Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Fiting Gaun


__ADS_3

pagi ini Nesa dan Xavier sudah bersiap untuk berangkat menuju butik milik bunda, sebelum mereka berangkat mereka menyempatkan diri untuk makan dan di saat makan pun masih saja ada perdebatan di antara mereka berdua.


"mas bisakah pernikahan kita nanti di gelar secara sederhana saja? " tanya Nesa di sela-sela makan-nya.


"tidak bisa sayang, aku ini anak tunggal jadi wajar saja jika pernikahan kita akan sangat mewah nanti-nya, " jawab Xavier tanpa menoleh ke arah Nesa.


"huftt, harus? memang nya tidak bisa? " tanya Nesa lagi yang padahal sudah tahu apa jawaban-nya.


"tidak jika bunda yang mengatur semuanya, mustahil jika pernikahan kita sederhana meski mempersiapkan dengan waktu yang cukup singkat, " jawab Xavier memberi pengertian kepada Nesa.


"huftt baiklah, aku sudah selesai sarapan-nya kamu sudah belum? " ucap Nesa pasrah dan bertanya.


"sudah, kalau gitu ayok berangkat, " jawab Xavier dan bangkit dari duduk-nya di ikuti oleh Nesa.


seperti biasa Xavier menggandeng tangan Nesa dan mereka berjalan menuju pintu keluar, oh dan ya tadi malam mereka hanya tidur biasa dan tidak terjadi apa-apa kamar dari itu mereka masih akur.


hari ini Xavier memilih menggunakan sopir, bukan ia malas untuk menyetir ia hanya ingin saja sopir yang menyetir kali ini. sopir pribadi Xavier membuka kan pintu mobil untuk Xavier dan Nesa, setelah tuan dan nyonya muda masuk sopir itu masuk kedalam mobil juga dan segera menjalankan mobil meninggalkan mansion Xavier.


selama perjalanan hanya terjadi keheningan, Nesa enggan membuka suara ia menatap lurus ke jendela sambil membayangkan rumah tangga-nya yang sebentar lagi terjadi, entah di masa yang akan datang rumah tangga-nya akan aman-aman saja atau sebaliknya Nesa hanya bisa berharap ia dan Xavier terus bersama.


Xavier yang menyadari Nesa tengah melamun menjentikkan jari-nya di depan wajah Nesa membuat Nesa tersadar dari lamunan-nya dan tersenyum pepsodent ke arah Xavier. sedangkan Xavier hanya menggeleng melihat tingkah Nesa.


"hey kenapa melamun? kamu memikirkan apa? " tanya Xavier lembut.


"a-anu, " ucap Nesa ragu.


"katakan saja sayang ada apa? " ujar Xavier dan bertanya kembali.


Nesa terlihat sedang berpikir apakah ia harus mengatakan-nya? sebenarnya Nesa ragu jika harus mengundang ayah-nya untuk datang ke acara pertunangan dan pernikahan-nya nanti terlebih ia pernah di ancam oleh laki-laki paru baya itu.


"katakan saja, " ucap Xavier meyakinkan Nesa.


dan akhirnya Nesa mengangguk ia mengambil nafas dalam-dalam lalu ia keluar kan kembali lewat mulut, Xavier menunggu hingga Nesa berbicara sambil terus mengelus pucuk kepala Nesa.

__ADS_1


"apa kita harus mengundang ayah ku? " tanya Nesa ragu


"tentu sayang, tapi..., " ucap Xavier menggantung.


Nesa yang mendengar itu sudah merasa penasaran terlebih Xavier menggantung ucapan-nya membuat Nesa geram sendiri. sedangkan Xavier tidak memperdulikan Nesa yang sudah kesal karena ia belum juga melanjutkan ucapan-nya.


"tapi apa? aku sudah penasaran, " ujar Nesa pada akhirnya sambil mengguncang pelan lengan Xavier.


"hehe, kita mengundang keluarga-nya sebagai rekan bisnis sayang bukan sebagai ayah mu, " jawab Xavier yang gemas dengan ekspresi wajah Nesa.


"ouh begitu baiklah, " jawab Nesa mengerti.


tidak lama dari itu mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan pintu masuk butik mewah yang tidak lain pemilik-nya bunda Xavier. sopir membukakan pintu untuk mereka berdua, setelah turun dari mobil Nesa memperhatikan gedung butik yang sangat mewah membuat-nya terkagum-kagum.


Xavier tersenyum simpul melihat Nesa yang terkagum-kagum, lalu ia menggenggam tangan Nesa membuat Nesa tersadar dan mereka berjalan memasuki gedung itu dan langsung menemui bunda.


"bunda, " panggil Xavier ketika ia melihat sangat bunda tengah merapihkan gaun.


"kalian sudah datang, ya sudah sekarang pilih gaun dan tuxedo kalian ya, " ucap bunda Nesa.


Xavier di antar oleh karyawan laki-laki untuk memilih tuxedo sedangkan Nesa di suguhi oleh beberapa gaun pernikahan dan gaun pesta yang sudah di siapkan oleh bunda Xavier.


"baiklah kamu pilih gaun untuk pengantin dan untuk tunangan mu nanti, " ujar bunda Xavier memberi tahu.


"huh banyak sekali bunda, aku bingung, " jawab Nesa kebingungan.


"pilihan yang nyaman untuk mu sayang, " ucap bunda Xavier sambil menemani Nesa memilih gaun.


sekitar 15 menit Nesa baru selesai memilih gaun sedangkan Xavier sudah selesai beberapa menit lalu dan sekarang ini menunggu Nesa yang tengah mencoba gaun-nya... Nesa keluar dari bilik ganti pakaian dan berjalan menuju Xavier yang tengah fokus dengan handphone.


"wah cantik-nya menantu bunda, " ujar bunda Xavier setelah melihat Nesa menggunakan gaun pilihan-nya.


Xavier yang mendengar itu langsung mendongak dan melihat ke arah Nesa, dan benar saja Nesa sangat cantik saat ini, dengan gaun putih pengantin rambut yang di gerai begitu saja juga wajah yang cantik natural tanpa polesan make-up sedikit pun.

__ADS_1


"bagaimana? " tanya Nesa kepada Xavier pasalnya Xavier hanya diam sambil menatap-nya.


"cantik itu saja, " jawab Xavier dengan wajah datar meski sebenarnya ia terpesona.


Nesa mengangguk lalu melihat ke arah bunda jika ia memilih gaun yang tengah ia pakai, bunda mengangguk dan menyuruh Nesa untuk berganti pakaian lagi biar gaun dan make-up akan ia siapkan.


setelah berganti pakaian Nesa menuju Xavier lagi yang masih asik dengan handphone-nya bahkan kedatangan Nesa pun ia tidak menyadari-nya. Nesa duduk di samping Xavier dan menyenggol lengan Xavier, Xavier yang merasa lengan-nya di senggol melihat ke arah sampai tepat ke di mana Nesa duduk.


"aku sudah selesai, emm aku ingin ke rumah teman ku boleh ? aku belum sempat meminta maaf kepada-nya, " ucap Nesa dan meminta izin kepada Xavier.


"baiklah tapi aku yang antar ya, " jawab Xavier.


Nesa yang mendengar itu merasa senang karena di izinkan untuk ke rumah Shafira meski harus di antar, ia juga tidak mau kejadian beberapa hari lalu terulang kembali.


"baiklah aku setuju, kalau begitu kita pamit dulu ke bunda, " ucap Nesa.


Xavier mengangguk lalu mereka berdua mencari keberadaan bunda dan meminta izin untuk pulang... setelah mendapat kab izin dari bunda mereka berdua bergegas untuk pergi, kali ini Xavier meminta sopir-nya untuk pulang naik taxi karena ia akan membawa mobil-nya sendiri.


"makasih ya mau antar aku hehe, " ucap Nesa saat mereka sudah di dalam mobil.


"No problem sayang, apapun akan aku lakukan, " jawab Xavier dan mulai meninggalkan parkiran butik dan mulai memasuki arena jalan raya.



...Gaun pernikahan...



...Tuxedo pernikahan...



...Gaun tunangan...

__ADS_1



...Tuxedo tunangan...


__ADS_2