Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Take Off menuju Indonesia


__ADS_3

pagi hari sudah kembali menyapa, Nesa dan Xavier sudah bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia, sebelum berangkat Nesa dan Xavier menyempatkan diri untuk sarapan. selagi Xavier menurunkan koper Nesa memasak di dapur.


"sayang, belum matang? " tanya Xavier saat sampai di dapur.


"sebentar lagi, memangnya sudah semua kopernya? " jawab Nesa dan memberikan pertanyaan kepada Xavier.


"sudah hanya tinggal menunggu supir taksi mengambil koper, " jawab Xavier dan duduk di kursi makan.


selagi menunggu Nesa selesai masak, Xavier memilih bermain handphone sambil menunggu supir taksi mengambil koper untuk di bawa ke mobil. tidak lama kemudian suara bel berbunyi Xavier bergegas untuk melihat siapa yang bertamu.


Xavier membuka pintu apartemen dan terpampang lah supir taksi yang akan mengambil koper, Xavier mempersilahkan masuk dan menyuruh supir itu untuk mengambil koper dan menunggu saja di mobil.


"kopernya di bawa saja dulu, aku akan sarapan terlebih dahulu dan kamu tunggu saja di mobil, " ujar Xavier.


"baik tuan, " jawab supir taksi tersebut sambil menggeret dua koper besar itu.


setelah supir taksi keluar dari unit apartemen mereka, Xavier kembali ke dapur dan bertepatan Nesa sudah selesai masak dan tengah menata semua masakan di atas meja makan, Xavier duduk di kepala meja makan dan menunggu Nesa mengambil kan makanan untuk nya.


setelah semuanya tertata di atas meja makan, Nesa mengambilkan makanan untuk Xavier, Nesa tidak masak banyak hanya cukup untuk mereka berdua saja. setelah mengambilkan makan untuk Xavier sekarang Nesa mengambil makan untuk dirinya sendiri.


setelah semua sudah ada di dalam piring mereka berdua makan bersama, sarapan pagi ini cukup terburu-buru karena keberangkatan mereka dari Jepang ke Indonesia pukul 9 pagi dan mereka baru sarapan pukul setengah delapan.

__ADS_1


tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka, Xavier langsung bergegas ke ruang tamu sedangkan Nesa membereskan alat makan dan mencucinya beruntung saat ia memasak tadi tidak membutuhkan peralatan banyak.


jadi saat mencuci piring Nesa tidak membutuhkan waktu yang lama. setelah selesai dengan piring Nesa langsung menyusul Xavier dan mereka keluar dari unit apartemen dan memberikan kunci apartemen kepada pemilik apartemen yang sudah menunggu di depan apartemen.


setelah semua urusan di Jepang selesai Xavier dan Nesa langsung bergegas ke lantai bawah di mana tempat parkir berada dan bergegas untuk menuju bandara yang akan memakan waktu yang cukup lama karena cukup jauh.


sesampainya di parkiran mereka berdua langsung masuk ke mobil dan sang supir langsung menjalankan mobil ke tempat tujuan, selama di perjalanan tidak ada yang berbicara karena mereka juga cukup lelah kemarin sehabis membereskan barang-barang langsung berhubungan intim siapa yang tidak lelah coba.


membutuhkan waktu hampir 30 menit mereka baru sampai di bandara, supir taksi sudah tahu jika mereka memakai jet pribadi dan langsung melajukan mobil ke landasan pribadi.


mobil berhenti tepat di depan pesawat, Xavier dan Nesa langsung turun dan supir membantu menurunkan koper mereka. setelah semuanya beres dan koper pun sudah di ambil oleh anak buah Xavier, mereka berdua langsung masuk ke dalam pesawat dan duduk anteng di dalam hingga waktunya take off.


"Xavier, akan memakan waktu berapa lama kita akan sampai di Indonesia? " tanya Nesa.


"humm, mungkin 12 jam kita sampai di Indonesia malam, " jawab Xavier dan membuka penutup jendela.


"huh lama sekali, waktu istirahat kita hanya sebentar, " ucap Nesa.


Xavier hanya mengangguk membenarkan ucapan Nesa, lalu terdengar jika pesawat mereka akan take off, Xavier dan Nesa segera memakai sabuk pengaman dan bersiap untuk take off.


tidak lupa mereka berdua mematikan daya handphone mereka agar tidak mengganggu sistem pesawat saat akan terbang. pesawat mulai terbang.

__ADS_1


pesawat sudah berada di atas dengan seimbang, Nesa tidak mensia-siakan kesempatan untuk melihat pemandangan dari jendela karena saat menuju Jepang ia hanya tertidur seharian.


Xavier yang melihat Nesa sangat senang hanya tersenyum sambil menatap wajah cantik istrinya dan bergantian menatap pemandangan kota Tokyo dari atas yang sangat indah.


"huh aku masih mengantuk, " ujar Nesa sambil mengucek matanya.


"tidurlah, kita akan sampai malam hari, " jawab Xavier.


Nesa mengangguk lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu Xavier, Xavier dengan senang menerima itu sambil mengelus terus kepala Nesa hingga wanita itu tertidur sedangkan ia kembali mengcek data yang di kirimkan Daniel tentang masalah perusahaan yang belum juga selesai.


hingga ia lelah baru mematikan laptop dan ikut tertidur dengan posisi kepala menumpang di kepala Nesa yang menyender di bahunya.


*******************


halo guyss, author bawa rekomendasi lagi nih jangan lupa mampir ya.


DIA TIDAK PERNAH MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERNIKAHANNYA KARENA SIKAP ISTRINYA. TAPI DIA MALAH BERTEMU DENGAN SOSOK WANITA LAIN YANG MAMPU MEMBAWANYA LEBIH NYAMAN, APAKAH YANG HARUS DIA LAKUKAN? MEMILIH SETIA DALAM PERNIKAHAN NERAKA ATAU MENDUA UNTUK MENGGAPAI SURGA?


Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?


__ADS_1


__ADS_2