Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Video Call


__ADS_3

terlihat Nesa sudah selesai mandi karena ia masih menggunakan jubah mandi saat keluar dari kamar mandi dan juga ada handuk yang bertengger manis di atas kepala Nesa membalut rambut basah Nesa.


waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebelum merebahkan diri untuk merilekskan otot-otot yang pegal Nesa mengeringkan rambutnya sambil melihat handphonenya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat panggilan dan pesan dari Xavier yang hingga ratusan.


"astaga anak ini, " ucap Nesa sambil tepok jidat karena sifat Xavier yang manja hari ini.


dengan cepat Nesa segera menelpon Xavier dengan video call sebelum Xavier ngambek dan masalah akan lebih panjang, panggilan pertama langsung di jawab oleh Xavier pertama kali yang Nesa lihat adalah wajah Xavier yang masam sambil tiduran menghadap samping.


"maaf aku tidak mengangkat telpon mu, aku baru saja selesai mandi, " ucap Nesa meminta maaf.


"ck, kenapa kamu mandi sangat lama? bahkan hingga 2 jam, apa kamu melakukan hal itu? " tanya Xavier dengan raut wajah kesal.


Nesa terkekeh melihat tingkah Xavier, entah apa yang di pikirkan Xavier tentang dirinya yang lama saat mandi, jujur Nesa memang cukup lama saat mandi terlebih ia berendam dulu belum lagi perawatannya sudah pasti akan memakan waktu yang cukup lama.


"hahah, tidak seperti itu semua wanita juga seperti itu sayang... toh aku keramas dan juga perawatan sebentar apakah tidak boleh hmm? " tanya Nesa sambil mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


Xavier yang mendengar itu semakin kesal, belum lagi tadi saat ia pulang ia langsung terkena semprot omelan oleh sang Bunda dan di tambah Nesa sangat lama mengangkat bahkan membalas pesannya.


"sudah jangan cemberut wajah mu sangat jelek jika cemberut seperti itu, " canda Nesa.


Xavier hanya diam sambil memperhatikan Nesa yang sibuk dengan rambut nya yang tidak kunjung kering karena terlalu tebal dan lebatnya rambut, Xavier diam-diam tersenyum melihat Nesa yang sesekali bernyanyi.


setelah selesai mengeringkan rambutnya, Nesa berganti pakaian santai tidak lupa ia memakai pakaian nya di dalam kamar mandi, jika ia memakai pakaian nya di kamar bisa jadi Xavier bisa melihat nya itu sungguh tidak baik.


Xavier sambil menunggu Nesa selesai memakai pakaian ia memilih untuk mengerjakan tugas kantor yang memang ia bawa pulang, setelah selesai berpakaian Nesa langsung mengambil handphone nya dan merebahkan diri sambil memperhatikan Xavier yang fokus dengan leptop di depan nya.


"gimana tadi? apa kamu kena omel oleh bunda? " tanya Nesa mencoba mencari topik.


Xavier yang fokus dengan leptop saat mendengar suara Nesa langsung mengalihkan tatapannya dan membiarkan leptop nya menyala di atas meja dan memusatkan perhatian kepada Nesa.


"iya, tadi aku kena semprot Bunda karena terlalu lama dj apartemen, " jawab Xavier dengan jujur.


"hahah, habisnya kamu tidak mau pulang dih, kena omel kan? " ucap Nesa tertawa lepas.


sedangkan Xavier yang di tertawakan semakin kesal, dengan wajah cemberut Xavier melempar asal handphone nya dan hanya memfokuskan diri dengan leptop lagi, Nesa yang sadar jika Xavier ngambek dan hanya warna hitam di layar handphone nya menghela nafas kasar.

__ADS_1


15 menit Nesa menunggu namun Xavier tetap tidak memperdulikan handphone yang menyala, bahkan handphonenya mati kehabisan baterai pun tidak di hiraukan oleh Xavier ia hanya fokus dengan leptop nya saat ini ini.


tidak kehilangan akal, sambungan telepon yang terputus dengan cepat Nesa segera menelpon Bunda untuk menanyakan ke adaan Xavier sekarang karena ia terus diam sampai sambungan telepon mati.


"halo Bunda maaf mengganggu, " ucap Nesa setelah telepon tersambung.


"Ya sayang ada apa? " tanya Bunda dari sebrang telepon.


"Bunda bisa lihat Xavier tidak? tadi telepon Nesa di matikan bahkan ia hanya mendiamkan Nesa, seperti nya ia sedang ngambek, "


"oh baiklah, aku lihat dulu nanti akan aku kirimkan pesan kepada mu, "


" baiklah maaf merepotkan mu, " ucap Nesa.


setelah itu panggilan terputus, baterai handphone Xavier cepat habis karena ia menggunakan handphone iPhone sedangkan Nesa menggunakan android, bukan karena apa Nesa masih nyaman dengan handphone lamanya.


Nesa menunggu pesan dari Bunda Xavier sambil berselancar di berbagai media sosial nya, sedangkan Bunda yang mendapatkan telepon dari Nesa langsung bergegas melihat putranya.


Bunda dengan hati-hati membuka pintu kamar Xavier dan melihat sang anak tengah fokus dengan leptop dan sedangkan handphonenya berada jauh darinya karena lemparan itu.


"kamu kenapa nak?" tanya Bunda sambil mengelus pucuk kepala Xavier.


"tidak apa-apa Bunda, " jawab Xavier seadanya.


"Nesa tadi telepon katanya dia di diemin kamu, bener? " tanya Bunda lagi.


namun Xavier tidak menjawab ia memilih untuk diam dan kembali fokus dengan leptop nya, Bunda yang tahu jika sang anak sedang merajuk hanya bisa menggeleng saja lalu ia menasehati Xavier dan keluar dari kamar.


"nanti kalau Nesa telepon angkat, jangan sampai nanti dia malah telepon sama laki-laki lain loh ya, " ucap Bunda dan pergi meninggalkan kamar Xavier.


Xavier yang mendengar itu menjadi panik, ia segera menyelesaikan tugas kantornya dan bergegas menyalakan handphonenya yang mati dalam kondisi di charger, setelah handphonenya kembali menyala ia langsung menelepon Nesa memastikan jika Nesa tidak ber telepon dengan siapa pun.


panggilan pertama langsung di jawab oleh Nesa dan terlihat Nesa tengah berkutat dengan bahan makanan di dapur karena sebentar lagi akan memasuki makan malam, Nesa tersenyum ke arah Xavier dan di balas oleh Xavier.


"jangan ngambek lagi ya? maaf aku tadi tidak bermaksud menertawakan mu, " ucap Nesa sambil memotong sayuran.

__ADS_1


"jangan gitu lagi aku tidak suka, " jawab Xavier dengan manja.


"baiklah, aku tidak akan melakukan itu lagi dan oh ya apakah pekerjaan mu sudah selesai? " tanya Nesa sambil mengalihkan pembicaraan.


"sudah semua, hanya saja pekerjaan ku akan semakin banyak karena belum mendapatkan sekertaris baru, " ujar Xavier memberi tahu.


"ah benar juga, apa Daniel tidak bisa membantu mu? " tanya Nesa lagi.


"dia mengambil cuti kemarin, " ucap Xavier dengan lesu.


"huh, nanti aku bantu mencari nya ya? " tawar Nesa.


"humm baiklah, tapi laki-laki ya oh dan ya jika sudah ketemu kamu jangan terlalu dekat dengan nya! " ucap Xavier dengan tegas.


"tenang saja aku tidak akan mendekati laki-laki manapun, " jawab Nesa sambil tersenyum.


lalu percakapan mereka terhenti karena Nesa fokus dengan masakan dan Xavier hanya memperhatikan gerak-gerik Nesa saat memasak, dan mereka melakukan panggilan video call hingga menjelang pagi mendatang.


...PROMOSI BAB...



Mala Rahma, gadis desa nelayan yang menikah dengan seorang pria amnesia. Berharap rumahtangganya bahagia, tapi harapan itu sulit terwujud.


Sang sahabat yang pernah dijodohkan dengannya, yang sangat dia percaya ternyata menjadi penyebab perceraiannya. Walaupun Mala berharap semua itu bukan ulah sahabatnya, tapi kenyataan berkata lain.


Perjuangan hidup Mala membawanya bertemu Andra. Senior yang jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Saat cinta sudah tak bisa dimatikan, Andra baru tahu jika Mala sudah menikah dan memiliki seorang anak. Dan bahkan telah menjadi janda.


Bagaimana cinta Andra yang sudah terlanjur berakar?


Apakah cinta itu akan begitu saja dipadamkan ketika tengah bersemi?


Bagaimana jika sang mantan tetap terus memperjuangkan cintanya untuk kembali bersama?


Ikuti kisah Mala selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2