
Sekarang Xavier dan Nesa tengah bergantian untuk bergantian baju, sebelum mereka kembali menerima tamu di resepsi malam nanti. dan malam ini di wajibkan membawa pasangan entah Shafira dan Daniel membawa siapa saat datang nanti malam.
terlebih Shafira seorang jomblo sedangkan Daniel sudah tidak bersama dengan wanita yang ia bawa saat pertunangan mereka, alasannya adalah sudah bosan dan hanya memanfaatkan tubuh wanita itu saja sungguh Playboy.
"sudah? " tanya Xavier saat Nesa sudah keluar dengan pakaian berbeda.
"sudah kok, ayok, " jawab Nesa dan menggandeng lengan Xavier.
Xavier dan Nesa turun ke bawah dan mereka akan menuju gedung yang sudah di sewa oleh bunda nya dan di sana sudah ada ayah Nesa dan kedua orang tuanya. mereka berdua ke sana dengan mobil yang di supiri.
sesampainya di gadung resepsi sudah banyak tamu yang datang kecuali kedua sahabat mereka berdua yang belum juga datang, tidak memperdulikan itu Xavier dan Nesa memasuki pelataran gedung dan langsung menuju tempat mempelai pengantin duduk.
"aku yakin jika Shafira tidak akan datang, " ucap Nesa setelah duduk di sofa pengantin.
"aku yakin dia datang, kita lihat saja nanti, " berbeda dengan Nesa Xavier sangat yakin jika kedua sahabat mereka akan datang.
selama menunggu kedua sahabat mereka itu, mereka menghabiskan waktu dengan bersalaman dengan tamu yang datang tidak hanya teman bisnis Xavier tapi juga ada teman dari kuliah dan SMA Xavier yang masih berhubungan baik dengan nya.
sedangkan di sisi lain, kedua orang berbeda jenis itu sedang berdebat tentang datang ke acara resepsi pernikahan sahabat mereka, siapa lagi jika bukan Daniel dan Shafira.
"hey, tidak apa aku datang sendiri dari pada harus datang dengan mu, " ucap Shafira.
"oh ayolah, apakah kamu tidak akan malu jika datang sendiri? " tanya Daniel.
Shafira terdiam, ia sejak tadi menolak untuk datang bersama Daniel terlebih laki-laki itu sangat mesum dan terlalu pede membuat nya harus menjauh dari Daniel salah satu orang yang wajib Shafira jauhi.
"ayolah pikirkan baik-baik, toh jika memang kita akan bersama aku ikhlas, " ujar Daniel kembali membujuk.
"aku bilang tidak ya tidak! "
"ayolah, apakah aku kurang tampan hingga kamu tidak mau datang bersama ku? "
"bukan itu, "
__ADS_1
"lalu apa? "
"baiklah baiklah, aku kau datang bersama mu asalkan ada syaratnya , "
"syarat? baiklah apa? "
"jangan mesum denganku awas saja, jika tidak jangan salahkan aku menendang adik mu itu, " ucap Shafira sambil menunjuk ke arah celana Daniel.
dengan cepat Daniel langsung menutup celana bagian luarnya dengan tangan, ia menelan salivanya tidak itu tidak akan terjadi, dari pada harus di tendang sebaiknya ia memilih menyetujui persyaratan Shafira.
"baiklah ayok berangkat! " ucap Daniel dan langsung menarik Shafira kedalam mobil tanpa persetujuan Shafira.
Xavier dan Nesa sedang berbicara ringan selagi menunggu para tamu yang lainnya.
"apakah teman-teman mu hanya laki-laki saja? " tanya Nesa karena sejak tadi ia hanya melihat teman laki-laki Xavier, ada perempuan hanya saja sedikit.
"ya, aku tidak suka bergaul dengan perempuan, " jawab Xavier.
"ouh gitu, ck di mana Shafira sepertinya memang tidak akan datang, " ucap Nesa sambil melihat ke arah pintu masuk dan berharap Shafira datang.
dan tepat saat setelah mengatakan itu, Shafira datang dengan menggandeng lengan Daniel membuat Nesa ternganga tidak percaya sedangkan Xavier yang sudah tahu akan rencana Daniel hanya tersenyum miring.
"maaf ya, kami telat datangnya, " ucap Shafira saat setelah berada di hadapan Xavier dan Nesa.
"tunggu, kalian... sejak kapan? " tanya Nesa tidak percaya.
"hehe, kepo, " ujar Shafira membuat Nesa semakin bingung dan penasaran.
"oh ya apakah hadiahnya sudah di buka? " tanya Daniel menimpali.
"belum, memangnya kenapa? " jawab Nesa dan bertanya.
"ah tidak apa-apa, pokoknya jangan lupa di buka ya, " ujar Daniel membuat Nesa semakin bingung.
__ADS_1
"ah baiklah kami nikmati pesta malam ini dulu ya, oh ya jangan lupa buatkan aku banyak ponakan, " ujar Shafira dengan lantang hingga beberapa orang melihat kearah mereka dan tersenyum menggoda.
"astaga bukan sahabatku, " ucap Nesa sambil menunduk.
sedangkan Xavier hanya menggeleng dan terkekeh gemas melihat tingkah Nesa. saking gemasnya Xavier langsung memeluk Nesa di hadapan banyak orang hingga membuat para tamu bersiul-siul ke arah mereka dan itu semakin membuat Nesa malu.
"sudah jangan malu! " ujar Xavier memberi tahu.
"ya baiklah, emmm Xavier, "
"hmm, "
"bisakah kamu berjanji kepada ku? " tanya Nesa.
"tentu, tentang apan sayang? " jawab Xavier sambil mengelus pucuk kepala Nesa.
"jangan pernah membohongi ku, " ujar Nesa membuat Xavier tersenyum simpul dan kembali membawa Nesa kedalam pelukannya.
lalu mereka menikmati hari resepsi mereka, resepsi di adakan hingga cukup malam membuat Nesa sangat kelelahan namun ia masih berdiri di pelataran karena masih ada tamu yang baru datang dan menikmati acara yang meriah itu.
...PROMOSI BAB...
**Blurb :
Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.
Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.
Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.
Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?
__ADS_1
Ikuti kisah perjalanan mereka** ....