Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 120 : Kecewa


__ADS_3

Tadi Gea sempat mengingat kapan terakhir dia datang bulan, dan itu sudah tidak datang dua kali ini. Tapi ketika membuka celana ternyata ada bercak darah di sana. Dikiranya bakalan hamil, tapi ternyata tidak. Bahkan kini dia mendapatkan hari pertamanya.


"Gimana ke dokter apa ke mama aja? " Gio memecah keheningan Gea.


"Nggak usah, aku nggak papa kok. "


"Lah lo itu aneh Gea, lo tau parfum gue itu mahal dan wangi banget. Dan sabun hotel itu juga kualitas bagus, wanginya tidak pasaran tidak norak, banyak yang suka. Cuma lo doang yang nggak suka. " Gio malah memuji parfum dan sabun hotel.


"Hah, sudahlah. " Gea duduk diatas tempat tidur. " Ternyata cuma gejala pms doang. "


"Serius? lo sekarang menstruasi? "


Gea mengangguk pasti.


Ada rasa kecewa juga dalam hati Gio, karena tadi ketika nunggu Gea mandi dia mencari tahu di internet soal gejala yang ditimbulkan Gea. Kemungkinan istrinya hamil.


"Ya udah, sekarang kita sarapan. Mau di restoran apa disini aja sayang? " Gio mengelus rambut Gea yang setengah basah.


"Di sini aja, aku males keluar. "


Tok tok


Ada yang mengetuk pintu. Gio segera membuka mungkin layanan kamar. Padahal belum pesan.


Setelah dibuka ternyata Lily yang datang.


"GEA mana? ".


"Ada, masuk" Gio menyuruh Lily masuk.

__ADS_1


"GEAAA! " Keluar tanduknya.


"Apa sih Ly" Gea keluar ke ruang tamu ketika mendengar suara Lily marah.


"Lo ya bikin gue pusing, rugi banyak. Netizen sekarang membuat asumsi yang seenaknya tentang lo. Sudah gue bilang jangan main ngumumin pernikahan kalian. Tapi lo nggak dengerin gue,duh! " oceh Lily.


"Duduk dulu mbak, jangan marah-marah. Kita mau sarapan mau di pesenin sekalian? " Gio mempersilahkan duduk dan sarapan.


"Saya kesini bukan untuk sarapan bapak Gio, saya ada urusan sama artis saya yang membangkang. " Sengit Lily.


Gio cuma nyengir aja, lalu menelpon layanan kamar untuk pesan sarapan.


"Gea, bisa dijelaskan sekarang? " Kini Lily dan Gea sudah duduk dikursi tamu.


"Maaf ya ly, gue sudah memutuskan akan jadi istri yang baik saja. Lagian menikah bukan suatu kejahatan. Kalau menghormati gue pasti akan mengerti akan keadaan gue. " Gea mencoba menjelaskan


"Tapi ada yang kecewa, "


Pria itu mendekati mereka.


"Kalau ada kompensasi yang harus dibayar saya akan bayar. Silahkan berurusan dengan Max asisten saya, dia jauh lebih tau akan berbagai macam kontrak kerja."


Lily hanya bisa diam, "Ya udah tapi bakalan sulit loh dapet job kalau sudah ada gosip. "


"Nggak masalah mbak Lily, saya masih bisa menghidupi istri saya. Kalaupun dia nggak kerja saya mampu kok. " Gio terdengar menyebalkan di telinga Lily.


"Baiklah, maaf ya sudah mengganggu pagi kalian. Saya permisi pak Gio. " Lily undur diri ketika sudah tahu kalau suaminya Gea akan ganti rugi kalau ada kerugian dalam agensinya.


Setelah Lily pergi sarapan datang, mereka makan dengan tenang.

__ADS_1


"Papi, mami dan Gerald besok akan balik kita habis ini ketemu mereka ya sayang. " Gio mengajak istrinya untuk mengunjungi keluarganya setelah selesai makan.


"Iya" Gea setuju.


****


Mereka ke rumah papa, karena papi dan mami ada di sana ketika ditelpon.


"Bagaimana keadaan kamu Gea? semalam kamu sakit " mama bertanya ditengah obrolan mereka saat kumpul.


"Baik ma, Gea nggak sakit kok. " jawab Gea.


"Kayanya sakit gila tuh ma. " ledek Gio.


"Gioooo" mami mencubit anaknya ini yang asal bicaranya.


"Habisnya sejak semalam itu Gea aneh, saat Gio habis mandi dia mual nggak mau dideketin. Pagi ini juga sama apalagi ditambah parfum dia muntah. Sampai Gio hari ini nggak pakai parfum nih. " Cerita Gio seperti mengadu, diakhiri menciumi ketek nya "Untung nggak bau. "


Mama senyum-senyum sendiri, "Apa jangan-jangan kamu hamil ya Gea? "


Semua berharap Gea mengatakan iya.


"Tidak kok, Gea sekarang datang bulan. " jawabannya membuat kecewa yang dengar.


"Tidak papa, coba lagi Gio. " Papi mengangkat kedua alisnya menggoda putra itu.


"Ohhh siap lah pi, itu Gio coba terus setiap hari. "


plak

__ADS_1


pahanya dipukul sama Gea.


__ADS_2