
Lily memang sering berhadapan dengan para artis pria yang tampan tapi menurutnya ini beda. Kedua pria yang ada di hadapan nya berkarisma. Gea memang pantas dapet suami yang lebih ganteng ini. Mengingat chef selebritis yang sudah tiga tahun diajak kerja sama ini mempunyai paras cantik juga baik.
"Baiklah, saya tadi dibuat syok akan pemberitahuan Gea akan pernikahan kalian. Dan rencana pesta pernikahan yang akan digelar. " Lily kali ini mode serius. "Tuan Gio harus sadar kalau istri tuan adalah chef selebritis yang terkenal dan banyak penggemarnya. Jadi maaf anda tidak boleh langsung menggelar pesta tersebut. "
"Lah kenapa? memang ngaruh di karir Gea? " Gio terkejut.
"Iya tuan, jadi selama ini penggemar Gea tahunya dia masih single dan tidak pernah terlihat dekat dengan seorang pria jadi akan sangat syok kalau kalian gelar pesta pernikahan. " Lily menjelaskan, walau agak gugup.
Gio sudah keluar uratnya,menahan emosi karena Lily orang baru baginya tapi sudah menceramahi bagaimana dia harus bertindak. Gea yang peka lalu menggenggam tangan suaminya itu.
"Terserah saya dong mau menggelar pesta apa tidak! Kita udah nikah jadi saya mau semua orang tahu itu. " Gio emosi.
"Iya saya tahu tuan, tapi jangan tiba-tiba tapi nanti. Jangan ciptakan pernikahan mendadak yang akan membuat berbagai asumsi para netizen. " Lily berusaha tenang.
"Ini nggak tiba-tiba. Bahkan pernikahan kami sudah sembilan tahun lamanya. " Gio agak membentak.
"Gio tenang ya, dengerin dulu Lily ngomong sayang. " saran Gea.
Max masih diam menyimak sambil mengagumi Lily yang memang menarik.
Dalam hati Lily, ganteng-ganteng galak, hah biasa sih orang kaya.
"Sorry Lily coba lanjutin" Gea menyarankan.
"Sekarang saya mau tanya apa kalian akan bilang juga kalau sudah menikah lama begitu? " Lily memberi pertanyaan.
__ADS_1
"Tentu saja" Gio sinis.
Lily nggak boleh kepancing emosi. "Itu juga masalah tuan, sekali lagi saya jelaskan Gea selama ini dikenal single kalau anda bilang seperti itu nanti bakalan jadi bahan gosip soalnya Gea berbohong selama ini. "
"Terus kamu mau kami merahasiakan pernikahan ini? " Gio nyolot.
"Bukan seperti itu tuan, sebaiknya jangan sekarang. Tapi hanya ditunda nanti saja. "
"Bagaimana menurut kamu Max? " Gio meminta pendapat asistennya ini.
"Ehm,Nona ini benar, kalian bisa menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih dulu beberapa bulan baru menikah. Dilihat dari sudut pandang masyarakat nyonya Gea yang seorang selebritis lalu tiba-tiba menikah akan sangat mengejutkan mereka. " Max menyampaikan pendapatnya agak gugup karena sedari tadi fokusnya malah ke Lily.
Lalu mereka diam sejenak.
"Kasih waktu saya untuk berpikir, ini masalah pribadi kami. Jadi saya menghormati anda, dan saran anda tadi. Saya yakin ini demi kebaikan Gea. " Gio meminta waktu untuk berpikir.
"Tidak masalah, " Gio ikut berdiri. "Saya senang istri saya bergaul dengan orang pintar seperti anda. "
Lily jadi tersenyum malu karena dipuji.
"Baik, saya permisi kalau begitu Pak Gio. "
"Terima kasih Lily. " Gio mengijinkan dia pergi.
Lily berjalan keluar.
__ADS_1
"Ah tunggu biar diantar Max, ini sudah malam. " Gio mencegah Lily, menyuruh Max mengantarnya.
Lily berbalik, "Tidak Pak, saya sama sopir saya kok. Terima kasih banyak. " tolaknya sungkan.
Lalu pergi menghilang dibalik lift.
"Cakep nggak Max? " Gio menggoda Max yang sedari tadi melihat Lily.
"Lumayan." Max tersenyum.
Gea mencibir, "Dasar mata pria, gue tahu kalian pasti mengagumi tubuh Lily kan? "
"Max tuh,gue kan cuma kagum sama lo doang" Gio merayu Gea.
"Halah, gue tahu tubuh Lily memang lebih berisi dari pada gue."
"Maaf tuan nyonya saya permisi kalau begitu. " Max tidak mau jadi tumbal di keributan mereka.
*
Gio menghela nafas berat.
"Heran gue, selama nikah dari dulu harus dirahasiakan. Dulu di sekolah sekarang di depan penggemar lo. Kenapa jadi kebalik gini? dulu lo yang takut akan penggemar gue disekolah. Sekarang lo yang terkenal,gue yang repot. "
"Ya udahlah ya. Kita turutin saran Lily aja, dia sudah berpengalaman dalam ngurusin masalah artisnya. "
__ADS_1
"Padahal lo nggak terkenal-terkenal banget loh, kenapa repot gini? " Gio mode merendahkan.
"Hah"