
selesai sarapan di antara mereka berempat tidak ada yang bergerak sama sekali, semuanya hanya diam sedangkan Xavier tengah menyiapkan kata-kata yang akan ia keluarkan sedangkan Nesa termenung bingung bagaimana mau bertanya kepada Xavier tentang hasilnya.
sedangkan kedua orang tua Xavier hanya saling pandang dan menunggu dari salah satu orang di hadapan mereka berbicara, untuk menjelaskan hasil tes. kedua orang tua Xavier memang sudah tahu jika Nesa akan tes kehamilan karena di beri tahu oleh bunda.
Xavier menarik napas dan membuangnya secara perlahan, ia tahu jika kedua orang tuanya tengah menunggu namun tidak tahu jika mereka tahu Nesa akan melakukan tes kehamilan. dengan yakin Xavier berucap dengan matang sambil mengeluarkan alat tes kehamilan yang bergaris dua.
"selamat bunda ayah, sebentar lagi akan memiliki cucu! " tegas Xavier tanpa ekspresi.
tentu saja perkataan itu membuat Nesa dan bunda terkejut, mereka pikir jika Nesa tidak hamil mengingat saat melihat wajah Nesa pagi ini tidak enak di pandang sama sekali. Nesa menatap Xavier penuh tanya, haru dan juga bingung.
"a-aku ha-hamil? bukannya aku belum hamil? " tanya Nesa memastikan.
"coba kamu lihat alat tes kehamilan itu menunjukkan apa? sepertinya semalam saat sedang menunggu hasil keluar kamu malah meninggalkan demi nasi goreng bukan? " jawab Xavier sambil tersenyum.
Nesa mengingat kejadian semalam lagi, lalu dengan gerakan cepat Nesa segera mengambil alat tes kehamilan dan benar sana hasilnya adalah garis dua, Nesa menatap Xavier dan alat tes kehamilan itu dengan berkaca-kaca begitu juga bunda yang langsung memeluk ayah dengan sangat bahagia.
Nesa langsung menubruk tubuh Xavier dan memeluk laki-laki itu dengan erat, Xavier membalas pelukan Nesa tidak kalah eratnya, ia juga bahagia karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan momongan.
"selamat ya sayang, harus banyak istirahat dan jangan berpikir yang aneh-aneh oke? " nasehat bunda dan memeluk Nesa.
Nesa membalas pelukan bunda dan mengangguk, dan pada akhirnya mereka berpelukan layaknya teletubbies dan berhenti kala suara dering handphone Xavier dan ayah yang berbunyi barengan.
__ADS_1
"astaga aku melupakan sesuatu jika masalah belum selesai, " ucap Xavier sambil menepuk keningnya sendiri.
"huh, tapi sudah ada yang menemukan lokasinya jadi tinggal tangkap saja! sudahlah kita berbahagia nanti lagi harus segera menyelesaikan masalah ini! " timpal ayah sambil melihat ke arah layar handphone.
"baiklah, kalian sangat sibuk sebaiknya berangkat sekarang, " ucap bunda.
"yap, benar agar cepat selesai juga, " timpal Nesa.
lalu mereka berempat bangun dari duduk mereka dan segera menuju pintu utama, Nesa dan bunda mengantar suami mereka masing-masing hingga mobil mereka sudah tidak terlihat lagi baru mereka masuk ke dalam rumah untuk kembali mengobrol dan memilih waktu untuk pemeriksaan pertama Nesa.
sesampainya mereka di keluarga, bunda bertanya mengapa Xavier lebih tahu dari pada Nesa tentang tes kehamilan dan juga menjadwalkan kapan mereka akan melakukan pemeriksaan keseluruhan tentang jani yang di kandung Nesa.
"Nesa kenapa Xavier tahu sedangkan kamu tidak? bisa kamu jelaskan kepada bunda? " tanya bunda mulai membuka obrolan.
"Nesa juga baru ingat jika lupa membereskan kamar mandi setelah Nesa pakai saat Xavier mulai mandi, namun saat Xavier keluar ekspresi wajah Xavier sangat tidak enak di pandang Nesa pikir Nesa tidak positif ternyata kebalikan nya, " jawab Nesa menjelaskan
"astaga, kamu ini heheh, ya sudah lusa kita pemeriksaan yah bunda mau tahu bagaimana keadaan baby di perutmu, " ucap bunda dan mengelus perut Nesa.
Nesa hanya mengangguk saja, toh selama ada bunda apapun akan mudah di kerjakan makan dari itu Nesa sangat menyukai bunda, mereka kembali mengobrol entah tentang perlengkapan bayi atau larangan-larangan ibu hamil.
sedangkan di lain tempat di waktu yang sama, Xavier masih di perjalanan menuju perusahaan, ia menggunakan supir jadi ia mudah untuk menghubungi Daniel tanpa takut terjadi kecelakaan yang fatal.
__ADS_1
"halo, bagaimana dengan orang itu? " tanya Xavier langsung saat telepon sudah tersambung.
"berjalan lancar, orang dari perusahaan sudah sampai di sana dan tengah mengepung dengan orang ku! " jawab Daniel dari sebarang telepon.
"baiklah terimakasih, berikan aku rekening orang itu dan juga kamu akan mendapatkan bonus dari ku atas kerja keras mu! "
"ada apa ini? sepertinya kamu sedang senang dan juga kamu sangat jarang memberikan ku bonus lebih awal, "
"hehe, ya aku sedang sangat senang, dugaan mu kemarin benar istri ku hamil, "
"apa kamu serius? wah selamat akhirnya aku akan mendapatkan keponakan, "
"ya terimakasih, sudah aku matikan sebentar lagi akan sampai, ".
tut
Xavier mematikan sambung telepon dan akan bersiap untuk turun, mereka sudah sampai di perusahaan dan mobil berhenti tepat di depan pintu utama perusahaan. Xavier turun dengan senyuman yang sangat jarang ia perlihatkan kepada seluruh karyawan di perusahaan nya membuat mereka semua bertanya-tanya ada apa dengan bos mereka?.
***************
holaaa, aku bawa rekomendasi lagi nih jangan lupa mampir ya di jamin seru lohhhh
__ADS_1