
Xavier masih pulas dalam pangkuan Nesa, awalnya Nesa ingin membangunkan Xavier dan mengajaknya pindah untuk tidur di kamar namun melihat betapa nyenyaknya ia tidur Nesa jadi tidak tega dan membiarkan Xavier tidur di pangkuannya.
Akhirnya Nesa lebih memilih untuk kembali menonton televisi dengan santai, sambil menunggu Xavier bangun dari tidurnya, selama itu pula Xavier tidur di pangkuan Nesa hingga pukul 3 sore.
"hey bangun, sudah sore, " ucap Nesa sambil mengelus pipi Xavier.
Xavier tidak menggubris Nesa ia hanya menggeliat mencari tempat untuk kembali menyamankan diri-nya, Nesa hanya bisa menggeleng dan menghembuskan napas kasar karena Xavier susah jika di bangunkan.
"sayang bangun udah sore, nanti bunda nyariin kamu, " ucap Nesa lagi mencoba membangunkan Xavier.
"eumm... lima menit lagi, " jawab Xavier sambil menyamankan diri.
"tidak sekarang! bangun, " ucap Nesa sudah tidak tahan lagi.
"iya, ini aku bangun, " ujar Xavier dna mendudukkan diri sambil menguap lebar.
Nesa hanya bisa menggeleng, setelah itu Nesa merapihkan kemeja Xavier yang berantakan dan juga rambutnya, sedangkan Xavier hanya menikmati usapan dari Nesa saat sedang membenarkan rambutnya.
"sekarang jam berapa? " tanya Xavier yang masih sayu karena baru bangun tidur.
"jam 3 sore, kamu mau mandi dulu atau langsung pulang? " jawab Nesa dan bertanya.
bukan nya menjawab, Xavier malah langsung memeluk Nesa dari samping, dan mengusel-usel di ceruk leher Nesa membuat Nesa hanya bisa menghela nafas kasar, karena Xavier sangat manja hari ini.
"nanti dulu, aku baru bangun tidur, " ucap Xavier pada akhirnya sambil mencium harum tubuh Nesa.
sebelum mereka berpisah selama tiga hari, yang menurut Xavier itu sangat lama, Nesa hanya mengangguk ia mengelus kepala Xavier yang membuat Xavier semakin nyaman di dalam pelukannya.
"udah yuk, mandi abis itu makan setelah itu kamu pulang, sebelum di omelin sama Bunda, " ucap Nesa membujuk Xavier.
__ADS_1
"lima menit lagi ya? " pinta Xavier yang masih ingin berlama-lama.
"tidak! awas, aku siapin dulu baju kamu, " ujar Nesa tegas.
Nesa bangkit dari duduknya membuat Xavier mau tidak mau hanya bisa menurut, Nesa langsung menuju kamar yang di ikuti oleh Xavier di belakangnya. selama menyiapkan air hangat dan juga pakaian Xavier yang akan di kenakan.
Xavier hanya duduk di atas kasur sambil menatap Nesa yang terus mondar mandir.
"sudah mandi sana, " ucap Nesa sambil melemparkan handuk baru ke arah Xavier dan melenggang pergi untuk menyiapkan makan siang yang sudah kelewatan.
Xavier hanya bisa mengangguk, ia mengambil handuk itu dan berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan karena memang malas untuk mandi dan juga pulang, ia benar-benar tidak mau berjauhan dengan Nesa.
sedangkan Nesa berkutat di dapur, ia hanya membuat omlet telur dan juga membuat sup untuk hidangan makan siang yang kelewatan itu, setelah selesai masak Nesa menunggu Xavier turun untuk makan.
tidak lama dari itu sosok Xavier datang dan langsung duduk di hadapan Nesa yang tengah tersenyum, dengan muka masam Xavier menerima piring yang di berikan oleh Nesa sedangkan Nesa hanya bisa menggeleng dan menahan senyum.
"iya, "
setelah itu tidak ada percakapan di antaranya mereka sampai makan siang selesai, setelah makan siang selesai Nesa langsung membereskan peralatan makan dan mencucinya seperti biasa Xavier hanya memperhatikan dari meja makan.
"pelan-pelan nyuci piringnya, aku tidak mau sampai kamu terluka ya, " peringat Xavier sambil terus memperhatikan Nesa.
"iya aku tahu, " jawab Nesa sambil tersenyum.
setelah menyelesaikan cuci piringnya, Nesa bersiap untuk mengantarkan Xavier hingga pintu apartemen, meski sebelum pulang Xavier merengek untuk tinggal lebih lama namun dengan tegas dan lembut Nesa berhasil membujuk Xavier untuk pulang.
"aku pulangnya nanti malam aja ya? " pinta Xavier sambil memeluk pinggang Nesa.
"tidak kamu pulang sekarang Oke? memang nya mau kita tidak bertemu lebih lama lagi? hmm," tanya Nesa dengan lembut.
__ADS_1
"No, itu tidak akan terjadi tapi tiga hari itu lama Nesa, " ucap Xavier cemberut.
"itu sebentar ok, sekarang sebaiknya kamu pulang nanti di tunggu sama Bunda, " ucap Nesa.
Xavier hanya bisa pasrah ia hanya mengangguk dan memeluk erat Nesa sebelum pergi sebagai salam perpisahan untuk tiga hari ke depan, Nesa membalas pelukan Xavier dan tersenyum lembut.
"pulang nya hati-hati jangan ngebut ya?, " nasehat Nesa.
"iya, I Love You, " jawab Xavier sambil mengecup singkat kening Nesa.
"I love you too, " jawab Nesa sambil tersenyum.
lalu dengan enggan Xavier meninggalkan Nesa yang berdiri di depan pintu apartemen, sambil memperhatikan punggung tegap Xavier hingga menghilang di dalam lift. setelah Xavier sudah tidak kelihatan di indra penglihatan nya Nesa kembali masuk.
Nesa masuk ke dalam tidak lupa mengunci pintu apartemen dan segera membersihkan diri, karena ia belum sempat membersihkan diri sejak pulang dari rumah sakit... sedangkan Xavier yang berada di mobil tidak menghiraukan nasehat dari Nesa ia melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga sampai di kediaman Miller, Mansion orang tuanya.
...PROMOSI BAB...
Terjadi bencana dasyat di seluruh dunia pada tahun 2056. Semua gunung didaratan dan kedalaman lautan di kawasan ring of fire lingkaran fasifik meletus.
Pada saat yang bersamaan muncul retakan dimensi diberbagai tempat di seluruh dunia dan mengeluarkan banyak monster dan Ras Asing ke permukaan bumi.
Gerhana seorang karyawan biasa yang menantikan kelahiran anak pertamanya jatuh kedalam retakan dimensi ketika bencana itu terjadi dan terjebak di alam semesta yang berbeda selama 36 juta Era.
Ketika Gerhana berhasil kembali ke bumi dia sangat merindukan keluarganya sekaligus khawatir karena melihat umat manusia selalu dalam bahaya di kepung monster dan alien dari ruang angkasa.
Gerhana berencana membuat seluruh umat manusia menjadi kuat bahkan menjadi penguasa alam semesta.
__ADS_1