Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Take off


__ADS_3

setelah selesai dengan keperluan, Xavier dan Nesa turun kebawah untuk sarapan bersama. dengan Xavier yang membawa koper lalu di berikan kepada sang sopir untuk di masukan kedalam mobil setelah itu mereka berdua langsung menuju ruang makan di mana ayah dan bunda sudah menunggu di sana.


"morning all, " sapa Nesa.


"morning sayang, " balas bunda yang tengah mengoleskan selai ke roti tawar.


"sarapan dulu baru kalian berangkat, " ucap bunda dan langsung di angguki oleh keduanya.


sudah tersedia roti lapis sandwich dan juga roti lapis bakar, Xavier memilih makan sandwich sedangkan Nesa mengambil dua lembar roti bakar. dan mereka semua sarapan dengan tenang meski wajah Xavier masih terlihat masam.


"kami sudah selesai, " ucap Nesa.


"ya sudah kalian berangkat hati-hati ya, maaf bunda dan ayah tidak bisa mengantar kalian sampai bandara, " ujar bunda.


"tidak apa-apa bunda, toh kalian juga memiliki kesibukan masing-masing, " jawab Nesa sambil menggandeng bunda.


mereka berempat menuju keluar rumah, untuk mengantarkan Nesa dan Xavier yang akan berbulan madu dan ayah yang harus berangkat menuju ke kantor, perpisahan itu tidak lupa di berikan permintaan oleh kedua orang tua Xavier.


"jangan lupa, pulang harus sudah isi, " ucap bunda.


"semoga ya bunda, " jawab Nesa sambil melihat kearah Xavier yang mengangguk.


"kalau begitu kami berdua pamit, " ujar Xavier dan membawa Nesa masuk kedalam mobil.


setelah itu di susul oleh ayah yang masuk kedalam mobilnya dan mereka pergi meninggalkan rumah untuk sementara waktu, selama perjalanan menuju bandara perasaan Nesa benar-benar campur aduk.


"are you happy? " tanya Xavier sambil menarug kepalanya di bahu Nesa.


"yes, " jawab Nesa dengan senang.


Nesa mengelus rambut tebal milik Xavier, perjalanan menuju bandara sedikit terlambat karena macet beruntung mereka tidak telat. dan saat sampai di bandara pun pesawat akan take off.


mereka berdua masuk kedalam pesawat sambil bergandengan tangan membuat beberapa orang iri yang melihat nya. Xavier memesan tiket kelas bisnis membuat mereka lebih nyaman, awalnya Xavier ingin memakai jet pribadi namun tidak jadi karena permintaan Nesa waktu itu.

__ADS_1


"apakah ini pertama kalinya kamu naik pesawat? " tanya Xavier saat melihat wajah Nesa yang tegang.


"tidak, hanya saja aku masih takut naik pesawat, " jawab Nesa memaksakan senyumnya.


"apa kamu memiliki trauma tentang naik pesawat? " tanya Xavier sambil mendekap Nesa kedalam pelukannya.


"tidak, aku memang sejak kecil takut ketinggian, " jawab Nesa sambil terkekeh.


"astaga aku kira apa, ya sudah kamu tidur saja saat makan siang nanti akan aku bangunkan, " ujar Xavier yang langsung di angguki oleh Xavier.


Nesa menurut, sebelum tidur ia menunggu pesawat take off, setelah pesawat benar-benar ada di atas Nesa baru bisa bernapas dengan lega dan tertidur di pundak Xavier. Xavier dengan sigap menyelimuti Nesa dan ikut tertidur.


perjalanan menuju Cappadocia cukup panjang, Xavier selama perjalanan tidak tidur dengan nyenyak pasalnya ia memang tidak terbiasa tidur saat kondisi perjalanan. selma perjalanan ia memilih untuk menghabiskan bermain handphone sambil menjaga Nesa yang tengah tertidur pulas.


makan siang sudah tiba, para pramugari memberikan makanan kepada seluruh penumpang, saat itu pula Xavier membangunkan Nesa yang tengah tertidur dan tepat saat pramugari memberikan makanan kepada mereka dengan gaya centilnya.


"ini tuan makan siangnya, " ucap pramugari itu sambil mengedipkan mata.


Xavier tidak menghiraukan ucapan pramugari itu, namun lebih memilih membangunkan Nesa terlihat pramugari itu sangat kesal namun pramugari itu tidak kunjung pergi dari tempat Xavier dan Nesa duduk.


Nesa langsung membuka mata, sebenarnya ia sudah bangun hanya saja malas membuka mata hingga ia mendengar nada centil dari pramugari yang mencoba menggoda Xavier ia menjadi kesal sendiri.


"iya, "


"kamu udah makan? " tanya Nesa sambil mengambil tisu.


"belum, nunggu kamu, " jawab Xavier sambil menyiapkan makan tanpa memperdulikan kehadiran pramugari.


"mba, bisa minta jus jeruk? " pinta Nesa membuat pramugari itu mengalihkan perhatiannya dari Xavier.


"bisa mba sebentar, " jawab pramugari itu dengan kesal dan pergi meninggalkan mereka untuk membuatkan pesanan Nesa.


"centil banget sih, " gumam Nesa yang masih dapat di dengar oleh Xavier.

__ADS_1


"biarin aja sih sayang, toh dia tidak menggangguku, " jawab Xavier sambil tersenyum.


"iya sih tapi dia ngeselin banget, " ucap Nesa sambil menerima suapan dari Xavier.


"sttt ah sudah makan, oh ya nanti mau langsung malam pertama atau mau istirahat dulu? " tanya Xavier sambil melirik ke arah depan.


dan tepat ketika Xavier mengatakan itu sang pramugari yang tadi menyiapkan makanan untuk mereka datang, saya mendengar itu tentu saja pramugari itu kesal dan malu, Nesa yang baru tahu ada pramugari itu tidak memperdulikan dan lebih memilih menjawab pertanyaan Xavier.


"istirahat saja dulu, semalam kita tidak tidur dengan nyenyak kan, tidak apa-apa kan? " ucap Nesa dan menyuapi Xavier.


"terimakasih, " ucap Nesa setelah menerima jus jeruk itu.


dan pramugari itupun petgi dengan keadaan kesal sedangkan Xavier dan Nesa kembali melanjutkan makan siang mereka dengan romantis.


...PROMOSI BAB...



**Blurb :


Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.


Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.


Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.


Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.


Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?


Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.


Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?

__ADS_1


Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.


Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya**.


__ADS_2