
"Dasar bodoh" Gea mengatai selagi bisa.
"Udah maafin gue belum" Gio mempererat pelukannya.
"Ish, pergi lo! Sempit tahu! sesak gue" Gea berusaha melepaskan diri.
Gio tidak menghiraukan perkataan Gea, dia malah mencium leher belakang Gea.
"Duh, geli bodoh! " Gea kegelian.
"Wah gue dibilang bodoh terus"
"Emang bodohkan? lo pintar disekolah tapi dalam kehidupan lo bodoh. Bisa-bisanya dimanfaatkan cewek. Huh" Gea menghina lagi.
"Ayolah, oke gue bodoh tapi gue dimaafin kan? " Gio ngalah.
Gea diam, dia saja sedang mengatur jantungnya yang tidak karuan.
Dia sadar kalau tadi malam itu selain kecewa juga bentuk dia cemburu.
"Yah, asal lo tepati janji lo"
Gio akhirnya lega.
Langsung dia menyerang Gea. Dia mencium bibir yang sangat ia sukai itu.
"Lagian nggak usah sok party segala, padahal istrinya sedang di rumah sendiri. Itu namanya kualat" Gea masih melanjutkan bawelnya setelah mereka berciuman.
"Iya iya lo bener, dan gue beneran bersyukur dapet istri cantik kaya lo gini. " Gio mengecup bibir istrinya lagi. "Jadi lo kemarin itu cemburu kan lihat gue dengan cewek lain"
Akhirnya Gio menanyakan itu.
__ADS_1
"Enggak,siapa juga yang cemburu, gue itu cuma nyelametin elo dari nenek sihir. " Gea ngeles.
"Baiklah tuan putri" Gio ngalah.
"Eh tapi lo sempat pacaran sama dia ya? kok kaya terobsesi gitu? "
"Cuma deket aja sih, nggak pacaran. Tapi itu dulu, sebelum kita dekat" Jelas Gio.
"Pernah ngapain aja? " Gea malah penasaran, padahal hatinya pasti tidak akan kuat mendengarnya kalau Gio jawab lebih dari pegangan tangan.
"Eemm,masa gue ceritain? "
"Ceritain aja, biar gue tahu kelakuan lo. Biar gue nggak denger dari orang lain" Gea berusaha kuat.
"Biasanya gue nggak pacaran tapi melakukan sesuatu seperti orang pacaran gitu aja sih" Jawab Gio ambigu.
"Misalkan? " Gea yang polos penasaran.
"Nggak sampai ngelakuin itu kan? " tanya Gea agak ragu.
"Itu? " Gio pura-pura tidak tahu. " Itu apa? "
"Ah, tahu ah"
Gio tertawa. " Gini" Gio nyium bibir Gea lagi. "Atau gini" Gio mencium leher Gea. " Dan lanjut kebawah"
Kalimat terakhir bikin Gea duduk, dia kaget dan pikirannya sudah ke mana-mana.
"Udah Gea, cuma sampai itu doang nggak lebih. Itupun cuma dipegang"
Gea jadi melotot, " Udah stop! "
__ADS_1
"Tadi suruh cerita, sekarang jijik sendiri gimana kalau gue ajak praktek" Gio menggerutu.
Gea berbaring lagi.
"Lo masih perjaka? "
"Enggak lah, gue punya istri. "
"Maksud nya lo belum sampai ke tahap itukan? " Gea masih ngeyel nanya itu.
"Belum Gea, padahal gue mau banget. Ayo kalau lo mau juga"
Seketika Gea menendang Gio hingga terjungkal kebawah.
***
Gio sudah lega karena Gea tidaklah marah lama. Dia memang wanita bijaksana, walau disekolah dia nggak pintar tapi otaknya cerdas bisa mengontrol emosinya dan pengertian.
Zico mengabarkan kalau grup sekolah ramai akan berita Gio. Image Gio sudah rusak,ditambah ada beberapa cewek yang pernah dekat dengan Gio dan mengaku hanya dipermainkan olehnya. Kabar itu yang tadinya hanya sebuah gosip sekarang menjadi fakta.
Untungnya Gio juga tidak ikut grup jadi masih bisa tenang.
"Lo tidak apa-apa? " tanya Gea yang kini mereka sudah pindah di balkon kamar Gio.
Gea mengetahui semua kabar dari Bella dan Dinda jadi ingin tahu bagaimana keadaan Gio setelah itu.
"Nggak papa, emang kenapa? "
"Lo jadi topik utama di grup sekolah, bukan karena prestasi lo kali ini." Jelas Gea.
"Oh, gue kan emang selalu jadi topik utama, udah nggak heran gue. Malah gue takut lo kebawa juga nantinya" Gio baik-baik saja.
__ADS_1