Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
pecah ketuban


__ADS_3

Hari sudah mulai berganti, Nesa terbangun dari tidur siangnya. ia melihat ke arah Xavier yang masih tertidur lalu mencoba untuk turun dari ranjang karena ingin menuju kamar mandi.


"huh sulit juga, dalam kondisi seperti ini, " gumam Nesa.


lalu Nesa perlahan-lahan bangun dan berjalan ke arah kamar mandi. sedangkan Xavier yang merasa ada pergerakan di atas ranjang bangun namun tidak membuka mata dan memilih untuk memejamkan mata hingga Nesa kembali dari kamar mandi.


di dalam kamar mandi Nesa berjalan pelan-pelan menuju kloset, sungguh tidak menyangka saat ia bangun tadi tidak merasakan sakit namun saat berjalan sampai di kamar mandi perutnya mulai terasa keram.


"astaga, sakit sekali, " ucap Nesa saat masih berdiri dan bersandar.


lalu Nesa menenangkan diri dia menarik napas dalam-dalam untuk meredakan rasa sakit di perutnya. Nesa aterus melakukan itu setelah rasa sakit sudah berkurang Nesa tidak jadi membuang air kecil ia memilih untuk cuci muka dan segera keluar untuk menyiapkan makan malam.


"huh, akhir-akhir ini aku sering keram apa sudah tanda-tanda ya? " tanya Nesa pada diri sendiri.


ia menatap dirinya di cermin lalu mengambil sabun muka dan membasahi tangannya, lalu mulai membersihkan wajahnya. Nesa tidak melakukan dengan laka, setelah sudah ia langsung membasuh wajahnya dan mengeringkan wajahnya.


setelah itu karena sudah selesai membasuh muka, Nesa hendak kembali ke kamar dan membangunkan Xavier namun baru beberapa langkah saja tiba-tiba dari bagian bawah Nesa keluar cairan putih banyak dan Nesa tidak merasakan apapun.

__ADS_1


karena terkejut, Nesa langsung teriak memanggil Xavier dan juga di iringi dengan rasa sakit yang lumayan. Nesa menahan sakit sambil memanggil Xavier tidak menyangka jika ia akan pecah ketuban di keadaan seperti ini terlebih ini belum bulannya.


"Xavier, tolong! aku sudah tidak kuat, " teriak Nesa.


Xavier yang masih nyaman di atas ranjang mendengar teriakan Nesa langsung terbangun dan lari ke kamar mandi dan melihat keadaan Nesa dalam kondisi berdiri sambil memegang perutnya dan terlihat menahan sakit.


"sayang, kamu pecah ketuban? ya sudah ayok pelan-pelan oke? " tanya Xavier terkejut dan membantu Nesa untuk kembali ke ranjang.


Nesa menahan sakit dan kembali ke ranjang ia duduk sambil menenangkan pikirannya dan mengambil napas pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit yang semakin bertambah.


"iya cepat, " jawab Nesa lemah.


Xavier yang sudah sangat panik langsung lari keluar kamar dan menuruni tangga, dan kebetulan sekali ia bertemu dengan bunda yang baru selesai mandi yang ingin bersiap makan malam. bunda yang melihat Xavier panik lantas bertanya.


"Xavier ada apa? kenapa kamu terburu-buru sekali? " tanya bunda khawatir.


"bunda, bunda ke kamar temenin Nesa... Nesa sudah pecah ketuban, " jawab Xavier panik.

__ADS_1


"astaga, baiklah kamu jangan panik panggil supir bunda ke atas, " ucap bunda yang langsung di angguki oleh Xavier.


lalu Xavier kembali berlari menghampiri supir untuk menyiapkan mobil, sedangkan bunda langsung ke kamar Xavier saat bertemu dengan ayah yang baru keluar kamar bunda memberi tahu keadaan Nesa dan ayah membantu supir untuk menyiapkan mobil.


lalu Xavier yang sudah tenang dengan mobil, langsung kembali ke kamar untuk membantu Nesa menuju mobil. sesampainya di kamar Xavier melihat Nesa yang tengah di bantu oleh bunda mengambil napas.


"ayo, mobil sudah siap.... kamu mau aku gendong atau jalan? " tanya Xavier yang masih panik.


"jalan aja, " jawab Nesa.


Xavier hanya mengangguk saja lalu membantu Nesa untuk berdiri begitu juga dengan bunda yang tadi sudah menyiapkan barang-barang Nesa yang harus di bawa ke rumah sakit. Nesa berjalan dengan pelan di bantu Xavier.


saat di tangga sempat bingung turunnya bagaimana, namun karena sudah tidak tahan lagi seperti ada yang ingin keluar Nesa dan Xavier mencoba perlahan-lahan untuk turun, setelah berhasil turun Xavier langsung memapah Nesa ke mobil.


baru sampai teras rumah, Nesa sudah mengaduh kesakitan, namun bunda dengan sigap menenangkan wanita itu. setelah itu Xavier karena tidak tega langsung menggendong Nesa masuk ke dalam mobil.


lalu Xavier dan bunda masuk mengapit Nesa di tengah-tengah, ayah juga ikut dia duduk di depan dengan supir. setelah semuanya siap mobil mulai melakukan menuju rumah sakit terdekat dengan kesabaran ekstra Nesa menahan dengan terus mengambil napas dalam-dalam.

__ADS_1


__ADS_2