Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Bubur ayam


__ADS_3

"huh, apa yang di katakan Daniel tadi benar, aku akan bertanya kepada Nesa nanti! "


Xavier memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya, entah kenapa tadi ia sempat berpikir kotor. namun karena lelah terus menerus muntah ia malah benar-benar tertidur.


Nesa tengah mengukus nasinya agar menjadi bubur dan ia ingin melihat Xavier sebentar bagaimana keadaan laki-laki itu sekarang. saat sampai di kamar nesa melihat Xavier yang tertidur ia menghampiri laki-laki itu dan mengelus pelan kepala laki-laki itu dan mengecup kening nya.


Nesa membenarkan selimut Xavier hingga batas dada, lalu kembali meninggalkan Xavier untuk melihat buburnya. sesampainya di dapur buburnya belum matang saat di lihat lalu Nesa memilih untuk menggoreng 2 potong ayam yang sudah di ungkep nya dengan rempah.


selesai dengan menggoreng ayam, Nesa mensuir-suir ayam dan di taruh di piring setelah itu ia memotong daun bawang, setelah selesai dengan toping bubur Nesa beralih melihat panci yang berisi bubur sudah matang atau belum.


setelah melihat bubur sudah matang, Nesa mengambil 2 mangkuk dan menaruh bubur di masing-masing mangkuk Nesa membuat sdikit banyak siapa tahu bunda ingin makan bubur dan benar saja saat Nesa tengah menuangkan bubur ke dalam mangkuk bunda datang.


"sudah jadi ya? apa bunda boleh minta? " tanya bunda saat sampai di dapur.


"boleh kok, bunda bisa ambil sendiri tadi Nesa buat cukup banyak, " jawab Nesa dan mulai memasukan toping bubur, dari ayam, daun bawang, bawang goreng dan pokcoy yang ia tumis.


"baiklah Terimakasih sayang, " ucap bunda.


"iya bunda, kalau begitu Nesa ke kamar dulu ya, " jawab Nesa.

__ADS_1


bunda hanya mengangguk lalu mengambil mangkuk untuk mencoba masakan Nesa sedangkan Nesa sudah beranjak dari dapur membawa nampan yang berisi dua mangkuk bubur dan jus jeruk tidak dingin tidak lupa dengan air putihnya.


sesampainya di dalam kamar Nesa melihat Xavier masih tertidur, lalu Nesa menaruh nampan di atas meja sofa yang ada di kamar dan membangunkan Xavier yang masih terlelap.


"sayang bangun yuk, buburnya sudah matang, " ucap Nesa dengan lembut sambil menepuk pipi Xavier pelan.


"eung sudah matang? " tanya Xavier dan membuka matanya perlahan-lahan.


"sudah yuk, cuci muka dulu lalu makan, " jawab Nesa.


Xavier mengangguk lalu ia duduk dan bangun dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk cuci muka, sedangkan Nesa kembali ke meja dekat sofa untuk mengeluarkan mangkuk dari atas nampan. Xavier keluar dari kamar mandi dengan wajah fresh nya setelah mencuci muka.


Xavier duduk di samping Nesa yang duduk lesehan di karpet bulu, setelah itu mereka makan dengan antusias tidak hanya Xavier yang makan dengan antusias karena ia sejak tadi menginginkan bubur ayam terlebih di buatkan oleh istri tercinta.


Xavier makan dengan cepat semuanya ia makan bahkan sayur pokcoy nya pun ia makan meski ia kurang suka dengan sayuran tapi entah kenapa menurutnya kali ini sayuran itu sangat enak, Nesa yang melihat Xavier makan dengan lahap tersenyum setidaknya laki-laki itu menyukai masakannya.


"bagaimana enak tidak? " tanya Nesa sambil membereskan mangkuk dan memberikan jus jeruk kepada Xavier.


"enak makasih ya sayang, " jawab Xavier.

__ADS_1


Nesa hanya mengangguk saja, lalu Nesa segera keluar dari kamar untuk menaruh kembali piring kotor ke dapur dan mencucinya sebentar sedangkan Xavier menunggu Nesa di kamar dan mencari waktu yang pas untuk bertanya soal itu.


tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Nesa mencuci piring ia sudah kembali ke dalam kamar, saat Nesa kembali ke dalam kamar yang pertama ia lihat adalah Xavier yeng tengah menonton televisi di dalam kamar. Nesa menghampiri laki-laki itu dan duduk di sampingnya.


"sayang, aku boleh tanya sesuatu? " tanya Xavier saat Nesa sudah duduk di samping nya.


"tanyakan saja, memang nya ada apa? " jawab Nesa.


"apa kamu bulan ini sudah datang bulan? " tanya Xavier langsung ia tidak menghiraukan pertanyaan Nesa tadi.


Nesa yang mendengar itupun sedikit terkejut mungkin Xavier juga merasa ada yang aneh pada dirinya, Nesa tersenyum dan menggeleng menjawab pertanyaan Xavier. sedangkan Xavier yang mendapatkan gelengan dari Nesa tersenyum dan berniat untuk mengajak Nesa ke dokter.


"ke dokter nya nanti saja ya, aku ingin mencoba pakai alat tes kehamilan soalnya aku sudah beli, " ujar Nesa sebelum Xavier berkata.


"oh baiklah, tapi kenapa kamu tidak bilang soal ini? " tanya Xavier penasaran.


"awalnya mau kasih kejutan, eh tapi kamu malah nanya jadi tidak jadi deh hehe, " jawab Nesa sambil terkekeh.


"huh ya sudah lah, berdoa saja jika kamu benar-benar hamil, " ujar Xavier sambil tersenyum.

__ADS_1


Nesa tersenyum dan mengangguk lalu ia menghamburkan diri kedalam pelukan Xavier yang langsung menerima pelukan Nesa dan menahan tubuh Nesa sambil tertawa bersama.


__ADS_2