waktu itu. Kebetulan ada wartawan yang merekam waktu itu.


Gio berjalan ke pelaminan tempat papi dan mami berada, karna sekarang memang waktunya sesi photo untuk keluarga.


Mami menangis terharu, tidak menyangka anaknya ini datang ke pernikahan dia. Padahal waktu itu disuruh datang tidak mau.


Lalu mereka berfoto bertiga,tidak sengaja mata Gio menangkap gadis yang dia cintai barusan datang bersama mama dan papa.


"Ah itu Gea sudah datang. " Mami ternyata juga melihat Gea.


Gea berserta kedua orang tuanya menghampiri pasangan pengantin itu.


Gea, Mama dan papa memberi selamat dengan baik pada mami dan papi.


Gio menepi hendak pergi tapi ditahan oleh papi.


"Kita foto dulu ya pak Dion" Ajak Papi ramah, dengan tangannya memegang Gio.


"Tentu, kitakan keluarga" Mama yang jawab. Papa hanya mengangguk setuju.


Gea berada disebelah Gio saat berfoto, tanpa sadar tangan mereka bersentuhan. Gea lalu menggandengnya. Entah kenapa baru kemarin berpisah rasanya sudah rindu.

__ADS_1


Lalu Gea membawa Gio pergi dari pesta itu.


Papa sudah panik,


"Biarin aja pak, mereka berhak kan. " Papi memperingatkan secara halus.


"Anda tidak tahu kami sedang ada masalah. " Ucap papa.


"Iya saya tahu, Jadi nanti setelah acara kita bisa bicara. Mungkin saya bisa membantu Anda pak Dion. " Papi menepuk lengan papa ringan.


***


Gio mengajak Gea ke kamarnya. Karena sedari tadi Gea hanya menggandengnya saja,kebingungan mau membawa dia kemana.


"Gue lega lo pergi ke papi mami lo, gue beneran khawatir. " Gea memeluk Gio erat.


"Kenapa lo nggak mau pergi sama gue? " Gio bertanya.


"Papa melarang? " Gio melepas pelukannya dan tersenyum miring. "Lo itu istri gue seharusnya lo ikut gue kemana gue pergi bego! "


"Maaf Gio, mereka orang tua kita jadi gue bingung. " Gea minta maaf.


"Sudahlah, pergi lo dari sini! " Gio menarik tangan Gea, mengeluarkan dia dari kamar.


Begitu Gea berhasil keluar, pintu ia banting dan tertutup.


Gea menangis, mengetuk pintu kamar itu. Tapi Gio tidak menghiraukan dia.


Gio kecewa dengan sikap istrinya itu.

__ADS_1


*


Di pesta pada heboh saat tadi Gio muncul karena ketampanannya.


"Tadi anak tiri lo ganteng banget, bisa tuh debut jadi artis mukanya menjual banget. " Salah satu teman mami memberi komentar tersebut.


"Nanti gue tanya apa anaknya mau" Mami asal.


"Mukanya mirip sama lo,kok bisa ya? " Ada yang bilang kaya gitu.


"Iya, cuma matanya kaya Mark" Yang lain lagi komen itu.


"Cocok nya jadi adik kamu Veronika, kamu terlalu muda jadi ibunya. " Satu lagi mengganggu pikiran mami.


"Panggilannya apa? Masa kakak? "


Veronika Zein kemudian menggelar konferensi pers selesai acara, agar semuanya bisa tahu kalau mereka sudah menikah.


Berbagai pertanyaan ia jawab dengan bahagia.


Lalu dia menyatakan akan pensiun dari dunia hiburan. "Maaf teman semua, habis ini saya akan ikut suami saya jadi mungkin tidak bisa aktif lagi. "


Semuanya heboh akan pengumuman itu.


"Satu lagi, saya ingin bercerita tentang saya. Sebenarnya saya mempunyai anak yang sudah dewasa. Anak yang kalian ketahui anaknya Mark, sebenarnya itu anak saya juga. Kami memilikinya saat kami bertemu dulu, lalu kami berpisah. Sekarang kami bertiga sudah berkumpul jadi mohon doa nya teman-teman semuanya untuk keluarga bahagia kami. " Mami mengatakan dengan berderai air mata.


Padahal ini siaran langsung, jadi menimbulkan kehebohan karena terkejut.


Papi mendukung mami, dia memeluknya.

__ADS_1


Gio melihat juga di tv kamarnya, tadi disuruh sama om Ben. Dia terharu, mami mau mengakuinya. Kini dia bukan anak pungut lagi, dia punya keluarga yang utuh.


__ADS_2