Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 56 : Pergi lo dari dapur gue!


__ADS_3

Gea turun, padahal dia masih sedih.


Melihat dapur yang berantakan semakin membuat Gea emosional.


"GIO! pergi lo dari dapur gue! " dengan berteriak.


"Anj***! nggak sah ngegas woi! " Gio tidak terima kalau diteriakin.


Gea jadi takut, karena mata Gio serasa mau copot.


"Ya habisnya lo berantakin dapur"


"Ini semua salah lo kenapa nggak bikinin gue makanan. Udah tahu gue nggak bisa masak. " Gio tidak mau disalahkan.


"Iya iya, diam di sana! " Gea mengalah tidak mau mendebat lagi. Lalu menyuruh Gio duduk saja, dia akan membuatkan makanan.


Gio nurut, dengan masih emosional.


Tidak Gea sangka dapur lantai dapur menjadi penuh dengan telur pecah, alat-alat dapur berserakan, lemari es tidak ditutup dan pokoknya kacau hanya perkara mau goreng telur doang padahal.


Secepat kilat, Gea membuat telur gulung sayur isi sosis dan tumis brokoli yang ditambah bakso. Menu simpel yang cepat dibuat.


Gea menyajikan didepan Gio dengan diam tanpa ekspresi.


"Kalau sambil cemberut, gue yakin masakan ini nggak enak" Komentar Gio.


Gea cuma menghela nafas.


"Gue nggak suka lo cemberutin kalau lagi makan" Gio masih berkomentar.

__ADS_1


"Gue nggak cemberut Gioooo," Gea senyum, "udah deh lo makan aja gue mau bersihin dapur. " Gea menahan amarahnya berusaha baik-baik saja dengan tersenyum. Karena tahu kalau Gio dilawan akan semakin menjadi.


Gea membersihkan dapur dengan menahan amarahnya. Karena ini benar-benar parah,kaya dapur habis di bom, berantakan semuanya.


Gio selesai makan, tapi Gea masih belum selesai bersihin dapurnya.


"Mau gue bantuin? " Gio meletakkan piring kotor di wastafel.


Gea melotot, " Mending lo menjauh dari dapur, mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah menginjakkan kaki lo di dapur. "


"Iya iya, nggak sah melotot juga. Gue nggak suka! "


"Bodo amat, gue nggak rugi kalau lo nggak suka gue. "


"Gue nggak suka lo pelototin, anj***"


"Bisa nggak sih sehari aja nggak ngumpat? heran deh gue mulut kaya tong sampah. "


Gea jadi sedih lagi, padahal tadi sudah teralihkan.


Lalu ada yang membunyikan bel, tanda ada tamu yang datang.


Gio pergi dari dapur menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Ternyata yang datang Zico, Bian dan Arya.


"Kalian ngapain kesini? " Gio bertanya.


"Mau minta makan lah" Jawab Zico.

__ADS_1


Padahal mereka kesini mengkhawatirkan Gio.


Lalu muncul juga Bella dan Dinda.


"Loh ada kalian juga? " Gio terkejut, karena selama ini tak satupun dari teman Gea yang datang kerumah.


"Hai, boleh kita masuk? " Bella minta ijin padahal sudah masuk.


"Kalian udah masuk, itu Gea ada didalam." Gio menunjuk arah dapur.


Mereka semua kedalam, karena memang Zico kalau kesini langsung ke meja makan siapa tahu ada makanan bikinan Gea


"Ge, ada tamu" Gio berteriak


Gea muncul dari dapur, dengan keadaan kacau. Dia masih pakai seragam,lalu memakai celemek, dan menggunakan sarung tangan karet.


"Kalian? " Gea kaget.


"Hai, lo ngapain? " Bella antusias.


"Oh, ini lagi bersihin dapur. Tadi ada yang ngebom dapur gue. " Cerita Gea.


Lalu semuanya tahu pasti Gio pelakunya, dan mereka tertawa.


"Padahal gue yang ngehaluin ini bisa masakin Gio ternyata sudah ada yang melakukannya setiap hari. " perkataan Bella malah membuat Gea tersinggung.


Karena setahu Gea emang Bella beneran suka sama Gio tapi dia merahasiakan semua tentang ini.


Bella lalu tertawa, "Itukan dulu Gea, jangan hiraukan lagi."

__ADS_1


"Kayanya Gio selalu bikin lo kesusahan ya"


__ADS_2