
Petugas housekeeping bernama Wina merasa heran menerima blouse yang sobek dari tamu untuk dibuang.
Begitu sampai di ruang laundry ia melihat dulu baju itu, sobek bagian mana siapa tahu bisa dijahit. Soalnya keliatan bagus dan mahal sayang kalau dibuang.
Tiba-tiba executive housekeeping mbak Leni datang.
"Kamu dapat dari mana baju itu? "
"Eh, bu Leni maaf ini saya disuruh buang oleh tamu 308 karena sobek. Entah apa yang terjadi kamarnya berantakan dan bajunya bisa sobek juga." cerita Wina.
"Itu privasi tamu. Coba saya lihat kayanya tidak asing itu baju. " Leni ingin melihat.
Wina memberikannya, "Bagus bajunya sebenarnya sayang sobek. "
mbak Leni melihat, "Loh ini kan, milik Ge-" tidak dilanjutkan takut ada gosip lagian belum tentu benar. Tapi dilihat detailnya memang ini milik Gea karena mereka beli barengan. Gea memilih warna putih tulang, Leni warna biru laut. Apa cuma kembar aja? kan kita belinya juga di butik biasa bukan yang unlimited.
"Milik siapa bu? " Wina melihat mbak Leni malah ngelamun.
"Tidak, jangan dibuang. Biarkan saja disitu, siapa tahu pemiliknya nyariin."
"Sepertinya tidak bu, yang laki nyuruh saya beli baju baru, ini uangnya. " Wina jujur memperlihatkan uang tadi.
"Sini biar saya aja yang beli, nanti juga saya yang akan antar. Kamu jangan bilang ke siapapun ini privasi tamu ya Wina. " mbak Leni meminta selembar saja sisanya buat Wina. Kalau mbak Leni tidak meminta uang akan mencurigakan.
*
Begitu sudah membeli blouse yang cocok di butik yang berada di hotel ini, mbak Leni segera ke kamar 308.
__ADS_1
Begitu kamar dibukakan betapa terkejutnya bahwa yang didalam kamar memang seperti apa yang mbak Leni pikirkan.
"Gea? " mbak Leni kaget. Tidak menyangka kalau temannya ada disini,yang diketahui adalah kamar seorang pria.
Gea tersenyum kuda, "Mbak Leni, jangan bilang siapa-siapa ya? "
Mbak Leni memukul Gea dengan tote bag berisi baju tersebut. "Kamu ngapain disini?"
"Ceritanya panjang mbak" Gea berbisik.
Lalu muncul Gio yang setengah basah. Leni mengagumi pria ini, jadi selera Gea yang seperti ini? manly banget walau gondrong.
"Siang tuan, saya ke sini mengantar pesanan dan ingin mengganti sprei juga. " mbak Leni menyapa Gio dan menjelaskan maksud kedatangannya.
"Oh, ok silahkan" Gio memilih ke balkon saja.
Mbak Leni memberikan tote bag itu kepada Gea. "Ini pesanan anda nyonya. "
"Nanti habis ini aku ke mbak Leni. "
Mbak Leni segera mengganti sprei tempat tidur. Gea mengikuti tidak enak, temannya yang memasang sprei sendiri.
"Biar aku bantu mbak" Tawar Gea.
Mbak Leni diam saja, dia sebenarnya agak kecewa mendapati temannya ini ngamar dengan seorang pria. Dia selalu berpesan, walau janda jangan kecentilan harus hati-hati dalam bergaul. Karena janda biasanya sudah dicap jelek apalagi banyak tingkah. Dia khawatir status janda diremehkan dan direndahkan.
"Apa yang terjadi?" mbak Leni sudah tidak tahan bertanya ingin penjelasan.
__ADS_1
Gea diam, masa harus cerita apa yang terjadi.
Mbak Leni sudah selesai melakukan pekerjaannya.
"Gea, kamu sudah mbak anggap adik sendiri. Apa dia pacar kamu? sejak kapan? setahu aku kamu tidak pernah dekat dengan cowok manapun. Sedangkan dia baru kemarin nginep disini. Kamu kenal dimana? kenapa kamu sudah tidur bersama? " Mbak Leni mengomel panjang tanpa mengetahui faktanya.
"Kami baru bertemu kemarin dan aku juga kaget mbak-" Gea berusaha menjelaskan tapi dipotong mbak Leni.
"Aku nggak nyangka kamu wanita seperti ini Gea. Padahal aku selalu berpesan padamu kan. Jangan merendahkan diri kamu pada pria yang bukan suami kamu Gea. " Mbak Leni malah salah paham.
Lalu pergi begitu saja.
Gea jadi merasa cemas, temannya itu salah paham.
Kemudian membuka tote bag yang tadi dikasih mbak Leni.
Gio mendekat, mendapati wajah murung Gea.
"Ada apa? "
"Mbak tadi salah paham dikiranya gue ngamar sama pria hidung belang. " jawab Gea menambahkan.
"Kenapa nggak bilang sama suami sendiri. "
"Baru mau bilang dia udah kabur. " Gea mengeluarkan baju itu yang sesuai seleranya.
"Apa kalian dekat? "
__ADS_1
"Hem, dia teman baik gue disini. Namanya mbak Leni, executive housekeeping hotel ini yang galak tapi baik. " Gea memberitahu.
"Tenang saja, habis ini lo tinggal bilang siapa gue kan." Gio mendekap tubuh langsing istrinya itu.