Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Welcome Alexander Yudista Miller & Zergan Yudista Miller END


__ADS_3

Xavier sempat panik saat melihat Nesa pingsan. namun kata dokter Nesa tidak apa-apa hanya kelelahan saja. mendengar itu Xavier menghela napas lega. lalu ia ingin melihat anaknya namun di larang oleh dokter.


bayi akan di bawa untuk di masukan ke dalam inkubator, Xavier yang mendengar itu hanya mengangguk saja. lalu ia dipindahkan suruh keluar oleh dokter karena Nesa akan di jahit.


Xavier keluar dari ruang bersalin dan melihat bunda dan ayah yang sudah menantikan cucu mereka. Xavier dengan wajah lesu dan mengantuk tersenyum dan mengatakan jika bayi mereka sudah lahir dengan sehat.


"alhamdulilah, bayinya sudah lahir tanpa cacat, " ujar Xavier dengan senang.


"sukurlah, akhirnya aku benar-benar menjadi seorang nenek, " ucap bunda dengan senang dan memeluk ayah.


lalu tidak lama kemudian, kedua bayi yang baru saja di lahirkan di bawa keluar dan langsung menuju tempat para bayi di taruh. setelah bayi di bawa keluar di susul oleh brangkar yang di tiduri oleh Nesa untuk memindahkan wanita itu ke ruang rawat inap.


Xavier, ayah dan bunda langsung mengikuti suster yang membawa Nesa. setelah sampai di ruang rawat Xavier menghampiri Nesa yang belum sadar lalu mengecup kening wanita itu tanpa sadar ia meneteskan air mata dan itu di lihat oleh ayah dan bunda yang tertawa.


"haha, aku tahu rasanya melihat istri melahirkan dan mempertaruhkan nyawa demi bayinya lahir... meski tidak merasakan sakitnya tapi aku tahu itu sangat sakit, " ucap ayah yang langsung membuat Xavier menghapus air matanya malu.


"ya, terlebih anakku kembar pasti sangat sakit, " jawab Xavier dengan senyum.


"cieee anak bunda sudah jadi ayah, sudah komplit keluarganya, " ucap bunda membuat Xavier malu.

__ADS_1


melihat anak mereka yang malu, ayah dan bunda tidak segan-segan untuk menggoda Xavier hingga anak mereka itu kesal dan marah kepada kedua paru baya itu. saat tengah asih tertawa tiba-tiba ada pergerakan dari Nesa membuat Xavier langsung mengalihkan perhatiannya kepada wanita itu.


lalu tidak lama kemudian di susul dengan terbukanya mata Nesa, pertama kali yang Nesa lihat adalah Xavier ya berada di sampingnya sambil memanggilnya dan ia melihat ke sekeliling ada ayah dan bunda yang masih menunggunya.


"sayang, apa kamu sudah jauh lebih baik? " tanya Xavier khawatir.


"ya, hanya masih lemas saja, " jawab Nesa lemah.


"tidak apa-apa sayang, kamu juga harus banyak istirahat, " sahut Xavier.


Nesa hanya mengangguk dengan lemah. lalu ia melihat ke sekeliling namun tidak melihat keberadaan bayi, bunda yang paham langsung memberi tahu wanita itu jika bayi mereka masih ada di ruang bayi rumah sakit.


tidak lama kemudian pintu ruang rawat terbuka dan masuklah dokter dan dua suster yang mendorong inkubator ke dalam ruang rawat. Nesa yang melihat kedua bayinya lahir dengan selama merasa senang lalu ia di bantu duduk oleh Xavier.


"baiklah, karena ibu sudah sadar... saya akan mengajarkan cara menyusui dan biarkan bayi terbiasa terlebih dahulu, " ucap dokter dan mengambil salah satu dari bayi yang terbangun dan mengantar ke arah Nesa.


"dok, yang pertama yang mana ya? " tanya Nesa saat sudah menerima bayi di tangannya.


"yang pertama yang lagi di gendong bu, " jawab dokter dengan ramah.

__ADS_1


lalu dokter mulai membantu Nesa cara menyusui dengan benar. hal itu terus di perhatikan oleh Xavier ia tidak menyangka jika anaknya benar-benar menjiplak wajahnya saat bayi, hanya kulitnya saja yang ikut dengan Nesa.


setelah bergantian menyusui kedua bayinya. dokter yang sudah menjelaskan secara rinci apa saja yang harus di lakukan ibu menyusui dan apa saja yang di larang untuk di makan saat tengah menyusui, dokter langsung berpamitan untuk pergi meninggalkan mereka semua.


"baiklah, kalau begitu saya pamit nanti jika ada apa-apa langsung pencet tombol di samping kasur ya... permisi, " ucap dokter lalu melangkah pergi dari ruang rawat inap Nesa.


"baik terimakasih dok, " ucap Xavier dan Nesa barengan.


"uh baiklah, bunda kan lagi gendong anak kedua kelian nih, mau di kasih nama siapa? " tanya bunda yang tengah menggendong cucu keduanya.


" oh iya, sayang kamu sudah siapkan namanya kan? " tanya Nesa sambil menatap Xavier yang tengah menggendong putra pertamanya.


"sudah, putra pertama ku kasih nama Alexander Yudista Miller sedangkan putra kedua ku kasih nama Zergan Yudista Miller, " ucap Xavier dengan menatap Nesa dan kedua bayinya bersamaan.


Nesa tersenyum mendengar nama yang bagus itu di ucapkan. ia melihat ke arah dua bayi yang tertidur dengan lelap di gendongan ayah dan neneknya. kedua bayi Nesa bisa di bedakan Alexander bermata hitam legam sedangkan Zergan lebih sedikit kehijauan.


"selamat datang, Alexander dan Zergan, " ucap Nesa dengan haru.


mereka semua tertawa dengan bahagia karena lahirnya penerus keluarga Miller. mereka berharap kelahiran kedua bayi itu akan mendatangkan kebahagiaan yang melimpah kepada ayah ibu, dan nenek kakeknya.

__ADS_1


...-END-...


__ADS_2