
Selesai sarapan seperti yang di janjikan Xavier mereka sekarang sudah berada di pantai meski tadi ada sedikit kendala saat ingin turun dari perahu di mana Nesa malah terpeleset saat turun membuat Xavier panik, awalnya Xavier ingin membatalkan ke pantai dan memilih untuk pulang namun Nesa menolak dan kekeuh ingin ke pantai.
Karena Nesa yang keras kepala akhirnya mereka jadi ke pantai seperti sekarang Nesa tengah bermain air di pinggir pantai dengan di pantau terus oleh Xavier dengan jarak yang tidak begitu jauh, takut-takut Nesa main ke tengah dan tenggelam oh itu tidak boleh terjadi.
"jangan terlalu ke tengah sayang, ombak sedang tinggi! " teriak Xavier memperingati.
"iya aku tahu, "
pantai di Indonesia dan di Turki sedikit berbeda karena warna dari pasir nya yang sedikit coklat sedangkan di Indonesia berwarna putih jernih, Nesa bermain air sesekali ia tertawa kegirangan karena terlalu senang bisa ke pantai lagi.
Xavier terus memperhatikan Nesa, hingga tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Xavier sudah tahu siapa namun belum melihat wajahnya jadi tidak tahu itu siapa ia hanya tahu jika orang itu adalah wanita.
"hey lepaskan kamu ini siapa?! " ketus Xavier.
orang itu melepaskan pelukan nya dan berdiri di hadapan Xavier dan sekarang Xavier tahu siapa orang itu, ya dia adalah Aprilia teman masa kuliahnya dan perempuan yang terus menerus mengejar nya meski sudah di tolak berkali-kali olehnya.
Xavier sempat terkejut lalu ia melihat ke arah Nesa memastikan jika istrinya tidak melihat saat ia di peluk oleh perempuan lain, dengan wajah datar Xavier menatap Aprilia yang tengah tersenyum lebar di hadapan nya.
"hey, apakah kamu melupakan aku? " tanya Aprilia dengan manja.
__ADS_1
"jangan mengganggu ku! "
"hey memangnya kenapa? kamu sendiri di sini apakah aku boleh menemani mu? aku sangat merindukanmu, "
"cukup! aku sudah menikah jangan mengganggu ku lagi, " tegas Xavier lalu ia berjalan meninggalkan Aprilia yang tampak terkejut dengan kenyataan yang baru ia ketahui.
Xavier langsung menuju Nesa yang tengah menatap nya sedang mengobrol dengan perempuan namun, Nesa tidak merasa jika mereka dulu pernah kenal dan tidak memperdulikan dan lebih memilih menghampiri Xavier lalu memeluk laki-laki itu.
"hey, ingin makan jagung bakar? " tanya Nesa saat ia sudah mengalungkan tangannya di leher Xavier.
"emm, boleh apakah kamu ingin minum kelapa muda juga? "
"baiklah ayok, "
Nesa melepaskan pelukan nya dan baru menyadari jika perempuan yang tadi mengobrol dengan suaminya sekarang berada di samping mereka, dengan tatapan tidak suka Aprilia menatap Nesa dari ujung rambut hingga kaki.
awalnya Nesa tidak mau mempermasalahkan itu, namun ia terus di perhatikan seperti itu membuatnya sangat risih, Nesa menatap Xavier yang tengah menatap nya juga.
"oh, kamu istri Xavier? kenalin aku Aprilia teman dekat Xavier saat kuliah! "ucap Aprilia memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan.
__ADS_1
Nesa dengan senang hati menerima uluran itu dan tersenyum, namun saat ia memperkenalkan diri tangannya di remas kuat oleh Aprilia hingga memerah, Xavier bukan tidak melihat hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk mengusir perempuan itu.
" aku Vanesa panggil saja Nesa, aw'
"sudah ayok sayang, aku sudah lapar, " ujar Xavier yang sudah jengah dengan tingkah Aprilia.
"oh ayok, "
lalu Xavier dan Nesa hendak pergi menuju restoran karena perut mereka yang sudah lapar terlebih waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, namun baru beberapa langkah Aprilia sudah menghentikan jalan mereka.
"hey tunggu, aku ikut ya? aku hanya sendiri di sini? "pinta Aprilia sambil memegang tangan Xavier.
Xavier dan Nesa saling tatap, Xavier menggeleng namun jawaban Nesa membuat Xavier prustasi, Nesa tidak tahu bagaimana sifat Aprilia sebenarnya jadi ia mengizinkan saja perempuan itu ikut dengan mereka.
"baiklah ayok, lebih enak jika ramai,"
"asik terimakasih, "
tanpa aba-aba, Aprilia langsung menarik lengan Xavier menjauh dari Nesa, Nesa sekarang mulai kehabisan kesabaran namun ia masih tahan lalu ia menyusul mereka berdua, sedangkan Xavier yang di tarik terus memberontak dan melepaskan pelukan tangan dari Aprilia dan langsung berlari menuju Nesa yang tertinggal jauh.
__ADS_1