
Dia harus segera memasak sarapan buat orang itu, bahkan tidak sempat memakai apron masaknya. Tadi dia mendapat telpon, katanya jam tujuh sarapan harus sudah siap.
Setelah selesai Gea memanggil petugas room servis kali ini yang datang malah manager room servis nya langsung, pak Rian.
"Loh kok pak Rian sendiri yang mau antar? " tanya Gea.
"Iya, kata pak Haidar saya harus melayani sendiri." Pak Rian mendorong troli berisi makanan tersebut.
"Apa bapak tau siapa dia? "
"Tidak, pak Haidar bilang cuma tamu spesial gitu, mereka kenal saat kuliah dulu katanya. Yah mungkin karena tamu khusus pak Haidar makanya spesial. " jawab pak Rian.
Ternyata orang ini tidak tahu kalau tamu itu adalah CEO baru hotel.
Begitu masuk, Pak Rian menyapa dengan baik lalu menyajikan makanan menu sarapan itu.
"Semoga anda puas dengan pelayanan kami, tuan" kata Pak Rian.
Wajah pria itu datar, hanya mengangguk. Kecewa karena Gea datang bersama pria agak tua ini. Padahal dia ingin makan ditemani wanita ini.
"Terimakasih, kalian boleh pergi. "
Dalam hati Gea seneng banget, rasanya ingin loncat dan bilang 'yes'.
Pak Rian pergi duluan mendorong troli, Gea jalan dibelakangnya. Lagian bapak-bapak paruh baya jalannya cepat karena troli yang sudah kosong juga. Jadi Gea tidak bisa menyamai langkahnya, lebih baik jalan santai. Lagian belum ada pekerjaan pagi ini, masakan sarapan prasmanan di restoran sudah dihandle oleh asistennya.
Ketika berjalan santai, tiba-tiba dari belakang ada yang menarik tangannya.
"Aaaa, tuan mau apa? lepasin! " teriak Gea. Ternyata ceo baru itu.
__ADS_1
Karena Gea berteriak dan meronta alhasil pria itu membungkam mulutnya. Lalu ditarik masuk kamarnya, ketika sudah masuk baru dilepaskan secepatnya pintu ia kunci.
"Kamu mau apa? " Gea ketakutan. Tubuhnya bergetar, tidak pernah ia dalam situasi seperti ini.
"Haaah," menetralkan nafas juga,tidak ia sangka bakalan memaksa wanita ini. Sudah seperti penculik saja. Terpaksa ini harus dilakukan.
"Gue udah gemes banget sama lo sejak kemarin. Masa lo nggak ngenalin gue? " kata pria itu menatap Gea.
Gea makin takut apalagi orang ini mendekat dan menatap tajam matanya. Jarak semakin terkikis hingga cuma beberapa senti saja.
"Ge, gue kangen banget sama lo. Dan lo malah nggak ngenalin gue? apa gue sejelek itu? "
Badan Gea semakin gemetar, dia sangat ketakutan hebat. Hanya bisa menunduk, berpikir bagaimana menghadapi situasi ini.
"Tatap mata gue? " Mencengkeram dagu Gea hingga mata mereka bertemu. "Apa lo nggak bisa ngenalin suami lo sendiri? "
"G-Gio? " Gea bergetar.
"Nggak mungkin" Gea tidak percaya, tapi mata itu memang mata Gio.
Gea melihat kamar mandi terbuka, lalu dia berlari kesana. Tapi lengan tangannya dicekal oleh orang yang ngaku Gio. Gea meronta-ronta hingga sobek lengan blouse nya itu. Namun Gea berhasil masuk kamar mandi. Secepatnya ia kunci rapat.
Setidaknya dia aman berada di sini daripada diluar. Untuk keluar nanti bisa minta tolong.
Gea ketakutan tidak percaya kalau itu Gio.
Hingga ia memutuskan menelpon mama,hanya mama yang tahu bagaimana wajah Gio sekarang.
"Hello ada apa dek? " tanya mama begitu tersambung.
__ADS_1
"Mama punya foto terbaru Gio tidak?" Gea berusaha tenang walau nafas masih tidak beraturan.
Sedangkan diluar kamar mandi orang itu berteriak menyebut namanya terus sambil menggedor pintu.
"Tidak punya, ada apa? kenapa tiba-tiba? kamu rindu Gio ya? " tanya mama lagi, tapi merasa senang putrinya menanyakan kabar Gio.
"Coba tanya Gerald ma, mungkin dia punya. " Gea menyarankan itu. Dia harus memastikan dulu apa bener dia Gio.
"Sebentar ini anaknya ada disini. Gerald kamu punya foto terbaru kak Gio apa tidak? yang gondrong itu. "
Gea mendengar, "Ma, mama,emang Gio gondrong sekarang? "
"eh, Iya bentar nanti dikirim sama Gerald ya sayang. "
"Iya ma"
Gea menunggu dengan cemas dan takut. Lalu nomer yang tidak dikenal mengirim gambar
ini difoto mami sebelum kami berangkat kesini.
Gea kaget, "Jadi orang ini Gio? "
Gea membuka pintu kamar mandi tidak ada alasan untuk takut kalau dia beneran Gio.
"Kenapa sih takut sama gue? ya kali gue mau melecehkan istri gue sendiri? "
Gea masih syok dia bingung mau bereaksi apa.Kini sosok yang selalu dirindukan selama ini ada di hadapannya.
__ADS_1
"Gea? " Gio memeluk wanita itu yang berdiri kaku. "Sorry, lo pasti syok banget ya? gue nggak kuat lagi. "
Gio mencium bibir Gea yang masih mematung.