
Gea ingat kalau mereka sudah bukan lagi suami istri lalu dia melepaskan diri.
"Tidak Gio, kita sudah berpisah. "
"Ayolah, Gea. Kita emang berpisah tapi sekarang kita sudah bertemu lagi. " Gio mencoba meraih Gea lagi.
Gea menghindar hingga akan membentur kaca toilet, seketika ditahan oleh tangan Gio.
"Kita sudah bercerai Gio"
Gio tertawa pelan, "Gue kira lo udah jadi pinter, bisa jadi chef terkenal dan jadi wanita hebat. Tapi lo tetap bodoh. "
Selama ini memang itulah yang Gea tahu mereka sudah bercerai.
"Bukankah lo udah kirim surat cerai? gue udah tandatangan. "
"Kapan?gue nggak kirim. Emang KTP lo udah berubah statusnya? " Gio mengelak, lalu mengingatkan tentang status di KTP.
Gea selama ini juga bingung tapi tidak bertanya siapapun saat KTPnya diperbaharui statusnya tetap sama bahkan ketika bikin paspor juga status tetap 'kawin'. Dia pikir kalau sudah pernah menikah berarti ya itu statusnya.
"Jadi apa lo nggak pernah menceraikan gue? "
"Tidak pernah sama sekali. Gue pergi karena pendidikan. Sekarang gue udah kembali, gue tahan delapan tahun ini hanya karena obsesi gelar doctor gue. Jadi lo tetap milik gue. " Gio lalu mencium Gea lagi bahkan lebih brutal.
Gea beneran dibuat kewalahan apalagi ada kumis dan jenggot Gio yang bikin dia kegelian, rasanya menusuk-nusuk nggak jelas.
"Stop Gio! " Gea menghentikan Gio.
Gio menatap penuh rindu.
"Tapi kita sudah lama berpisah, dan lo tidak melakukan kewajiban lo sebagai seorang suami jadi jangan sentuh gue! " Gea mengingatkan akan nafkahnya.
Gio tersenyum, "Kata siapa? gue tiap bulan selalu transfer uang ke ATM yang lo pegang itu. Emang lo nggak ngecek? "
__ADS_1
Hah?
Gea berpikir dimana dia meletakkan kartu itu, ia lupa taruh dimana.
"Jangan bohong lo! "
"Ngapain juga bohong. Nih bentar ya, gue lihat di m-banking gue. " Gio keluar kamar mandi.
Gea mengikuti dia mau memastikan juga.
Ketika Gio menunjukkan semua transaksinya ke rekening Gio yang dulu,wanita itu cuma bisa meringis.
Dan isinya banyak sekali, kalau tahu ia punya uang sebanyak itu mungkin Gea akan pakai buat buka restoran sendiri daripada kerja ikut orang.
Gio seketika menyerang istrinya itu. Melepas rindu dan menyampaikan cinta yang ditahan selama ini. Menyatukan semua cinta dan kerinduan yang ditahan selama ini, hingga matahari agak meninggi.
"Lagian ngapain sih lo kaya gorila gini? " Gea menyentuh rambut-rambut yang tumbuh di wajah pria yang tiduran di sampingnya.
"Hem, gue aja takut."
"Gue males menghadapi para gadis yang ngejar ketampanan gue, makanya gue perjelek diri biar aman. " Cerita Gio penuh kepercayaan diri.
"Najis! " Gea bangun, dia menuju kamar mandi.
"Mau bareng nggak? " goda Gio.
"Nggak mau! males gue sama gorila gitu" teriak Gea yang sudah masuk kamar mandi.
Gio memunguti pakaiannya dan pakaian Gea juga tapi dilihatnya blouse nya sobek. Dia memakai pakaiannya.
Lalu menelpon petugas ruangan untuk datang.
"Selamat siang tuan bisa kami bantu? " tanya petugas housekeeping itu.
__ADS_1
"Tolong ganti seprei ini,lalu ini tolong dibuang ya." Gio memberikan baju Gea tadi untuk dibuang. "Dan nanti belikan baju yang baru." Gio memberikan uang pada petugas itu.
Petugas itu secepat kilat melepas seprei tersebut yang berserakan.
"Baik tuan, tapi bajunya yang seperti apa ya tuan? " wanita itu bertanya.
"Yang menurut mbaknya bagus saja, pokoknya satu ukuran dengan blouse yang sobek itu. " jawab Gio. "Nanti kembaliannya buat mbak aja."
"Baik tuan" petugas itu lalu pergi.
*
Gea sudah selesai mandi, dia menggunakan handuk mencari keberadaan pakaiannya.
"Mana baju gue? "
"Gue buang, tunggu aja nanti dibeliin kok sama petugas kamar. " Jawab Gio santai sambil melenggang masuk kamar mandi mau mandi juga.
Gea hanya bisa melongo, bisa-bisanya dibuang, dan dia mau pakai apa? kan nggak mungkin cuma pakai celana doang.
Lalu Gea mencari koper suaminya itu, dia mencari baju yang bisa dipakai. Nemu kaos, lalu dipakainya walau kebesaran tidak masalah daripada hanya pakai handuk.
Tak lama petugas kamar mengetuk, dan Gea sangat kaget yang datang adalah mbak Leni.
"Gea? " mbak Leni kaget juga. Tidak menyangka kalau temannya ada disini, dikamar pria.
Gea tersenyum kuda, "Mbak Leni, jangan bilang siapa-siapa ya? "
Mbak Leni memukul Gea dengan tote bag berisi baju tersebut. "Kamu ngapain disini?"
"Ceritanya panjang mbak" Gea berbisik.
Lalu muncul Gio yang setengah basah.
__ADS_1