Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Main Air


__ADS_3

di area kolam renang, Nesa mencelupkan kakinya di pinggir kolam sedangkan Xavier hanya memperhatikan dan menemani mesa mengobrol dari sofa dekat kolam renang.


"emm air nya dingin, apakah aku boleh berenang? " ucap Nesa dan sedikit berteriak untuk bertanya.


"tidak sayang, hari ini cukup dingin aku takut jika nanti malam kamu tidak bisa menemaniku bermain, " jawab Xavier dengan se puntung rokok di tangannya.


Nesa hanya bisa menurut jika tidak Xavier bisa marah bahkan bisa murka, dan Nesa juga baru mengetahui jika Xavier juga perokok karena ia belum pernah melihat Xavier merokok selama ini dan juga Xavier merokok hanya 3 atau 5 batang saja itupun tidak ketahuan oleh Nesa.


"sebenarnya sejak kapan kamu merokok? " tanya Nesa sambil memainkan air dengan kakinya.


"sudah lama, saat baru masuk kuliah, " jawab Xavier setelah mengepulkan asap warna putih dari sela-sela bibirnya.


"sudah lama rupanya, apa kamu tidak takut terkena penyakit paru-paru? " tanya Nesa lagi yang mana membuat Xavier gemas dengan pertanyaan yang di lontarkan Nesa.


"takut, hanya saja sudah terlalu lama jadi sulit untuk di hentikan, " jawab Xavier sambil mematikan puntung rokok.


Nesa tidak menjawab lagi ia sedang fokus bermain air, sedangkan Xavier terus mengawasi Nesa dari jarak itu. selama Nesa bermain air Xavier memilih untuk berselancar di dunia maya nya, mungkin saja nanti ia menemukan berita hot terbaru.


Nesa yang asik bermain air melihat Xavier yang fokus dengan handphonenya memiliki ide jahil, dengan pasti Nesa mencipratkan air ke arah Xavier dan tepat mengenai wajah Xavier membuat nya mengalihkan perhatian dari handphone ke Nesa.


sedangkan Nesa yang di tatap tajam oleh Xavier hanya tertawa melihat ekspresi Xavier yang kesal itu. entahlah rasanya seru saja saat sedang menggoda Xavier terlebih sampai laki-laki itu kesal.


"sayang, jangan mengganggu ku! kamu bermain saja sendiri aku tidak ingin basah, " ujar Xavier dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"ck... kamu tidak seru temani aku bermain, ayolah, " ucap Nesa dengan cemberut.


yang membuat Xavier mau tidak mau menuruti apa mau istrinya itu, Xavier mendekat ke arah Nesa membuat Nesa tersenyum sangat lebar membuat wajah datar Xavier ikut tersenyum melihat nya.


"ck dingin, " ucap Xavier saat mencelupkan kakinya.


"apa kamu tidak merasa dingin? " tanya Xavier kepada Nesa yang terus asik bermain air.


"dingin, tapi seru, " jawab Nesa sambil mencipratkan kembali air ke arah Xavier.


"sayang, sudah ku bilang aku tidak ingin basah, " ucap Xavier lagi mencoba memberhentikan gerakan tangan Nesa.


"baiklah, aku berhenti hehe, " jawab Nesa sambil terkekeh.


lalu Xavier tanpa memperdulikan Nesa langsung masuk dan meninggalkan Nesa di kolam renang sendiri, sedangkan Nesa yang melihat suaminya itu merajuk menjadi tidak enak dan bingung harus dengan apa membujuknya.


sebelum Xavier benar-benar marah kepadanya, Nesa langsung bangun dari duduknya dan menyusul Xavier masuk kedalam untuk membujuk laki-laki itu agar tidak marah kepadanya.


Nesa melihat Xavier berada di ruang televisi tengah merokok kembali, sepertinya jika sedang kesal pelarian Xavier merokok, minum alkohol atau bermain wanita sepertinya pikir Nesa.


Nesa mendekati Xavier dan memeluk Xavier dari belakang, namun tidak ada respon sama sekali dari Xavier. Xavier hanya fokus dengan televisi yang menyala sambil merokok.


"maafkan aku, ku mohon jangan marah, " ucap Nesa meminta maaf.

__ADS_1


tidak ada tanggapan sama sekali dari Xavier, membuat Nesa sedih bahkan saat Nesa mencium pipi Xavier ia tetap diam tidak bergeming membuat Nesa semakin sedih dan akhirnya ia menangis.


"hiks, maaf aku tidak bermaksud membuat mu kesal hiks, "


"hufttt, "


Xavier menghela nafas, jika sudah begini pun Xavier tidak akan tahan melihat nya, dengan sekali tarikan Nesa sudah terjatuh dalam pelukannya dan menangis tersedu-sedu karena Xavier tidak menggubris maafnya.


"sudahlah jangan menangis, jika tidak mau aku marah menurut lah, " ujar Xavier sambil mengelus pucuk kepala Nesa dengan sayang.


Nesa hanya mengangguk ia memeluk Xavier dengan erat, Xavier hanya mendiamkan Nesa di dalam pelukannya sambil menonton televisi hingga suara tangisan sudah tidak terdengar dan hanya sisa isakan kecil saja.


"menurut jika tidak mau aku marah! " tekan Xavier kepada Nesa.


"iya, tapi jangan menatap ku seperti tadi... aku takut, " cicit Nesa pelan.


Xavier hanya bisa menghela nafas, sungguh ia benar-benar tidak bisa bersikap kasar lagi kepada Nesa jika respon Nesa saja seperti ini. dengan lembut Xavier memeluk Nesa dengan erat dan memberikan pengertian kepada istri kecilnya itu.


"baiklah, asal jangan membuat ku kesal aku tidak akan menatap mu seperti tadi, menurut lah kepada ku! "


...PROMOSI KARYA...


__ADS_1


__ADS_2