
Hari pernikahan tepat di malam sebelum ulang tahun Gio yang ke 18 tahun yang sesungguhnya. Jadi Umur Gea masih 18 tahun kurang sebulan. Pernikahan dilaksanakan secara tertutup hanya dihadiri oleh keluarga dan kolega saja. Gea memakai gaun yang simple tapi membuatnya sangat cantik seperti yang dia inginkan.
Gio memandang Gea yang sangat cantik hingga menitikan air mata.
"Nggak usah sedih, ini hanya status Gio" pikirnya Gio bersedih karena kini mereka telah menikah.
Gio menggeleng. "Gue nggak sedih. cuma heran kenapa lo bisa secantik ini" puji Gio akhirnya. " Lo mau godain gue? "
Entah kenapa Gea tersipu malu," Padahal gue nggak make up cetar loh"
Gio memuji lagi. "justru itu yang bikin lo cantik natural"
***
Mereka tetap masuk kamar masing-masing.
"Kalian boleh kok tidur satu kamar" mama masuk kamar Gio yang selesai ganti baju.
"Gio bakalan sabar kok ma, Gio bisa nunggu Gea selama mungkin. Karena ini sulit bagi Gea juga menerima pernikahan ini. Jadi mama dan papa tolong biarkan kami mengurusnya sendiri. " Gio memberi penjelasan.
"Mama senang anak mama dapat pria seperti kamu. Anak mama yang tampan dan pengertian. Mama doakan yang terbaik buat kalian" Mama mengusap punggung Gio.
"Iya mama, makasih doanya. Terus do'ain kita ya ma"
"Pasti" mama lalu pergi dari kamar Gio.
Masuk kamar Gea
"Nggak mau tidur sama suaminya? "pertanyaan mama santai.
" Kasur Gea kecil nggak muat buat berdua" jawab seadanya Gea
__ADS_1
Mama tertawa.
"Kamar mas Gio kasurnya besar"
Gea jadi ingat,'benar juga ya? kenapa kasur gue aja yang kecil. Sedangkan punya Gio besar muat buat berdua. '
"Ya sudah berlahan saja. Kalian kan masih sekolah, akan aneh juga kalau kamu hamil pas masih sekolah" astaga mama
"Mama kok kepikiran aku hamil sih" rengek Gea
"Ya terus apa dong kalau kalian nikah pasti bakalan punya anak dong" mama enteng.
"Ah, udah deh males kan jadinya. Gea nggak mikir sampai situ. Duh ini otak kenapa lola banget. Seharusnya Gea berpikir juga akibatnya. " Gea menyalahkan diri.
"Sudah sudah, mama hanya bercanda kok. Mama nggak maksa kalian memiliki kehidupan normal berumah tangga. Cukup sementara kita semua jadi keluarga yang sebenarnya. Mama senang sekali. " mama menenangkan.
Gea jadi sedikit lega ternyata mama nggak beneran.
####
Berhubung hari ini ulang tahun Gio. Mereka sepakat akan merayakan ulang tahun pertama Gio tanpa barengan sama Gea
Mereka memutuskan berlibur walau hanya sehari di sebuah villa di puncak.
"Selamat ulang tahun mas Gio" mama dan papa memberikan selamat pada anaknya itu.
"Makasih, aduh jadi aneh karena Gio ulang tahun sendiri" sambil melirik Gea yang memegang kue ulang tahun Gio.
"Hem, ini spesial buat lo" Gea tersenyum.
Dan senyum itu hadiah terindah buat Gio.
Setelah meniup lilin. Gea memberi selamat juga kado buat Gio.
__ADS_1
"Selamat Gio, yang terbaik buat lo. " Sambil menyerahkan kado.
Gio menggoyang-goyang kadonya. " Apaan ini? "
Gio langsung membukanya, dan isinya adalah jam tangan.
"Why? " dia ingin tahu alasannya.
"Sebagai pengingat lo sekarang udah nikah" Gea memberikan sebuah kecupan di pipi Gio.
"Waaaa" mama dan papa histeris.
Gio tersipu malu.
"Gi, lo kok malu? lo beneran suka sama gue? hah? " padahal tadinya itu hanya bercanda saja.Tapi ternyata reaksi Gio malah bikin Gea penasaran.
"Apaan lo cium pipi gue? " Gio mengelak.
"Lah gue cuma godain lo kali" Gea bercanda
"Cium itu dibibir" Gio bercanda juga.
"Hidih males. Najis sekali. " Gea sok jijik.
"Heh lo pernah ya nyium gue dibibir lo nggak ingat? " Gio malah mengingatkan.
"Apa kapan? " Gea pura-pura tidak ingat.
Papa dan mama yang dengar malah kaget.
"Jadi kalian pernah ciuman? walau tau kalian saudara waktu itu? " papa memastikan.
"Enggak gitu pa, itu waktu masih kecil kok" bela Gea.
__ADS_1
"Apaan sudah SMP, dan sudah balig. Gue juga udah sunat. Lo bilang masih kecil? " Gio nggak Terima.
"Sudah, sudah. Kalian lanjutkan nanti saja dikamar kalian setelah makan malam ok? " mama menengahi.