Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Jalan-jalan sore keliling komplek


__ADS_3

seperti yang di bicarakan oleh Xavier tadi, sekarang mereka berdua tengah bersiap untuk berjalan-jalan di sekitar komplek setelah makan salat buah. Nesa berganti pakaian terlebih dahulu baru mereka berjalan-jalan.


Xavier tidak mengajak Nesa berjalan-jalan terlalu jauh, hanya beberapa blok dari mansion keluarga Miller dan mereka memutuskan untuk ke taman komplek yang banyak anak-anak bermain di sana dan juga pasti banyak ibu-ibu yang menjaga anak mereka.


"nanti mampir ke taman komplek yah, mau liat keramaian di sana, " pinta Nesa kepada Xavier.


"ya, baiklah, "


mereka baru keluar dari rumah dan baru beberapa langkah saja. namun karena komplek yang besar dan rumah di sana tidak kecil membuat Nesa baru berjalan beberapa meter saja sudah lelah, namun ia tidak peduli karena kata dokter ibu hamil juga sebaiknya berjalan selama 30 menit agar nantinya saat melahirkan lebih mudah.


sedangkan Xavier terus berjaga-jaga di samping Nesa, meski ia tahu jika Nesa kuat tetap saja ia khawatir akan terjadi sesuatu kepada bumil satu ini. mereka berjalan-jalan sore sambil berpegangan tangan dan sesekali membalas sapaan dari tetangga yang melihat mereka.


"aku jarang keluar dan berkeliling, ku pikir komplek besar seperti ini akan sepi ternyata malah lebih ramai, " ujar Nesa sambil melihat ke sekitar yang masih sejuk karena masih banyak pohon.


"ya memang cukup ramai, karena rata-rata orang yang menghuni komplek ini hanya suami, kepala keluarga atau anak-anak yang sudah cukup umur saja yang kerja, sedangkan para ibu hanya berdiam di rumah dan sesekali membuat acara arisan dengan tetangga, " jelas Xavier memberi tahu Nesa.


Nesa mendengarkan penjelasan dari Xavier, ia mengangguk mengerti karena komplek tempat tinggal keluarga Miller dan keluarga nya berbeda, komplek tempat ayahnya tinggal sangat sepi karena rata-rata semua orang berkerja dan hanya ada anak serta asisten rumah tangga yang berada di rumah.


mereka karena terlalu asik mengobrol tidak sadar jika mereka sudah hampir sampai di taman komplek. sesampainya di sana banyak anak-anak dan ibu-ibu yang tengah bermain dan menjaga anak, Nesa tersenyum melihat itu semua.

__ADS_1


sedangkan Xavier tengah mencari tempat duduk yang masih kosong untuk di tempati mereka. setelah dapat tempat kosong Xavier mengajak Nesa untuk duduk di sana, pas sekali Xavier mendapatkan tempat duduk tepat di bawah pohon yang rindang membuat suasana jadi adem.


meski di bawah pohon rindang, namun tempat itu tetap ramai entah ada penjual kaki lima ada juga ibu dan anak yang duduk di dekat mereka atau anak-anak yang berlari bermain di sekitar sana.


"kamu haus tidak? " tanya Xavier perhatian.


"iya aku haus, tapi mau jajan telur gulung juga, " jawab Nesa.


"baiklah aku belikan, hanya telur gulung? atau apa lagi? biar aku belikan, "


"emm, mau telur gulung sama pentol deh, kasih saus ya yang banyak, "


"yah, baiklah terserah kamu mau memberikannya seberapa yang penting aku ingin telur gulung dan pentol ya, "


"baiklah, kamu tunggu di sini aku akan belikan, "


Nesa mengangguk, lalu Xavier bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan Nesa untuk mencari air mineral dan membelikan pesanan Nesa. sedangkan Nesa yang menunggu memperhatikan ada sebuah keluarga kecil yang tengah bercanda dengan anak mereka dan Nesa pun berharap jika keluarga kecilnya akan seperti itu juga.


Xavier membeli telur gulung dan pentol, masing-masing 10 ribu. saat menunggu pesanan jadi Xavier sesekali melihat ke arah Nesa takut-takut wanita itu tiba-tiba menghilang, namun yang ia lihat adalah Nesa tengah tersenyum sambil melihat keluarga komplit membuat Xavier juga ikut tersenyum.

__ADS_1


setelah pesanan nya jadi, Xavier membayar dan kembali ke samping Nesa sambil memberikan air mineral dan juga pesanan Nesa. Nesa sempat protes karena Xavier membelikan pentol dan telur gulung lumayan banyak, namun mengingat mereka akan makan berdua jadi pasti akan habis.


"enak tidak? " tanya Nesa.


"lumayan, hanya saja terlalu kecil, "


"ya tentu saja kecil, karena harganya seribuan jika dua ribu mungkin akan lebih besar dari ini, "


"pentol nya enak banget, kamu suka tidak? "


"suka, hanya saja porsinya terlalu sedikit, "


Nesa meringis mendengar jawaban dari Xavier yang selalu bilang porsinya sedikit dan ukurannya kurang besar, namun ia tetap menikmati pentol dan telur gulung itu. setelah makan telur gulung dan pentol Xavier mengajak Nesa pulang karena hari semakin sore dan katanya ibu hamil tidak boleh keluar malam atau saat menjelang magrib.


"yuk kita pulang, " ajak Xavier dan menggandeng tangan Nesa, sedangkan Nesa hanya menurut saja.


****************


halo guyss, author bawa rekomendasi nih jangan lupa mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2