Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 70: Pidato


__ADS_3

Hari ini adalah acara kelulusan.


Semua orang tua wali murid datang, mereka memenuhi aula sekolah beserta siswa yang lulus dan para guru.


Acara demi acara dilewati dengan baik, seperti sambutan dari kepala sekolah, komite, dan pembagian ijazah.


Kemudian saatnya Gio sebagai perwakilan siswa maju ke podium untuk berpidato.


Pertama Gio mengucap terimakasih pada para guru dan jajarannya. Serta mengucap terimakasih pada teman-temannya dan semua orang tua wali murid.


"Maafkan saya" Gio mulai meminta maaf. " Saya di sini memang kurang pantas mewakili teman-teman semuanya karena beberapa skandal yang muncul akhir-akhir ini.Itu disebab karena saya sudah menikah. "


Seluruh aula gaduh, karena ada juga yang belum tahu soal ini termasuk para wali murid.


"Mohon maaf yang sebesar-besarnya,dari pada kalian menelan gosip yang tidak jelas lebih baik saya katakan disini. Jadi saya bukan menikah dengan saudara saya. Saya menikah juga bukan karena kecelakaan atau keterpaksaan. Ini semua demi kebaikan kami. Seperti yang kalian tahu kami sejak dulu dibesarkan oleh papa Dion dan mama Ana hingga seperti saudara. Karena kami sudah dewasa dan tidak mau terpisah maka dari itu kami memutuskan untuk menikah segera. Agar tidak ada dosa di hubungan kami. "


Mama dan Gea mendengar itu menangis.


"Hubungan kami tidak terlarang, saya masih punya orang tua kandung. Dan selama ini saya dititipkan saja sama papa mama Dion karena orang tua kandung saya harus berkarir ke luar negri." Gio mengatakan itu dibarengi kedatangan papi dan mami.


"Itu kebetulan papi saya baru datang," Gio menunjuk papi Mark.


Mark kebingungan mau bereaksi apa karena terlalu bahagia Gio memperkenalkan dan mengakuinya didepan umum.


"Wah papinya ganteng banget"

__ADS_1


"Pantesan Gio juga ganteng. "


"Papinya masih muda. "


"Loh bukannya itu pacar Veronika Zein"


"Lah itu dia sama Veronika Zein. "


Beberapa berkomentar.


"Maafkan saya lagi karena masalah pribadi,saya bawa kesini. Karena saya tidak mau ada yang menjelekan keluarga saya terutama istri saya tersayang. Anjayyy. " Gio tertawa kecil.


Semuanya juga ikut tertawa mendengar candaan Gio.


Kini Gio dikagumi, karena berani bicara ke publik soal masalah ini.


Setelah turun Gio menghampiri keluarganya, satu persatu mulai dari papa, mama, lalu Gea memeluknya sesaat. Lalu ada papi dan mami juga yang masih canggung memeluk.


"Thanks boy, kamu yang terbaik" Papi menepuk pundaknya.


Mami hanya tersenyum bahagia.


***


Acara sudah berakhir sekarang acara sesi foto bersama keluarga dan semuanya bebas.

__ADS_1


Begitu pula keluarga Gio dan Gea mereka berfoto bersama.


"Boy, papi sangat bangga karena kamu menjadi anak jenius yang luar biasa. Tidak papi sangka. " Papi memeluk Gio sambil menangis.


"Sorry gue cuma memanfaatkan kalian untuk kepentingan gue aja jadi nggak usah berpikir lebih. " Gio menciutkan hati papi dan mami.


Mereka pikir Gio sudah menerima mereka namun ternyata belum.


Selesai berfoto, datanglah manager mami.


Dia meminta ijin agar bisa berbicara menjauh dari semuanya.


"Vero, ini tidak baik lihat sudah ada yang menulis tentang pidato anak kamu tadi. Sudah aku bilang kan jangan katakan ke publik kalau kamu punya anak. Ini malah anak kamu yang kurang ajar. " bisiknya.


"Ya tapi sebenarnya aku nggak masalah. Dia emang anakku, ini sudah kita bahas aku nggak mau berdebat disini. Kamu lihat ada banyak orang. " Mami berbisik juga.


Papi mendekat, karena perasaanya tidak baik.


"Ada masalah? "


"Tentang pidato Gio tadi sayang, Hilda mempermasalahkannya. " jawab mami menyebut nama managernya.


"Sudahlah, lagian Gio tidak menyebutkan kamu tadi. Dia hanya memperkenalkan aku saja. Anak itu cerdas sayang, dia tidak akan membahayakan karir ibunya." Papi menenangkan. "Bilang saja Gio anak aku, lalu kamu akan menjadi ibunya setelah kita menikah nanti. " papi memberi solusi pada manager mami.


"Baik, itu bagus tuan. " manager itu setuju lalu pergi.

__ADS_1


"Tapi sayang, aku nggak mau melakukan itu. "


__ADS_2