
Gea berjalan bersama mbak Leni,menyelusuri lorong habis rapat tadi.
"Kalau seandainya kamu dulu jadian sama Pak Haidar pasti hotel akan tetap aman. " Mbak Leni berkhayal.
"Yah kan belum jodoh mbak, lagian udah jalannya gitu. "
"Iyasih, kamu aja yang batu. Cowok sekeren Haidar di anggurin." mbak Leni memang mengagumi sosok Haidar pemimpin yang baik bagi para karyawannya.
Dia tidak lebih dari Gio. Jadi aku tidak bisa tertarik, batin Gea mengingat laki-laki itu.
"Eh, mantan suami kamu emang seperti apa sih Ge? sampai tidak bisa move on dari dia? " pertanyaan mbak Leni seolah tahu kalau Gea sedang membandingkan Haidar dengan Gio.
"Entahlah, namanya juga mantan ya kaya setan. " Gea lalu tertawa.
Mbak Leni membenarkan dan tertawa juga.
Tidak diduga interaksi keduanya disaksikan oleh seorang pria yang berjalan dibelakang mereka.
"Ehm" Haidar berdehem, supaya kedua wanita itu sadar kalau ada dirinya.
"Eh, pak Haidar. Maaf kami sedang mem-" Gea tidak enak dia berusaha membuatnya agar tidak salah paham.
Karena dia takut bosnya ini akan berpikir kalau mereka sedang tertawa atas kesedihannya.
"Bisa bicara di ruangan saya chef Geandra? " Haidar memotong kalimat Gea.
Gea sih bersyukur karena bingung mau melanjutkan apa kalimat tadi nggak mungkinkan jujur kalau membicarakan mantan yang kaya setan.
__ADS_1
"Baik Pak" Gea menyanggupi.
*
Haidar pergi terlebih dahulu, Gea akan menyusulnya setelah beberapa saat. Sebenarnya Gea merasa tidak enak, apalagi Haidar sedang dalam fase tidak baik-baik saja dengan istrinya. Sedangkan semua karyawan tahu kalau Haidar pernah menyukai Gea.
Gea masuk ruangan hotel ini, sebelumnya mengetuk terlebih dahulu.
Haidar sedang membuat kopi, di ruangannya memang ada mesin kopi maker jadi dia tidak perlu menyuruh karyawan untuk membuatkannya.
"Latte? " tanya Haidar.
"Tidak, tadi sudah minum kopi pak. " tolak Gea.
"Baiklah"
Dia meletakkan air putih bening di hadapan Gea.
Yang satu didepannya, ia kemudian duduk menghadap wanita itu.
"Ada apa pak? " Gea penasaran.
"Cuma pingin ngobrol sama kamu aja. " jawab Haidar santai
Gea lalu berdiri, karena dirasa tidak ada hal penting untuk dibicarakan.
"Maaf Pak, saya masih ada banyak pekerjaan. Kalau tidak ada yang penting saya permisi saja Pak. " Gea hendak melangkah keluar tapi ditahan oleh Haidar.
__ADS_1
"Aku nggak ada teman untuk bicara, seperti yang kamu tahu aku sedang dalam masa down. Kemarin-kemarin aku berusaha kuat, menyelesaikan semua masalah dengan cepat."
Gea duduk kembali.
"Hingga tidak memikirkan bagaimana aku tanpa hotel ini. Hotel ini satu-satunya harta yang diberikan oleh orang tuaku. Tapi karena aku bodoh dalam menilai wanita, aku kehilangannya. " Haidar berkaca-kaca.
"Saya sejak kemarin tidak percaya anda menjual hotel ini, tapi ternyata benar. Padahal setiap hari anda terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan banyak beban. " Gea menanggapi.
"Viola ikut berjudi, hutangnya tidak bisa dihitung. Apalagi dia terlihat penipuan juga. Kalau dia sampai terseret polisi akan mencoreng nama baik RJ group, karena dia menantu keluarga kami. " Haidar menceritakan permasalahannya.
Gea merasa kasihan juga.
"Lalu bagaimana bisa anda secepat ini bisa menjual hotel? sedangkan saya lihat minggu lalu nona Viola masih bersama anda, seperti tidak ada masalah. " Gea ingat, mereka masih mesra.
"Setelah itu, malamnya ketahuan. Dan polisi menghubungi aku saat pulang dari sini. Semua berjalan sangat cepat sekali, kalau aku tidak menyelesaikan secepatnya khawatir media mengendusnya. Semua keluargaku murka, dia nggak mau tahu pokoknya nama RJ Grup tidak boleh ikut terseret. Kakak-kakakku juga tidak mau membantu, mereka semua lepas tangan. Kemudian,sempat ingin menjual rumah tapi harga rumah tidak cukup jadi percuma saja. Lalu aku bingung, bagaimana caranya cepat mendapatkan uang sebanyak itu dalam beberapa hari. "
Gea mendengar dengan baik.
"Lalu aku teringat, dengan junior ku waktu di Amerika yang kaya. Siapa tahu mau membeli hotel ku, karena dia juga punya hotel juga. Aku bersyukur sekali, dia langsung setuju beberapa jam berikutnya. Aku kagum, seberapa kayanya dia hingga beli hotel bintang lima saja tidak memerlukan waktu lama. " Haidar menceritakan bagaimana dia bisa menjual hotel dengan mudah.
"Mungkin dia orang baik" tanggapan Gea.
"Hem,dia baik banget." Haidar setuju.
"Lalu bagaiman hubungan anda dengan nona Viola? " Gea penasaran.
"Kami akan bercerai,tidak mungkin aku mempertahankan wanita itu. "
__ADS_1