
Gea pagi ini sedang memasak, padahal dia jarang sekali masak di rumah, lebih sering mama.
Tiba-tiba dikagetkan dengan tangan yang melingkar di perutnya.
"Gio! " Gea tersentak,melepaskan diri dari dekapan suaminya.
"Emang nggak boleh, biasanya papi gitu ke mami gue sering lihat. " Gio melepaskan Gea, merajuk.
"Nggak enak dilihat mama papa. "
Gio mencibir kan bibirnya, dia ngalah. Memilih duduk diam di kursi sambil menunggu istrinya selesai masak.
"Hari ini pertemuan dengan staf kan di hotel? lo nggak mau cukuran dulu dan potong rambut gitu? " Gea menyajikan makanan tak lama kemudian.
Gio cuma menggeleng.
"Lo pernah ngaca nggak sih, muka lo itu nyeremin. Yang ada pada kabur semua itu tamu hotel kalau yang punya kaya gorila gini. " Gea mengomel.
"Jadi menurut lo gue harus bercukur dan potong rambut? "
"Iya lah" Gea duduk, mengambilkan roti panggang ke piring Gio.
"Males ah" Gio melahap roti itu.
"Ya udah kalau lo nggak mau, jangan ngaku kalau lo suami gue! "
Kemudian mama dan papa datang.
"Wah wah keramaian rumah ini kembali ya pa" mama terlihat senang rumah ini jadi ramai dengan adanya mereka.
Papa duduk, "Ada apa ribut-ribut? "
"Gio nggak mau cukuran tuh" adu Gea.
"Heh lo mau gue dikerja-kejar cewek lagi?" Gio nggak mau kalah.
__ADS_1
"Yang pentingkan bukan elo yang ngejar. "
Mama dan papa hanya menyimak sambil makan saja.
"Memang sudah mulai kerja Gio? " tanya papa.
"Sudah pa, nanti siang peresmian Gio jadi pemilik baru hotel Rose. Kalau hotel Wi malah belum kesana. Nanti rencananya Gio mau gabung saja, hotel Rose mau tak ganti nama jadi Wi juga. Entar bisa jadi satu karyawannya juga, biar nggak ribet Gio nya. " jelas Gio tentang rencana pekerjaan.
"Tapi jangan lo obrak abrik karyawan Hotel Rose ya, mereka khawatir lo bakalan phk in mereka dan ganti sama karyawan hotel Wi. " Gea memberitahu.
"Siap, sayangku" Gio menoel dagu Gea.
"Sudah ya, kalau masalah kerjaan jangan dibahas dimeja makan. Kita makan aja. "mama tidak suka ada pembahasan kerjaan disini.
"Iya mama,papa hanya takjub saja sekarang putra kita yang dulu papa anggap brandalan kini jadi pemilik hotel terkenal." papa merasa bangga akan Gio lagi.
"Sebenarnya itu semua dari papi, Gio hanya menjalankan amanah saja. " Gio merendah.
Gerald muncul, dia masih mode bantal.
"Siapa suruh kamu ikut? " Gio nggak peduli rengean adiknya itu.
"Ya udah aku ikut kak Gea ya? " Gerald beralih ke Gea.
"Tidak! gue itu kerja bukan ke taman bermain. Bocil ya di rumah. " Gea juga menolak.
"Nanti kita ke taman ancol ya Gerald? lalu dufan juga. Pasti kamu suka gimana? " mama menawarkan.
"Boleh, beneran ya ma" Gerald kegirangan.
****
Gea berangkat sendiri, katanya Gio akan datang agak siang disaat rapat berlangsung jadi dia tidak bareng.
Gio ternyata pergi ke sebuah salon khusus pria untuk merubah penampilannya. Dia nggak mau istrinya itu ngomel terus.
__ADS_1
"Ini beneran mau dipotong bang? " tanya petugas salon.
"Yoi,sama dicukur bersih ya gue. " jawab Gio mantap.
"Siap bro"
*
Waktu pertemuan dengan para karyawan hotel sudah tiba Gio masuk kedalam hotel bareng asistennya yang kemarin sudah tiba dari Amerika, lalu nginep dihotel Wi.
Tidak ada yang mengenalinya, tapi semua terpesona akan ketampanan.
"Itu artis kayanya"
"Atlit kali"
"Tapi artis siapa hayo? "
Itu beberapa pertanyaan dari para gadis yang melihat Gio.
Gio tidak menghiraukan dia memilih jalan terus ke ruang pertemuan saja. Tak lupa dia mengabari istrinya kalau dia sudah sampai di hotel.
Gue udah otw ruangan, lo dimana?
Gea mendapatkan pesan itu lalu menelponnya.
"Lo dimana? " tanya Gea.
"Di lift, nah ini udah mau sampai. Emang lo dimana? " tanya Gio
"Udah didalam semua ini para staf, tapi jangan bilang ke semuanya kalau gue istri lo ya kalau muka lo masih gorila. Awas ya! "
Gio tertawa, "Iya sayang, siap aja gue bikin kaget. "
Asisten Gio yang bernama Max itu tersenyum melihat Gio yang senang hari ini. Pasalnya selama kerja sama dia tidak pernah Gio seperti ini. Jadi penasaran sama wanita yang bikin Gio tertawa.
__ADS_1