Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
first kiss?


__ADS_3

"sepertinya bermain sebentar tidak apa-apa kan sayang,?" bisik Xavier dan menjilat belakang telinga Nesa.


Nesa langsung berdiri kalau mendengar bisikan dari Xavier dan jilatan di belakang telinga-nya, ia menatap horor kepada Xavier yang tersenyum menyebalkan menurut Nesa.


"bukankah tadi aku sudah bilang? " ucap Nesa ketus.


Xavier memutar bola matanya malas, baru kali ini ia di tolak oleh wanita terlebih dia kekasih Xavier meski hanya kekasih pura-pura namun tak masalah bukan melakukan hal itu? pikir Xavier.


"oh ayolah sayang, apakah kamut idak mau bermain denganku hm? " tanya Xavier sambil mendekat ke arah Nesa.


Nesa yang melihat Xavier mendekat berjalan mundur hingga terpenting dinding kamar Xavier dan terjebak di bawah kungkungan Xavier, Xavier tersenyum penuh arti dan mendekatkan wajah-nya ke wajah Nesa.


"jangan Xavier, " ucap Nesa yang sudah ketakutan.


"hanya sebentar, " bisik Xavier pelan.


Nesa bisa merasakan hembusan nafas Xavier mengenai wajah-nya, wangi mint yang keluar dari nafas Xavier membuat fikiran Nesa terbang melayang tanpa aba-aba Xavier mencium leher putih mulus Nesa dan meninggalkan bekas kepemilikan-nya.


"xa-xavier lepaskan kumohon, " mohon Nesa sambil berusaha mendorong tubuh Xavier.


otak dan fikiran-nya menolak namun mendapatkan sentuhan lembut dari Xavier membuat tubuh-nya tidak bisa menolak. namun karena Nesa masih ingat masa depan ia berusaha menjauh dari tubuh Xavier yang mulai mengganas.


"ku mohon sebentar saja Nesa, " bisik Xavier parau dan menjilat daun telinga Nesa.


"no... aku tidak mau Xavier, " ucap Nesa menolak keras.


tanpa mau mendengar ucapan Nesa, Xavier langsung melahap bibir ranum Nesa, mencium-nya dengan sedikit kasar, mengecap bibir bawah juga bibir atas Nesa yang terasa manis di bibir-nya. Xavier melakukan itu namun berhenti kala mendengar suara tangis Nesa.


Nesa hanya diam saat Xavier menerkam bibir-nya, namun tidak lama kemudian air mata-nya menetes dan mengalir dengan deras membuat Xavier menghentikan aksi-nya itu. Xavier melihat ke arah Nesa yang sedang menangis sesegukan merasa bersalah.


"ma-maafkan aku, " ucap Xavier dan langsung memeluk Nesa dengan erat.

__ADS_1


Nesa masih terus menangis di dalam dekapan Xavier, Xavier merutuki diri-nya sendiri karena mungkin ini kali pertama untuk Nesa. Nesa maafkan Xavier yang khilaf melihat bibir ranumu itu.


"maafkan aku, " ucap Xavier sekali lagi.


"my first kiss, hiks..., " lirih Nesa.


Xavier masih bisa mendengar lirihan Nesa, dadanya merasa sakit kala Nesa menangis tersedu-sedu. ternyata masih ada wanita yang menjaga kesucian mereka dengan sangat baik dan baru kali ini juga Xavier menemukan wanita seperti itu. salah satunya Nesa.


Nesa melepaskan paksa pelukan Xavier dengan menatap nanar kepada Xavier yang juga menatap-nya dengan rasa bersalah, Nesa melayangkan satu tamparan keras tepat mengenai pipi sebelah kiri Xavier.


plakk.


"BRENGSEK! " teriak Nesa dan kabur keluar dari kamar Xavier.


Nesa melangkah kan kaki-nya entah kemana, ia hanya mengikuti langkah kaki-nya saja, sambil terus menangis Nesa tanpa sadar berjalan ke arah taman belakang mansion Xavier, sejujurnya ia tidak tahu tempat di mansion Xavier namun karena ia tidak menyadari langkah-nya ia malah di bawa menuju taman belakang mansion.


Nesa melihat hamparan rumput yang hijau di sana dan sangat luas. Nesa berjalan menuju salah satu bangku yang tersedia dari sana Nesa menangis tersedu-sedu di sana sambil terus mengutuk Xavier yang telah melecehkan-nya.


Xavier langsung mengejar Nesa saat Nesa sudah keluar dari kamar-nya, Xavier sempat kehilangan langkah Nesa yang cukup cepat tadi namun karena ada yang melihat Nesa ke taman belakang Xavier langsung melangkah-kan kaki-nya menuju taman belakang.


setelah sampai di taman belakang dimana Nesa berada, Xavier tidak langsung menghampiri Nesa yang tengah menangis tersedu-sedu, Xavier memperhatikan Nesa dari jauh takut-takut jika Nesa melakukan hal nekat bukan?.


Xavier mendengar semua cacian dari bibir nes ayang keluar untuk-nya, bukan-nya marah Xavier justru merasa sangat bersalah karena ia yakin jika Nesa akan memberikan semua itu kepada suami-nya nanti. tapi... Nesa tidak akan jauh dari-nya sampai kapan pun jadi apakah salah jika Xavier meminta itu?.


setelah Nesa sudah jauh lebih tenang dan tidak menangis lagi hanya tinggal sesegukan saja, Xavier menghampiri Nesa dan memeluk Nesa dari belakang. Nesa yang di peluk seseorang dari belakang hanya diam saat mengetahui siapa yang memeluk-nya.


"maafkan aku Nesa, aku kira ini bukan yang pertama untuk mu, " ucap Xavier jujur.


"apa maksud mu? " tanya Nesa yang tidak mengerti ucapan Xavier.


Xavier menghela nafas ia takut jika ia jujur nanti akan semakin menyakiti hati Nesa, Xavier tidak menjawab pertanyaan dari Nesa dan mereka sama-sama terdiam Nesa menikmati angin semilir siang sedangkan Xavier yang menikmati harum tubuh Nesa yang memabukkan.

__ADS_1


"apa maksud dari ucapan mu?! " tanya Nesa memaksa setelah lama terdiam.


"aku, aku kira kamu seperti wanita di luaran sana, " ucap Xavier pelan namun masih bisa di dengar oleh Nesa.


Nesa tertawa sumbang, sungguh ia tidak menyangka jika Xavier benar-benar menganggap-nya murahan, apakah Nesa semurah an itu karena menerima perjanjian kekasih pura-pura? tidak bukan itu pun karena Xavier yang memaksa terlebih dahulu.


"haha, aku tak menyangka jika kamu menilai ku serendah itu, " ucap Nesa pilu.


"maaf... seumur hidup ku, aku tidak pernah menemukan wanita yang benar-benar menjaga diri mereka... yang selalu ku temukan wanita yang sering menggoda ku hanya demi uang dan kepuasan ranjang saja, " jujur Xavier mencoba menjelaskan.


"tidak semuanya Xavier, masih banyak wanita yang menjaga mereka namun kamu belum menemukan-nya dan baru kali ini bukan? " ucap Nesa panjang lebar dan di akhiri pertanyaan.


Xavier hanya mengangguk, sungguh ia baru kali ini menemukan wanita seperti itu bahkan Jessica mantan tunangan-nya sering menggoda-nya dan bahkan mereka Xavier fan Jessica sering melakukan itu karena godaan dari Jessica.


keduanya terdiam, entah aoa yang di fikirkan Nesa membuat-nya tersenyum pilu tanpa Xavier sadari. sedangkan Xavier masih merasa bersalah karena maaf-nya belum juga di maafkan oleh Nesa sampai detik ini.


"Vanesa maafkan aku, ku mohon, " mohon Xavier lirih.


"sudah ku maafkan, tapi... jika kamu melakukan itu lagi jangan salahkan aku jika milikmu ku tendang, " ucap Nesa serius.


Xavier yang mendengar itu langsung melihat kebawah dan membayangkan jika Nesa menendang milik-nya, mungkin akan mengalami bengkok? huh sangat mengerikan bukan? Xavier langsung menggeleng dan mengangguk untuk tidak melakukan itu lagi.


"oh ya Nesa aku ingin menanyakan sesuatu boleh? " tanya Xavier takut-takut.


"sebelum itu, bisakah kamu duduk? " ucap Nesa dan langsung di turuti oleh Xavier yang langsung duduk di sebelah Nesa.


"sudah jadi boleh aku bertanya? " tanya Xavier lagi setelah duduk sambil menatap Nesa.


"ya silahkan, memang-nya kanu ingin menanyakan apa? " ucap Nesa dan balik bertanya.


"apa kamu... masih perawan? " tanya Xavier hati-hati, takut -takut jika Nesa marah dan kembali menampar-nya.

__ADS_1


__ADS_2