Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Permintaan maaf Nesa


__ADS_3

pagi hari ini cukup suram karena mereka berdua sarapan dalam diam, bahkan saat mulai membereskan barang-barang mereka, Xavier bersikap acuh kepada Nesa sedangkan Nesa benar-benar tidak nyaman dengan sikap Xavier sekarang.


setelah mempersiapkan koper namun belum memasukkan barang-barang mereka karena belum membeli souvenir, Xavier duduk di balkon kamar sambil menikmati kopi dan sebatang rokok di tangannya, Nesa berinisiatif menghampiri Xavier untuk meminta maaf.


Nesa berjalan menuju Xavier yang membelakangi nya dan memeluk Xavier dari belakang, namun Xavier tetap diam sambil mengepulkan asap dari sela-sela bibirnya, Nesa belum berbicara karena sudah nyaman memeluk tubuh Xavier namun ia segera tersadar dan mengucapkan kata maaf kepada Xavier.


"sayang, maaf, "


tidak ada jawaban, Xavier tetap diam sebenarnya ia sudah tidak marah hanya ingin tahu Nesa mengetahui kesalahannya atau tidak dan sekarang ia tahu jika Nesa mengetahui kesalahannya semalam. namun Xavier masih diam ingin tahu apa yang akan di lakukan Nesa selanjutnya.


"maaf aku kemarin tidak mendengarkan mu, sebenarnya aku ingin makan satu atau dua tusuk saja namun karena terlalu enak jadi melupakan perkataan mu kemarin, "


"ku mohon maafkan aku jangan mendiamkan aku lagi hiks, " lanjut Nesa dan menangis.


Xavier tersenyum ia tidak enak melihat Nesa menangis, lalu Xavier mematikan rokok yang menyala dan menarik Nesa hingga Nesa jatuh di atas pangkuannya. Nesa sempat terkejut namun saat mendapatkan kecupan di keningnya.


Nesa semakin histeris menangis dan memeluk Xavier dengan erat, sedangkan Xavier tertawa melihat Nesa seperti itu. namun ia merasakan ada yang berbeda dari Nesa sebelum nya dan Nesa yang sekarang namun karena tidak mau terlalu berpikir banyak Xavier lebih menikmati pagi menjelang siang dengan memeluk Nesa yang tengah menangis di pelukan nya.


...****************...


siang ini setelah melaksanakan makan siang bersama Nesa mengajak Xavier untuk mencari toko souvenir yang buka, kondisi sekarang pun mereka sudah kembali seperti semula.


"memang nya kamu mau membeli souvenir apa? " tanya Xavier yang sudah siap.


"apa saja, yang penting aku bisa memberikan kepada Shafira," jawab Nesa dan menggandeng Xavier.

__ADS_1


"huh, terserah kamu saja, "


mereka berdua berjalan beriringan keluar dari apartemen dan menuju parkiran apartemen. suasana hati Nesa sudah sangat senang karena Xavier sudah tidak mengacuhkan nya lagi seperti semalam dan Xavier pun bersyukur Nesa bisa belajar dari kesalahannya yang sebelumnya.


sesampainya di parkiran seperti biasa Xavier membukakan pintu untuk Nesa masuk dan setelah Nesa masuk ia baru masuk kedalam mobil. lalu setelah sudah memakai sabuk pengaman Xavier segera menjalankan mobilnya untuk mencari toko souvenir yang buka.


selama perjalanan pun tidak ada yang berbicara hanya ada suara dari radio yang terputar, Nesa sibuk dengan apa yang akan ia ingin beli nanti sedangkan Xavier fokus dengan menyetir agar tidak terjadi kecelakaan nantinya.


mereka mencari ke tempat yang semalam namun tidak buka membuat Nesa menghela napas kecewa, sedangkan Xavier mencari tokok souvenir lainnya dan berdoa agar buka karena hanya tinggal hari ini mereka berada di Jepang.


setelah tokok ke tiga, baru menemukan toko yang buka Nesa sangat senang dan Xavier memarkirkan mobil di tempat parkir yang tersedia dan mengajak Nesa untuk turun dari mobil dan segera mencari barang apa saja yang akan ia beli.


"ayok, sebelum semakin siang nanti akan panas, " ujar Xavier.


mereka berdua melangkah masuk kedalam toko souvenir dan di sambut ramah oleh penjaga toko, Nesa yang tidak mengerti bahasa Jepang hanya tersenyum saja lalu Xavier mengajak Nesa berkeliling di toko dan melihat apa ada yang akan Nesa beli nanti.


Nesa melihat-lihat, hingga tatapannya jatuh kepada gantungan kunci yang bergambar gunung fuji, Tomyo Skytree, dan menara Jepang. Nesa langsung mengambil dua dari masing-masing gantungan kunci itu. setelah itu di masukan kedalam keranjang belanja yang di bawa Xavier.


setelah gantungan kunci dapat Nesa dan Xavier kembali mengelilingi toko souvenir, namaun ia tidak menemukan apapun yang menarik lagi, dan Nesa mengajak Xavier untuk mencari pakaian ke toko pakaian sebagai oleh-oleh untuk Shafira.


"sudah tidak ada lagi? " tanya Xavier setelah keluar dari toko souvenir dan toko pakaian.


"tidak ada lagi, sebaiknya pulang saja yuk hari sudah panas, "


"baiklah jika itu mau mu, "

__ADS_1


lalu mereka berdua kembali kedalam mobil dan Xavier segera meninggalkan tempat itu dan mengendarai mobil menuju apartemen, mereka juga belum selesai merapikan barang-barang mereka untuk di bawa kembali pulang.


*******************


halo, siang maaf telat lagi update nya.


oh ya Author bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya.


Author : Senja_90


Judul : Di khianati karena tak kunjung hamil



Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga.


Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.


Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.


Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.


Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?


Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini!

__ADS_1


__ADS_2