
setelah perjalanan yang sangat panjang, akhirnya Xavier dan Nesa sudah sampai di tujuan, setelah turun dari pesawat Xavier dan Nesa menunggu jemputan yang akan mengantar mereka menuju resort pribadi milik Xavier yang baru saja di beli beberapa hari yang lalu.
"akhirnya sampai juga, " ucap Nesa dan duduk di bangku yang sudah tersedia.
"apa kamu lelah? sebaiknya setelah sampai resort langsung istirahat saja, " ujar Xavier sambil mengelus pucuk kepala Nesa.
"iya, "
mereka berdua menunggu cukup lama hingga merasa bosan. ketika Nesa izin ingin ke toilet tapi supir yang menjemput sudah datang dan mengurungkan niatnya, kondisi juga masih dini hari membuat Nesa sedikit kedinginan dan juga masih merasa mengantuk.
di dalam mobil pun Xavier menyuruh Nesa untuk tidur, begitupun juga dengan dirinya perjalanan ini benar-benar melelahkan namun juga menyenangkan.
sekitar 30 menit mereka baru sampai di resort pribadi milik Xavier, Xavier sudah bangun ia ingin membangunkan Nesa namun tidak tega dan memilih untuk menggendong Nesa sampai ke dalam kamar. sedangkan koper yang mereka bawa di bantu oleh supir untuk di bawa masuk.
sesampainya di dalam kamar, Xavier langsung menidurkan Nesa di atas ranjang king size, setelah kepergian supir yang membawa koper Xavier ikut merebahkan diri di atas kasur dan ikut tertidur hingga matahari menyapa.
...****************...
matahari sudah menyapa dari sela-sela gorden, dengan perlahan Nesa membuka matanya pertama kali yang ia lihat adalah Xavier yang tengah tertidur pulas sambil memeluk dirinya.
Nesa tersenyum sambil mengelus pelan pipi sang suami, saat ia melihat ke arah di mana cahaya matahari menembus ia baru menyadari jika ia sekarang sudah berada di dalam kamar.
dengan perlahan Nesa turun dari atas ranjang dan menuju koper nya untuk melaksanakan ritual mandi paginya. di dalam kamar mandi Nesa langsung melucuti seluruh pakaiannya dan memulai ritual mandinya.
tidak membutuhkan waktu yang lama, Nesa sudah selesai mandi saat ia sudah keluar dari kamar mandi ia melihat jika Xavier masih tertidur dengan pulas. selagi Xavier masih tertidur ia memilih untuk menyiapkan perlengkapan Xavier baru membangunkan laki-laki itu.
__ADS_1
"sayang, bangun sudah pagi, " ucap Nesa seraya mengelus rambut dan pipi Xavier pelan.
Xavier hanya menggeliat dan ia kembali memejamkan mata mencari tempat yang nyaman di dalam pelukan Nesa. Nesa hanya menggeleng dan mencoba membangunkan Xavier lagi.
"bangun sayang, cepat mandi kalau tidak aku tinggal sarapan, " ucap Nesa dan benar saja Xavier langsung bangun.
"jangan tinggalkan aku, tunggu, " ujar Xavier dan langsung lari menuju kamar mandi.
sedangkan Nesa hanya menggeleng dan terkekeh melihat Xavier yang seperti anak kecil tidak mau di tinggal orang tuanya pergi. selagi menunggu Xavier mandi Nesa membuka gorden yang belum sempat ia buka dan pemandangan langsung menuju di mana balon udara biasa di naikan.
hanya saja hari ini Nesa belum bisa ke sana karena masih lelah dengan perjalanan semalam, dan belum tentu Xavier akan mengizinkan untuk ke sana sekarang. Xavier keluar dari kamar mandi dengan sudah lengkap berpakaian lalu Xavier dan Nesa langsung menuju ruang makan di mana mereka akan sarapan.
"hari ini kita istirahat saja, nanti malam kamu harus dinas untuk ku! dan juga kita di sini akan lama sesuai keinginan kamu berapa lama di sini, " ujar Xavier ambigu saat berjalan menuju ruang makan.
"apa kamu belum siap? "
"bukan begitu, hanya saja aku tidak ahli dalam hal itu, "
"tenang saja nanti aku ajarkan, sekarang sebaiknya kita makan dulu, "
setelah itu mereka sampai di meja makan yang sudah di sediakan makanan sarapan khas sana. selama makan hanya terjadi keheningan karena mereka berdua sama-sama fokus dengan makanan mereka.
tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah selesai makan. Nesa meminta untuk menuju kolam renang, entahlah ia hanya ingin bersantai di samping kolam renang sambil mencelupkan kakinya.
"Baiklah ayok, dan kamu berapa lama di sini? " jawab Xavier dan bertanya.
__ADS_1
mereka berdua sekarang tengah berjalan menuju kolam renang yang berada di belakang resort, dan juga di belakang resort masih terdapat taman yang mungkin akan Nesa sukai.
"em, 5 hari saja tidak usah terlalu lama... nanti kita juga harus ke Jepang bukan? " jawab Nesa.
"iya memang kita akan ke Jepang, namun masa cuti ku cukup lama sayang hingga 2 bulan apakah tidak mau lebih lama lagi di sini? " tanya Xavier.
"benarkah? baiklah kalau begitu di sini 20 hari apakah tidak apa-apa? dan di Jepang juga sama, agar nanti kamu sebelum kembali bekerja tidak terlalu kelelahan karena hanymoon, " ujar Nesa dengan senang.
"ya tentu saja tidak apa-apa, terimakasih sayang sudah memikirkan ku, " ucap Xavier.
"sudah kewajiban ku sebagai seorang istri Xavier, "
...PROMOSI BAB...
**Blurb:
Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.
Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."
"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."
Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar**.
__ADS_1