
Xavier menjalankan mobil dan mencari minimarket terdekat untuk mencari ke inginan Nesa, entah mengapa Xavier merasa ada yang sedikit berbeda dari Nesa terlebih tubuh Nesa yang terlihat lebih berisi dari sebelumnya.
setelah menemukan minimarket Xavier langsung memberhentikan mobil dan memarkirkan di halaman minimarket, setelah itu mereka berdua turun dan memasuki minimarket yang cukup besar dan mencari makanan yang di inginkan Nesa di tempat makanan manis.
mereka sempat berkeliling sebentar karena belum menemukan mochi dan mereka menemukan makanan kenyal nan manis itu berada di deretan dekat jus dan minuman kotak yang tidak di masukan ke dalam kulkas. berderet cukup banyak varian rasa mochi di sana. Nesa tidak segan-segan langsung mengambil 3 varian rasa.
rasa coklat, strawberry dan matcha satu bungkus terdiri dari 9 mochi yang di tusuk dengan tusuk kayu dan berisi tiga setiap satu tusuk, Xavier menggeleng melihat napsu makan Nesa yang semakin meningkat. setelah mendapatkan mochi Nesa mengambil dua botol jus dan susu.
2 botol jus jeruk dan 2 botol susu coklat, setelah sudah ia memasukkan belanjaannya kedalam keranjang yang di bawa Xavier, Xavier hanya bisa melihat saja mungkin salah satu jus akan ia minum dan mochi akan ia makan tidak mungkin jika Nesa akan menghabiskan itu semua sendiri.
"sudah itu saja? " tanya Xavier kala Nesa tidak memilih makanan lainnya.
"emm, sepertinya cemilan ku habis boleh kah aku beli chiki? " ujar Nesa sambil mengingat-ingat.
"boleh, ambil saja, "
"baiklah terimakasih, "
__ADS_1
lalu Nesa menarik Xavier menuju rak di mana makanan ringan berada, Nesa mengambil beberapa chiki dari rasa jagung, balado bahkan sampai yang pedas pun ia ambil. setelah belanjaannya sudah masuk kedalam keranjang Nesa menyudahi belanja karena tujuan awalnya hanya ingin makan mochi.
"baiklah jika sudah kita bayar sekarang, " ucap Xavier dan membawa keranjang terlebih dahulu dan di ikuti oleh Nesa dari belakang.
Xavier dan Nesa mengantri cukup banyak yang antri untuk membayar belanjaan, dan setelah giliran mereka tidak terlalu lama karena belanjaan mereka juga tidak terlalu banyak. lalu Xavier membawa tas belanjaan menuju mobil dan di ikuti oleh Nesa yang terus merangkul lengan Xavier.
"mochi nya mau makan di apartemen atau mau makan di mobil aja? " tanya Xavier setelah mereka sudah berada di mobil.
"humm, aku mau makan satu yang rasa strawberry dan susu coklat nya, " jawab Nesa sambil mengambil makanan yang ia inginkan.
"baiklah, tapi jangan langsung di makan sekaligus di apartemen, sisakan untuk besok, " nasehat Xavier yang sedang fokus menyetir.
Xavier yang melihat pipi Nesa mengembung karena makan mochi terkekeh, ia memberhentikan mobil di pinggir jalan dan mengelap ujung bibir Nesa yang berantakan karena terkena selai strawberry, sedangkan Nesa hanya cengengesan saja.
"makannya pelan-pelan tidak ada yang minta, " unar Xavier sambil terkekeh.
"hehe, kamu mau? " tawar Nesa sambil mengulurkan tangan yang tengah memegang mochi ke arah mulut Xavier.
__ADS_1
"tentu, "
Xavier menerima suapan dari Nesa, rasa pertama yang ia rasakan adalah asam manis dari strawberry. lalu Nesa kembali memakan mochi yang masih ada setelah selesai makan mochi pun ia meminum susu coklat yang tadi ia ambil dan ia juga berbagi dengan Xavier.
Xavier menyedot susu coklat dan kembali memberikan kepada Nesa, Nesa menerima dengan baik dan kembali meminumnya hingga habis tidak tersisa, mereka masih di pinggir jalan karena tidak mungkin makan sambil berkendara.
"huh, perutku sudah terisi sekarang kita cari souvenir setelah itu aku akan masak di rumah nanti, " ujar Nesa semangat
"baiklah, kita cari dulu takutnya tokonya tutup, " jawab Xavier dan kembali menjalankan mobil.
"baiklah , "
mereka mulai berkeliling lagi mencari tokok souvenir, seingat Xavier di dekat minimarket itu ada toko souvenir namun saat mereka sampai di sana toko souvenir sudah tutup mungkin karena mereka terlalu malam sampai di sana, padahal belum terlalu malam.
lalu Xavier kembali menjalankan mobil mencari ke toko lain dan hasilnya sama, semua toko tutup dan bahkan ada yang sudah pindah, Nesa membuang napas kecewa sedangkan Xavier yang melihat itu menghela napas pelan.
"kita pulang saja, ini sudah semakin malam dan kita juga belum makan... besok kita cari lagi jika pagi atau siang mereka pasti masih buka, " ujar Xavier menenangkan Nesa yang mulai menangis.
__ADS_1
Nesa hanya mengangguk dan memeluk Xavier, entah kenapa sekarang Nesa mudah sekali terbawa perasaan hanya karena hal kecil seperti sekarang ini, begitupun dengan Xavier yang aneh dengan sikap Nesa akhir-akhir ini.
karena hari yang mulai larut, Xavier memutuskan untuk membawa Nesa pulang dan Nesa pun sudah berhenti menangis dan akan bersiap untuk memulai masak saat sampai di apartemen nanti.