Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 75 : Tenang saja


__ADS_3

"Gimana kalau kita coba di dalam mobil? "ide gila itu terucap dari mulut Gio.


Gea cuma diam padahal rasanya ingin banget mengumpati cowok gila ini dan menendang itunya.


"Tenang saja kaca mobil nya gelap kok" Gio berusaha membuat Gea agar tidak takut.


Gea pasrah, ini akan ia gagalkan saat Gio memuncak biar tahu rasa dia.


Di mulai dari ciuman, lalu turun ke leher.


"Maksud lo kaya anjing atau kucing atau ayam? padahal masih banyak kamar yang bagus. "Gea mengatakan itu dengan tenang tapi ngena.


Siapa yang mau disamakan dengan hewan, Gio menghentikan aksinya lalu tersenyum kuda. Gea berhasil menggagalkan niat pria ini.


Dibarengi HP Gio berdering,lalu dia melihat nomer yang tidak dikenal. Tapi dia tetap mengangkatnya.


Rupanya ini dari kantor polisi.


Gio dipanggil untuk kesana karena ada yang melaporkan dia atas tindakan penganiayaan.


"Ada apa? " tanya Gea melihat Gio panik.


"Gue harus ke kantor polisi, lo pulang sendiri ya? " Gio jawab dengan hati-hati agar Gea tidak kaget.


Tapi tetap saja Gea kaget.


"Hah? ngapain lo kesana? "


"Gue nggak tahu pasti, yang jelas hari jumat gue mukul Jonatan. " Gio bercerita. " Karena si breng**k itu pantas mendapatkannya bahkan gue belum puas."

__ADS_1


"Duh gue kan pernah bil-"


"Nggak usah ngomel, gue tahu. Gue nggak butuh ceramah lo sekarang. " Gio menghentikan kalimat Gea.


"Ok, tapi gue ikut"


Gio lalu melajukan mobilnya ke kantor polisi yang ditunjuk.


Dalam perjalanan, mereka diam. Tapi Gea mencoba mengirim pesan pada Dinda dan Bella mereka pasti tahu apa yang terjadi secara mereka mengikuti info di sekolah.


Gea:'Tahu apa yang terjadi antara Gio dan Jo? apa mereka berkelahi hari jumat?'


Bella:'Gio mukul Jo didepan kantor kepsek'


Dinda:'Jo yang ngerekam lo pas di kantin'


Gea:'apa karena itu Gio mukul Jo? '


Bella:'Bukan, karena Jo menghina lo.'


Jawaban terakhir Bella membuat Gea menoleh ke sopir mobil ini alias Gio.


"Biasanya lo yang ngehina gue, apa lo nggak terima kalau orang lain yang melakukannya? " Gea tiba-tiba bilang gitu.


"Lo istri gue lo milik gue mana ada yang rela orang yang dicintai dihina " Kata-kata manis lolos dari mulut Gio.


Gio menelpon pengacara keluarga mereka dan menceritakan apa yang terjadi.


Sampai di kantor polisi Gea hanya menunggu di luar. Lalu beberapa saat kemudian pak hartawan pengacara keluarga yang sudah datang duluan tadi keluar dulu menemui Gea.

__ADS_1


"Mbak Gea, kamu pulang aja mas Gio masih lama. Apa saya antar? ini sudah malam, mungkin sampai pagi. " pak Hartawan menyarankan Gea.


"Apa tidak boleh saya disini? " tanya Gea.


"Tidak mbak, percuma mbak Gea nggak bisa membantu. Percayakan sama saya, mas Gio pasti pulang besok pagi. Saya janji. "


"Iya Pak, saya percayakan Gio sama bapak. " Gea berusaha tenang padahal dalam hati dia sangat gelisah.


Gea pulang naik taksi


Begitu sampai di rumah sudah sepi, karena ini sudah tengah malam pasti papa dan mama sudah tidur.


Namun, Tiba-tiba papa keluar dari kamarnya.


"Istirahatlah sayang, jangan pikirin anak itu. " kata papa yang agak aneh.


"Papa, sudah tahu Gio dikantor polisi? " Gea mendekat.


"Tadi ditelpon sama pak Hartawan."


Sudah Gea tebak, tidak mungkin pengacara kepercayaan papa tidak menghubungi papa ketika anaknya memerlukan bantuannya. Pak Hartawan juga harus tanya pendapat bos nya dulu baru bisa membantu anaknya karna yang membayarkan papa.


Lalu muncullah mama,


"Adek tidur saja mama yakin mas Gio tidak bersalah. Jadi jangan khawatir. "


"Hem, Gea percaya kok ma."


"Baiklah, kamu tidur saja. Pasti capek kan" mama mengelus lengan Gea dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2