
Gea mengantar makanan dengan didampingi Dino yang mendorong troli, karena pemuda itu tidak tega kalau melihat chef cantik ini mendorong dan melayani tamu sendiri.
"Orangnya galak No? " tanya Gea sebelum sampai.
"Banget, bahasa Indonesia nya lancar sampai bahasa kebun binatang saja dia tahu. Mungkin bukan bule, tapi Elsa ngotot kalau dia berasal dari Amerika. Entahlah. " cerita Dino.
Begitu sampai Dino mengetuk pintu bertuliskan 308,setelah dipersilahkan masuk mereka baru masuk.
Dino masuk terlebih dahulu, mengatakan, "Makanan anda sudah siap tuan"
Baru Gea masuk setalah itu, dia memberi salam dengan sedikit membukukan badan dan tersenyum.
"Ini head chef kami tuan, chef Geandra. Beliau yang memasak makanan anda pagi ini tuan. " Dino memperkenalkan diri.
"Baiklah, kamu boleh pergi biarkan chef ini yang menjelaskan makanan apa hari ini. "kata tamu itu.
Suaranya membuat Gea mendongakkan kepala yang tadi tidak berani melihatnya langsung kini dia jadi penasaran.
Gio? dalam hati.
"Gimana chef, apa tidak apa-apa kalau saya tinggal? " Dino berkata pelan ditelinga Gea.
"Iya, pergi saja. " Jawab Gea, dalam pikirnya orang ini pemilik hotel yang baru tidak mungkin membahayakan. Mungkin dia hanya akan mengujinya beberapa hal.
Dino lalu pergi begitu berpamitan.
Kini Gea menyajikan menu sarapan di meja.
__ADS_1
"Lo tidak ngenalin gue? apa hanya pura-pura" kata pria itu menatap Gea.
Setelah selesai Gea melihat pria yang kini ada didekatnya. Lalu dia teringat kalau dia melihat pria ini di pesta tadi malam.
"Oh maaf tuan, saya baru ingat anda yang di pesta semalam ya?" Gea tersenyum.
"Maaf saya tidak mengenali anda, saya ucapkan terimakasih lagi karena sudah menolong saya. "
"Aneh, emang gue sebeda itu ya? " pria itu sekarang duduk di kursi makan.
"Tidak, anda masih sama. Jadi saya yang lupa saja, padahal sudah ditolong. Kebetulan sekali, maaf ya tuan. " Gea merasa tidak enak.
"Bodoh, dari tadi bilang maaf terus. Ayo duduk temenin gue makan! " Tamu itu menyuruh Gea duduk.
"Hah? " Gea kaget, "Tapi tuan, maaf saya tidak bisa makan dengan tamu. " menolak.
"Gue nggak bisa makan semuanya, bego! "
Gea tersentak dia dikatain, terakhir kali yang mengatakan dia dengan sengaja adalah suaminya. Lalu dia berusaha menjadi wanita pintar agar tidak ada yang ngatain lagi. Sekarang orang ini gampang sekali mengatainya padahal belum kenal.
"Kenapa diam? ayo makan. "
Gea hanya duduk, dia bingung kalau dia menolak pasti kesannya akan buruk. Mengingat dia adalah CEO hotel ini sekarang.
Lalu ada telpon berdering milik pria itu, kemudian dia menghampirinya karena berada di tempat tidur yang jaraknya agak jauh.
Ini digunakan oleh Gea untuk kabur.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya masih banyak pekerjaan. Saya permisi. " pamit Gea, lalu pergi.
Gea sangat takut, dia setuju dengan apa yang dikatakan Dino kalau dia mirip gangster. Tapi kenapa suaranya mirip Gio? tidak mungkin Gio kan?.
"Kenapa Ge? habis dari mana kamu? " suara mbak Leni mengagetkan.
"Hah, mbak Len. Aku habis bertemu tamu eh bukan dia pem-" Gea seketika ingat kalau tidak boleh bilang ke siapapun soal pemilik yang baru itu.
"Ketemu tamu siapa Ge? "
"Tamu aneh mbak, dia di 308. Aku disuruh menemani dia makan kan aneh? emang aku apaan coba? " Gea bercerita sama mbak Leni tanpa mengatakan siapa sebenarnya dia.
"Hah? iya sih sejak semalam tamu itu rewel banget. Mau ini lah mau itulah semua diprotes. " mbak leni ternyata juga tahu soal tamu 308.
"Mbak lebih baik layani dengan baik tamu itu, tolong bilang ke yang lain. Biarin aku aja yang melakukan kesalahan, habisnya aku nggak tahan, takut banget mbak"
"Emang siapa dia? " mbak Leni jadi penasaran.
"Tamu Vvip yang wajib dilayani kan?"
Lalu datang pak Haidar, dia itu selalu nongol nggak diundang gini.
"Benar kata Gea, dia tamu spesial yang harus dilayani dengan baik. Dan Gea kenapa kamu kabur dari dia? " pak Haidar membenarkan Gea lalu bertanya juga.
"Maaf Pak, saya tidak pernah melayani tamu jadi bingung mau ngapain. "
"Kan dia hanya minta ditemani makan, mungkin dia akan bertanya tentang menu yang kamu buat saat itu. Jadi kamu bikin kesalahan fatal chef Geandra. " Haidar tegas.
__ADS_1
Gea malah kesal sendiri, bisa-bisanya tamu itu langsung ngadu ke pak Haidar.