Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 74 : Kencan


__ADS_3

Mereka nggak mau langsung pulang, seperti pasangan yang sedang honeymoon gitu ceritanya. Tapi ini dadakan untungnya mami mempunyai inisiatif mengirimkan pakaian ganti setelah mendengar situasi mereka tadi malam. Tidak ada yang tahu kalau yang ngirim pakaian adalah mami.


"Gimana kalau kita ke taman hiburan? " Gea mempunyai ide saat tengah bermesraan di atas tempat tidur. Dia nyender ditubuh Gio yang asik main game.


"Tempat hiburan malam mau gue" Jawab Gio yang nggak nyambung, sengaja biar Gea emosi.


"Lo yakin bawa gue ke tempat gituan? Ayo! Gue nggak pernah. "


"Jangan berani lo menginjakkan kaki di sana" Gio masih fokus ke HP


"Yada ke taman hiburan ya biar kaya kencan-kencan yang ada di drakor gitu. Jalan-jalan lalu menjelajahi semua wahana, kayanya seru tuh. " Gea membayangkan bagaimana taman hiburan yang ada di kota ini yang menyenangkan.


"Kencan yang seru itu ya kaya gini bukan ke taman bermain bego, emang kita anak-anak? Enakan bikin anak kali"Gio sekarang berubah jadi mesum.


"Sekarang lo jadi mesum gini sih? " Gea bangun dia duduk tegak.


"Kan sama istri sendiri juga" Gio mencium bibir Gea sesaat.


Gea turun dari ranjang.


"Ayolah Gio, please ajak gue ke taman bermain ya? " Gea menarik tangan laki-laki itu.


"Duh males Gea"


"Ayolah, entar gue yang bayar tiket masuknya. " Gea tetap membujuk.


"Ya iyalah duit gue di elo"


"Ayolah mas Gio sayang" Gea merayu


"Baik, tapi selama di sana lo manggil gue mas ya" Gio beneran suka dipanggil mas. Itu sejak dulu tapi nggak pernah ia denger dari mulut Gea.


"Baiklah" Dalam hati Gea biar cepet.

__ADS_1


*


Dan beneran mereka pergi ke taman hiburan itu, untung saja jarak dari hotel cukup dekat jadi mereka bisa cepat sampai.


"Wahhh sudah lama sekali kita nggak kesini. Emm terakhir Smp kan? Lama juga yah" Gea ngomong sendiri.


Yang diajak ngomong asik berfoto dengan badut.


Gea hanya geleng aja. "Tadi aja nggak mau, lo kayanya suka gitu ya ketemu badut. "


"Badut nya maksa foto sama gue" Alasan Gio.


Mereka lalu bersenang senang menikmati berbagai wahana mulai dari yang biasa hingga yang ektrim dicoba.


"Ge, lo udah nggak kesakitan? " Tanya Gio ditengah perjalanan menuju restoran niat mau makan.


Gea yang ditanya otomatis melotot, "Gila ya lo! "


"Nanti lagi ya"


Mereka makan dengan lahap karena memang sudah siang dan kelaparan plus kehausan tadi banyak teriak soalnya.


*


"Mungkin tahun depan kita ke sini udah sama bayi. Wahh nggak bisa naik yang ektrim ya. " Gio ngelantur setelah makan melihat pengunjung lain sedang mendorong bayi dengan strolernya.


"Gio! Bangun lo nggak usah halu! " Mengusap wajahnya


"Anji**!. "


*


Sampai sore mereka baru keluar dari taman bermain itu.

__ADS_1


"Eh, ke pantainya dulu yuk." Ajak Gio.


"Tadi aja males gue ajak kesini sekarang betah. "


Lalu mereka menikmati suasana pantai di sore hari yang indah.


Berjalan ke dermaga pantai sambil menikmati pemandangan sunset yang indah.


"Gi, lo jadi ke Harvard? " tanya Gea tiba-tiba sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.


"Apa gue nggak usah kesana? " Gio malah nanya balik, karena sesungguhnya dia berat meninggalkan kekasihnya ini. Apalagi perasaannya kini sudah dibalas oleh Gea.


"Pergilah, gue akan tunggu. Lagian itu keinginan lo kan? "


"Bukan, gue bahkan nggak punya keinginan. Yang jadi pertimbangan itu elo, lo pingin jadi dokter hebat dulu tapi nggak bisa kesampaian. kan udah gue bilang kan gue bakal wujudkan buat lo. " Gio serius


"Jangan gitu Gio, kan itu cuma cita-cita saat kecil doang. "


"Papa juga berharap gue jadi dokter." Gio mengatakan alasan lainnya.


"Kalau menurut gue lebih baik sesuai apa yang lo inginkan. Ini hidup lo Gio"


"Entahlah, gue bisa apa saja kok" Gio menyombongkan diri tapi dengan bercanda.


"Anjayyyy, sombong banget lo"


"Yang gue inginkan bisa sama lo terus gitu aja. " Gio memeluk istrinya itu.


Berada dalam pelukan Gio adalah hal ternyaman buat Gea saat ini.


"Gue mau nanti kita pergi bersama,di sana banyak kok jurusan yang cocok buat lo"


"Tapi gue kan nggak mau kuliah, males mikir ihh" rengek Gea.

__ADS_1


"Nanti gue bagi otak gue ke elo deh"


__ADS_2