Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 23 : Lo tergoda?


__ADS_3

"Setidaknya kalau mau deket sama cowok itu yang lebih dari gue! " perkataan Gio mengagetkan Gea saat masuk rumah. Sedangkan Gio menunggunya dibalik pintu.


"Apaan sih lo, nggak jelas. " Gea mengabaikan Gio terus berjalan ke kamarnya.


"Si bangsat itu nggak pantes buat lo" Gio menyusul Gea.


"Kita itu cuma kerja kelompok, ngapain nunggu gue pantes sama dia. Nggak jelas! Lo juga nggak pantes sama Mila" jelas Gea dan dilanjut ngeledek.


"Kata siapa? banyak kok yang mau sama gue kan lo bilang sendiri dan gue banyak" Gio membanggakan diri.


Gea yang sudah sampai depan kamar ia urungkan buat membuka pintunya dulu.


"Iya, fan elo itu cewek gila semua! " lalu masuk kamar.


Gio ikutan masuk.


"Lain kali lo nggak usah sok ngerjain tugas bareng. Belajar sama gue! "


Gea melempar tasnya ke tempat tidur.


"Tumben"


"Ya kan gue suami lo, jadi kalau lo nggak lulus gue yang bakalan malu" Gio asal.

__ADS_1


"Ish, suami apaan. Tadi jalan tuh sama cewek lain di depan istrinya pakai mesra-mesraan lagi" gaya bicara Gea di buat-buat.


"Lo cemburu ya? " goda Gio.


"Apaan? nggak ya! males banget. Yang ada jijik gue! " Gea tegas.


Gio tersenyum menggoda, " Tadi gue cuma bahas olimpiade adik kelas yang Mila urusin. Dia minta saran gitu" Jelas Gio agar Gea tidak salah paham.


"Gue nggak mau tahu juga" Gea melepas roknya.


"Heh, lo gila ya main lepas rok depan gue" Gio syok


"Gue pakai celana, habisnya lo sedari tadi nyampah disini nggak keluar-keluar gue udah gerah juga" Gea menaruh tok di ranjang cucian lalu kini melepas kancing bajunya dan membukanya terlihat lah Gea tinggal pakai tengtop.


"Lo tergoda? perasaan gue sering pakai kaya gini di rumah" Gea santai sambil meliukkan tubuhnya.


"Emm, nggak juga. Tapi lo bisa nggak mulai sekarang jaga penampilan lo didepan gue juga. Kita ini bukan saudara lagi. "


"Ya tapi lo suami gue begok! "


Gio nggak suka dibilang 'Begok' langsung naik darah.


"Apa lo bilang? hah" Gio mode menakutkan.

__ADS_1


Gea yang paham langsung mundur. "Sorry"


Gio sadar Gea ketakutan kalau ada yang sedang marah.


"Karena gue suami lo, makanya tubuh lo ini halal buat gue. Jadi selama lo belum mengijinkan gue buat nyentuh tubuh lo mending lo tutupi dengan benar"


Gea sedikit takut, apalagi Gio malah membicarakan tubuhnya yang halal buat dia.


Seketika Gea menutup dadanya yang ternyata sedikit terlihat belahan buah dadanya.


"Iya Gio, maaf. "


Gio berbalik badan, hendak keluar.


"Padahal lo sering ngatain gue, giliran dikatain nggak mau" Gea masih tidak terima ternyata.


Gio berbalik lagi, " Makanya mulai besok belajar sama gue, jangan sama cowok lain"


Lalu Gio meninggalkan kamar Gea.


Gea sedikit lega, karena tadi bisa saja Gio ngamuk nuntut haknya. Mereka pernah membahas ini sebelum pernikahan berlangsung, mereka sepakat nunggu Gea yang siap gitu aja. Tapi tidak pernah membahas kapannya, kalau Gio sebagai cowok pasti mau aja. Jadi Gea harus siap kapanpun saat Gio memintanya tapi tidak boleh memaksa kalau Gea tidak mau.


Sedangkan Gio yang sudah masuk kamarnya menata jantungnya yang berdetak begitu cepat. Dia beneran tergoda kalau Gea cuma pakai pakaian seperti itu tadi. Bagaimanapun dia cowok normal apalagi kali ini malahan tubuh Gea halal buat dia. Hanya saja Gio masih harus nahan diri dan nafsunya.

__ADS_1


"Sampai kapan gue tahan kalau kaya gini. " monolog Gio.


__ADS_2