Menjadi Suami Guruku

Menjadi Suami Guruku
Eps. 18– Kecepatan


__ADS_3

“Kerja bagus anak-anak, hasil ujian kelas kalian cukup memuaskan”.


Seruan Pak Erik terdengar ke penjuru ruangan kelas, kata-katanya datar, wajah tidak berekspresi. Kalimat yang di ucapkan sebelumnya bukanlah pujian, melainkan sindiran atas hasil fisika yang dalam kutip kecil.


Pak Erik menghela nafas pelan melihat kertas-kertas ujian “Untungnya ada beberapa di antara kalian yang mempunyai nilai mengejutkan, setidaknya kelas ini tidak terlalu buruk di banding kelas sebelah yang harus bapak remedial kembali”


Semua murid lengang, tidak ada yang berani berbicara. Jika yang di maksud Pak Erik tentang nilai mengejutkan, mereka langsung faham siapa yang di maksud, tentu dia adalah temanku yang pemalas dan cerdas, Zildan.


“Untuk selanjutnya kalian harus lebih banyak belajar lagi, nilai rata-rata kalian terlalu.. ahh sudahlah, kalian juga tahu sendiri” Pak Erik menyalakan layar dari power pointnya, yang menampakan materi pelajaran “Lupakan nilai ulangan itu, mari kembali fokus materi selanjutnya”


“Bab kecepatan” Pak Erik mengetuk tombol laptop, membuat gambar di depan menjadi berubah” Apa itu kecepatan? Kecepatan adalah besaran vektor yang memperlihatkan seberapa cepat suatu benda berpindah, dari tempat titik semula ke tempat titik lainnya. Semakin cepat suatu benda bergerak maka sedikit pula waktu yang di gunakan, itu adalah rumus simple kecepatan.


“Untuk pertemuan sekarang bapak tidak akan menjelaskan materi atau rumus-rumus, untuk hari ini bapak akan menjelaskan keseruan tentang ilmu fisika” Pak Erik menatap kami sekelas degan ramah.


Ekspresi murid sekelas tidak terlalu bahagia ketika Pak Erik berkata demikian, itu tidak dapat mengubah fakta fisika menjadi lebih gampang.


“Seperti kalian tahu, satuan kecepatan tercepat saat ini yang kita tahu adalah kecepatan cahaya, dimana di satu detiknya ia bisa mencapai sekitar tiga ratus kilometer. Bayangkan, itu adalah sesuatu yang sangat cepat untuk suatu materi berpindah tempat, tapi sayangnya saat ini yang di ketahui bisa memliki kecepatan cahaya cuma satu, dan itu adalah foton.


“Kenapa foton bisa bergerak seperti cahaya? Jawabannya adalah karena dia tidak memiliki masa. Asal kalian tahu saja, foton yang di hasilkan cahaya matahari ketika menyinari kalian sekarang, adalah foton yang di hasilkan matahari 8 menit yang lalu” Pak Erik berhenti sejenak, dia menatap ke jendela, melihat langit yang sudah mendung.


“Tapi kenapa hanya foton pak yang bisa melaju secepat cahaya, apakah manusia juga bisa? Terus bagaimana jika benda bisa melebihi kecepatan cahaya? Apa yang terjadi?” Reno bertanya beruntun, hanya dia yang paling antusias memperhatikan.


“Banyak sekali Reno pertanyaanmu, tapi tak apalah, itu berarti tanda bahwa kau tertarik pelajaran Bapak” Pak Erik Tertawa sebentar “Tapi sayang sekali kenapa nilai ujianmu tadi 4 dengan rasa penasaranmu yang setinggi ini”.


Semua murid langsung tertawa gelak mendengarnya, bagaimanapun nilai hasil ujian adalah aib bagi yang bernilai rendah, tapi kali ini jangankan di rahasiakan, ini malah justru di umumkan.


Reno disisi lain menggelembung merah, ia merasa menyesal bertanya ke Pak Erik, jika tahu hasilnya seperti ini lebih baik ia diam, tidak bertanya apapun seperti kebanyakan murid lainya.

__ADS_1


“Sudah anak-anak, kita lanjut belajar” Pak Erik mengetuk papan tulis membuat sekelas hening kembali “Kita jawab pertanyaan Reno sebentar, manusia tidak akan bisa bergerak menggunakan cahaya, karena tubuh mereka tidak akan kuat menabrak tekanan udara atau partikel lain, tubuh manusia bisa hancur seketika.


“lalu selanjutnya, apa yang terjadi kalau melebihi kecepatan cahaya? Menurut bapak, andaikan kita bisa bergerak secepat itu, maka kita mendapati waktu akan berjalan lambat selambat-lambatnya hingga akhirnya menjadi berhenti, tapi itu bukan ujungnya. Jika terus di lanjutkan, waktu perlahan bergerak mundur, dalam artian ke masa lalu”.


Semua murid menganga takjub, tidak menyangka jawaban Pak Erik akan menjadi semenarik ini.


“Berarti mesin waktu bisa di buat dong pak, jika kita bergerak lebih cepat dari cahaya?” Reno berkata nyaring, memotong penjelasan Pak Erik.


“Kau terlalu berlebihan Reno” Pak Erik tertawa “Sudah bapak bilang ini cuma andaian, bapak tidak bilang mesin waktu bisa diciptakan. Lagian, kamu tahu Reno, semakin cepat benda bergerak maka massanya akan makin bertambah, nah..kamu tahukan, jika materi mempunyai massa tanpa batas nantinya gimana?”.


Reno menggeleng, separuh tidak tahu separuhnya tidak mengerti.


“blackhole, terciptanya blackhole” Pak Erik menjawab mantap.


“Bukanya blackhole itu adalah titik pusat galaksi ya pak?” salah satu murid membuka suara, memberikan kejelasan.


Murid sekelas saling lirik, benar juga, kenapa bisa ke blackhole, Lantas kami semua tertawa menyadari hal konyol tersebut.


***


“Seru sekali tadi” Reza berbicara, membuka topik pembicaraan “Aku tidak tahu fisika akan seseru itu”.


Aku mengangkat kepala yang hendak menyendok baso ke mulut, menatap Reza aneh, sejak kapan dia tertarik membahas pelajaran.


“Apalagi tadi pas menonton super hero itu, itu keren, dia bisa kembali ke masa lalu dengan berlari” lanjut Reza menambahkan “ Bukankah itu keren Zil?” Reza menoleh, menatap Zildan yang tengah makan baso.


Merasa namanya terpanggil, Zildan menatap Reza ketus “Kau terlalu banyak mengkhayal Za, tentu tidak ada orang yang bisa berlari secepat itu, itu hanya film, karangan-karangan penulis skenario”

__ADS_1


Reza melotot, menyesal telah bertanya pada temannya “Pengganggu suasana, setidaknya kau tertarik Zil, atau jika enggan berkomentar lebih baik diam” dia berkata kesal, tidak mau rasa antusiasnya hilang begitu saja.


Aku menatap ke dua temanku, yang satu selalu berantusias dalam hal apapun, yang satunya lagi pemalas dalam berpikir. Aneh memang, tapi hal ini adalah keunikan dari kami berteman.


Berbicara tentang tadi di kelas, Pak Erik berbaik hati memutar video film salah satu super hero yang bisa bergerak cepat, ia mendapatkan kekuatannya akibat tersambar petir yang memungkinkan dirinya berlari seperti kilat.


Di suatu moment, super hero tersebut harus menyelamatkan warga sekitar akibat adanya stunami yang akan menerjang, dia terus berlari di sepanjang jalan pantai untuk mencegah tsunami datang. Lalu di beberapa waktu ketika ia berlari, tanpa sadar ia membuka portal dimensi ke masa lalu,yang justru membuatnya kebingungan.


“Perhatikan anak-anak, walaupun ini hanya sekedar iseng bapak menerangkannya, tapi film ini cukup menarik untuk di bahas, apalagi tentang kecepatan ”Pak Erik menghentikan video tersebut, menatap kami sekitar ”Tanpa ia sadari, si super hero ini berlari terus menerus sampai titik dimana ia bergerak melebihi kecepatan cahaya, menembus ruang dan waktu, dan pergi ke masa sebelum tsunami itu datang” Jelasnya.


Ketika mendengarnya semua murid tertegun, mungkin beberapa dari mereka pernah menonton film tersebut, tapi tak memikirkannya sampai seperti itu.


Lengang sesaat sampai tiba-tiba suara bell istirahat terdengar, semua murid berseru kecewa, mereka tidak menyadari waktu sudah berlalu lama. Andaikan bisa memilih, mereka mungkin lebih baik menukarkan waktu istirahat dengan pelajaran Pak Erik tadi.


“Eh Za, nilai kau berapa tadi fisika?” ucapku bertanya, menengahi perdebatan mereka.


“Seperti biasa Ka, memprihatinkan” Reza menunduk berpura-pura mau menangis.


Aku tertawa begitu juga Zildan di sebelahku, Reza disisi lain menatapku sebal “Emang nilai kamu berapa, sampai-sampai bisa menertawaiku hah?” ucapnya ketus.


Aku tersenyum “Tidak terlalu besar, tapi setidaknya di atas rata-rata” kataku mantap “kamu gak nanya sama Zildan nilainya berapa?”.


Reza mendengus ”Tidak harus di tanya kalau si Zildan, paling-paling yang terbawah”.


Aku tertawa kecil, dalam artian lain dari kalimat Reza bahwa Zildan memiliki nilai sebaliknya.


**Vote dan Likenya.. silahkan coment jika ada kekurangan dari novel ini.

__ADS_1


Terimakasih**!!


__ADS_2