
Begitu sudah selesai mandi air hangat Gio merebahkan diri disamping istrinya yang sebelum mandi tadi bikin dia kesel.
"Emang lo beneran sakit? " tanyanya lembut. Gio selama mandi tadi merenungi mungkin wanita ini beneran sakit. Karna selama ini dia nggak pernah bersikap buruk.
"Nggak tau, sekarang sudah biasa aja. " jawaban Gea langsung membuat Gio menoleh kearahnya.
"Gila ya lo! " kesal lagi.
"Tadi mual terus muntah setelah istirahat sudah hilang. " Gea kini menghirup aroma sabun dari tubuh Gio yang menyeruak tidak enak.
"GIOOOO, kamu bau banget!" agak menjauh sambil menutup hidung. "Sumpah bau sabunnya nggak enak!"
Gio tercengang melihat keanehan perilaku wanita ini, sambil menciumi tubuhnya sendiri. Dan nggak ada yang berbau busuk, tapi wangi bahkan wangi banget karena dia memakai banyak sabun. Sabun hotel ini ia pilih sendiri sesuai selera dia.
"Lo beneran gila ya? "
"Jauh-jauh kamu! " Gea menyentak.
Gio jadi bingung, dia mau kemana kalau menjauh.
"Pokoknya aku nggak mau deket sama kamu kalau kamu masih bau kaya gitu. Aku nggak suka bau sabunnya, ganti aja. " Gea mengusir suaminya.
Rasanya Gio pingin marah, tapi menyadari Gea agak nggak normal gini, dia memilih mengalah.
Lalu beranjak dari tempat tidur ke sofa panjang didekat jendela.
"Ada yang aneh, gue tanya mama aja kali ya. Tapi ini sudah malam banget takut ganggu. "
Gio memilih merebahkan diri saja, memaksa tubuhnya yang tidak pas karena kakinya terlalu panjang berada disofa. Karena capek dia memejamkan mata.
__ADS_1
"Ge, awas ya lo kalau cuma modus mau ngehindari gue. " kata Gio agak keras biar Gea dengar.
Gea yang sudah selimutan hendak tidur lagi, membuka mata lagi. "Enggak ya, kamu emang bau! "
"Ok, gue capek banget. Besok gue habisin lo! "
***
Gea pagi sekali sudah bangun, dia mendapati suaminya meringkuk di sofa.
"Kasian" mendekat mengecup jidat Gio.
Aroma sabun semalam sudah tidak ada,lalu dia ikut merebahkan diri dekat Gio. Karena merasa ada yang mengganggu tidur nya Gio terbangun.
Didekat nya ada wanita yang semalam menyuruhnya untuk menjauh kini malah menempel padanya.
"Ngapain lo? "
"Katanya gue bau"
"Udah enggak kok, " merapatkan tubuhnya ke pria ini.
Gio tersenyum, dia memeluk istrinya yang terlihat manja pagi ini. Tidak hanya itu, tentu saja berlanjut ke adegan yang lebih panas lagi. Gio memperlakukan istrinya dengan sangat lembut tapi itu tidak bisa membuat Gea puas dia memilih yang lebih.
Namun ditengah pergumulan mereka tiba-tiba Gea merasa tidak nyaman perutnya.
"Stop,sakit.! aku nggak mau terus Giooo" pinta Gea.
Tapi karena sudah nggak tahan Gio tetap lanjut hingga akhir.
__ADS_1
"Kenapa lagi sih? bikin bete aja lo! " Gio melenggang masuk kamar mandi meninggalkan Gea yang lemas.
Gea mengelus bagian perutnya yang sakit, seperti tegang dan kaku bagian bawah. "Aduh kenapa sih ini."
Gio selesai mandi,dia keluar dengan aroma yang menurut Gea itu bau busuk. Apalagi Gio bahkan kini memakai parfum yang menyeruak hingga seluruh ruangan.
Gea tidak tahan, dia mual ingin muntah dan segera berlari melewati Gio ke kamar mandi. Dia muntah lagi, tapi tidak ada makanan yang dikeluarkan hanya air saja.
Mendengar suara Gea yang muntah, Gio segera menyusul ke kamar mandi mengecek bagaimana keadaan wanita itu.
"Kenapa? lo sakit? "
"Enggak tau, huek" Gea hendak muntah tapi tidak bisa keluar.
"Masuk angin kali"
Gea nggak tahan akan bau kamar mandi dan bau Gio. Padahal wangi banget tapi menurut hidungnya itu nggak enak sama sekali bikin dia semakin mual dan pusing.
"Pergi! kamu bau banget Gioooo! "
Gio jadi bingung sendiri, "ini anak kenapa? " dia menurut keluar kamar mandi.
Gea terpaksa mandi tidak mungkin dia tidak mandi, walau dia sangatlah mual sekali berada di dalam kamar mandi.
Setelah selesai, dia sudah rapi.
Gio sedang menikmati kopi di balkon sambil melihat tablet nya mengecek kerjaan.
"Sudah selesai? " Gio berdiri, dia nggak berani mendekat ke Gea tapi berangsur ke kamar mandi membilas dirinya agar aroma parfum hilang juga mengganti pakaiannya tanpa menyemprotkan parfum.
__ADS_1
"Sudah, gue sekarang nggak pakai parfum." setelah selesai Gio mendekat dan mencium kening Gea. "Ayo kita periksa ke dokter, apa ke mama aja juga boleh. "