
WARNING FILM BAGIAN PERTENGAHAN HINGGA AKHIR ADA ADEGAN PANAS, JIKA TIDAK SUKA LANGSUNG DI SKIP AJA.
Sekarang Nesa dan Xavier tengah berada di ruang makan dan menyaksikan kemesraan ayah dan bunda yang tidak segan-segan pamer di hadapan mereka, bukan mereka tidak bisa hanya saja malu jika bermesraan di depan orang lain terlebih itu adalah kedua orang tuanya.
"bisakah kita makan? " tanya Xavier yang sudah jengah kepada kedua orang itu.
"ck, iri aja nih... udah punya istri apa jangan-jangan kamu di tolak ya? " sahut ayah.
"ck, apa sih tidak! sudahlah jika kalian tidak makan biar kami saja yang makan duluan, " ujar Xavier kesal.
"baiklah kita makan, nanti juga kami akan membicarakan sesuatu kepada kalian, " ujar ayah.
lalu mereka berempat mulai makan malam yang sudah di siapkan, sejujurnya Nesa juga ingin seperti ayah dan bunda tapi ia tidak mungkin minta di hadapan mereka terlebih mengingat sifat Xavier yang acuh dan selalu dingin di depan orang.
mereka makan dengan tenang, hanya ada suara dentingan sendok yang bertabrakan dengan piring. tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka makan malam dan sekarang sudah selesai. seperti yang di bilang oleh ayah Xavier dan Nesa tidak langsung pergi dan menunggu kedua orang tuanya berbicara.
__ADS_1
"ada apa sebenarnya? " tanya Xavier yang sejak tadi menunggu.
"huh, jadi begini... selama Nesa mengandung dan sampai usia bayi kalian 2 bulan kalian tinggal lah di sini, tidak baik jika Nesa di rumah sendiri dan juga selama 2 bulan setelah melahirkan bunda akan membantu Nesa menguras bayi dan mengajarinya, apa kamu keberatan? " tanya ayah, karena kemarin Xavier sempat bilang akan kembali ke mansion nya sendiri.
"aku tidak masalah, bagaimana dengan mu sayang? " jawab Xavier dan bertanya kepada Nesa.
"iya tidak apa, Nesa juga masih banyak yang harus Nesa pelajari dari bunda, " jawab Nesa sambil tersenyum.
"baiklah, kami hanya memberi tahu itu kalian boleh pergi, " ucap ayah.
Nesa dan Xavier hanya mengangguk saja lalu mereka berdua bangkit dari duduk dan langsung menuju lantai dua kamar Xavier berada, Xavier memapah Nesa agar lebih hati-hati saat naik tangga.
"hey, aku menagih hutang mu tadi sore, " ucap Xavier dan menindih Nesa.
Xavier menahan tubuhnya dengan tangan agar tidak menindih langsung Nesa dan menjaga jarak dengan perut Nesa. Nesa hanya tersenyum menggoda dan tanpa aba-aba Xavier mencium Nesa dengan brutal.
__ADS_1
Xavier memang sedikit brutal namun ia manahan agar tidak menindih perut Nesa. satu persatu pakaian mereka di lepaskan oleh Nesa, sedangkan Nesa mende**sah tidak karuan di bawah kungkungan Xavier.
Xavier terus mencumbu Nesa dan bergantian ke leher meninggalkan bekas kemerahan yang menandakan kepemilikannya, lalu ia turun ke dada Nesa dan menyusu di sana layaknya bayi yang kehausan, Nesa yang keenakan membusungkan dada membuat nafsu birahi Xavier bertambah.
lalu Xavier menempatkan diri di hadapan Nesa sambil membuka lebar-lebar medua kaki Nesa, Nesa sedikit ragu karena sedang hamil takut saat setelah berhubungan ada dampak yang terjadi, Xavier yang melihat wajah Nesa yang khawatir langsung tersenyum dan menenangkan Nesa.
"tenang saja sayang, aku akan perlahan dan tidak di masukan semuanya, " ujar Xavier sambil membelai Nesa.
"baiklah perlahan jangan kasar, " jawab Nesa yang sudah siap.
Xavier tidak menjawab melainkan langsung memasukkan senjatanya kedalam sangkar Nesa, dengan perlahan ia menggoyangkan pinggulnya maju mundur, selama permainan Xavier bersikap sangat lembut. Xavier menggempur Nesa hingga pukul 10 malam dan mereka menyelesaikan permainan itu dengan perasaan senang dan puas.
belum, belum bagi Xavier karena ia melihat Nesa yang sudah mulai kelelahan ia lebih memilih untuk menyuruh Nesa menggunkan mulutnya mengemut senjatanya perlahan, setelah Xavier kembali keluar mereka baru benar-benar beristirahat dengan keadaan tubuh polos dan saling berpelukan.
**************
__ADS_1
halo guyss, author bawa rekomendasi nih jangan lupa mampir ya.