Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Coklat Panas


__ADS_3

sehabis mandi tadi, Nesa dan Xavier tengah berada di balkon kamar sambil menikmati coklat panas, tidak hanya Nesa yang menikmati coklat panas sedangkan Xavier meminum kopi sambil merokok.


"sayang, gofood dong, " pinta Nesa dengan manja.


"mau gofood apa? jangan terlalu sering makan yang instan ah, " ujar Xavier yang mengepulkan asap dari sela-sela bibir nya.


"ihh, aku kan jarang minta gofood ke kamu! aku cuma mau seblak boleh ya? "


"seblak? pedes? tidak kalau pedas, "


"jangan yang pedas, pesen yang original aja itu biasanya tidak pedas, "


Xavier hanya diam sejujurnya ia tidak mau jika Nesa terlalu banyak makan seblak terlebih seblak terkenal dengan rasa pedasnya, apalagi perempuan yang makan pasti pedasnya bukan main.


Xavier menghela napas kala melihat wajah Nesa yang memohon bahkan hendak menangis, membuatnya mau tidak mau menuruti permintaan wanita nya itu. dengan terpaksa Xavier memberikan handphonenya kepada Nesa dan dengan senang hati Nesa menerima handphone Xavier.


"ingat jangan pedas-pedas! " ujar Xavier yang masih terus memperhatikan layar handphone nya.


"tenang aja, " jawab Nesa yang sudah mulai mengutak atik handphone suaminya itu.


Nesa tidak hanya membeli seblak, ia juga membeli kebab dan pizza setelah semuanya ia pesan dan bayar lewat aplikasi, Nesa mengembalikan handphone Xavier dan kembali menikmati coklat panas nya yang masih banyak.

__ADS_1


"sudah? " tanya Xavier saat menerima handphone dari Nesa.


"sudah, oh ya nanti setelah aku melahirkan baby di taruh di kamar kita aja ya? aku takut kalau kejauhan, " ujar Nesa memberikan ide kepada Xavier.


"boleh saja sih, tapi kita di sini hanya sampai usia baby 2 bulan saja setelah itu kita akan ke mansion ku, itu juga pilihan bagus untuk mengurangi memindahkan barang, toh barang baby tidak semuanya di sini sisanya akan di bawa ke mansion ku, "


"humm, aku mengerti kapan kita akan membeli perlengkapan bayi? "


"nanti setelah kandungan mu menginjak enam bulan, "


"oh baiklah, "


Xavier yang melihat Nesa sehabis buat coklat panas lalu keluar dari kamar, Xavier masuk ke dalam dan menaruh kopinya di meja depan televisi sambil menunggu Nesa kembali mengambil makanan nya.


tidak lama untuk Nesa mengambil makanan, sekarang ia sudah berada di kamar kembali dengan menenteng kantong yang berisi pesanannya, Xavier yang melihat pesanan Nesa banyak hanya bisa menggeleng saja.


"yakin habis segitu? " tanya Xavier tidak yakin.


"kan ada kamu hehe, "


jawaban dari Nesa membuat Xavier menatapnya datar, dan menggeleng. Nesa menaruh pesanan itu di atas meja dan ia duduk lesehan di karpet bulu setelah itu ia mengambil mangkuk yang ia bawa dari dapur untuk menaruh seblak.

__ADS_1


setelah itu membuka ayam dan pizza, Nesa memakan seblak dan di cocoli oleh ayam goreng krispi. Xavier yang melihat pizza tentu saja mau dan mengambil sepotong pizza untuk di makan lagi pula belum tentu Nesa akan habis makan sebanyak itu.


Nesa dan Xavier menikmati makanan sambil menonton televisi, namun yang mambuat Xavier tidak habis pikir adalah Nesa yang benar-benar menghabiskan makanan itu sendiri meski di bantu olehnya tapi ia hanya makan 3 potong pizza saja, sisanya di makan oleh Nesa.


"yah coklat panas aku habis, " ucap Nesa sedih.


"minum air putih! nanti kalau minum coklat panas lagi kamu tidak minum susu ibu hamil mu! " sahut Xavier menghentikan Nesa yang ingin membuat coklat panas lagi.


"satu gelas lagi ya? pliss, "


"tidak, minum ini! setelah itu minum susumu dan tidur! " tegas Xavier membuat Nesa hanya bisa menuruti laki-laki itu.


Xavier tersenyum melihat Nesa yang sangat nurut kepadanya, lalu Xavier bangkit dari duduknya membereskan bekas makan Nesa dan membuatkan susu ibu hamil di kamar yang memang sudah tersedia agar tidak terlalu ribet untuk turun ke dapur.


Nesa memperhatikan Xavier yang tengah membuatkan susu dengan wajah cemberut, padahal ia masih menginginkan coklat panas tapi Xavier melarang. saat Xavier memutar balik dan berjalan ke arahnya Nesa mengubah ekspresi nya dan menerima susu yang di sodorkan oleh Xavier.


"setelah ini, tidur sudah malam! " ujar Xavier yang di turuti oleh Nesa.


**************


maaf ya guyss ceritanya semakin gk jelas, tapi tenang aja satu konflik lagi setelah itu tamat hehe, di usahakan untuk tidak terlalu panjang pay-pay

__ADS_1


__ADS_2