
setelah Nesa di sekap dan di bawa ke dalam mobil, dan di sinilah Nesa berada rumah tua yang cukup berdebu dengan ke adaan ia di ikat di bagian tangan-nya ke atas dan kaki dengan posisi berdiri.
Nesa sadar dari pingsan-nya dan melihat tempat yang asing bagi-nya, ia ingin teriak dan kabur namun tidak bisa karena ikatan di tangan dan kaki-nya yang sangat kencang membuat-nya merasakan kesakitan, dan juga ia tidak bisa berteriak karena mulut-nya di sumpal oleh kain.
ruangan yang gelap itu membuat Nesa semakin ketakutan, hingga ia mendengar suara langkah kaki dan lampung menyala kalau seorang wanita duduk di hadapan Nesa dengan menyilangkan kaki.
Nesa benar-benar terkejut kala mengetahui siapa dalang di balik penculikan-nya ini. sedangkan Jessica tersenyum miring menatap Nesa yang terlihat terkejut dan ketakutan, tidak lama dari itu kedua orang tua Jessica datang yang tidak lain keluarga Nesa juga.
dan betapa terkejut-nya Nesa, ternyata mereka semua sudah merencanakan ini semua hanya karena ia akan menikah... apakah salah? tidak lagi pula Jessica lah yang meninggalkan Xavier dulu jadi apakah ia salah jika mencintai Xavier?
Ayah Nesa maju dan berhenti di hadapan Nesa, Nesa sekarang sudah benar-benar ke takutan, entah apa yang akan di lakukan ayah-nya hingga satu tamparan tepat di sebelah pipi kiri Nesa.
Nesa sudah menangis karena terkena tamparan yang sangat sakit itu, terlebih di tambah dengan kaki dan tangan-nya yang di ikat... sedangkan Jessica dan ibu-nya tersenyum kemenangan melihat Nesa di perlakuan seperti itu dengan ayah-nya sendiri.
"Anak tidak tahu di untung! seharusnya aku membunuh mu saat itu, apa kamu tidak mendengar kan ucapan ku saat itu? untuk tidak mendekati Xavier?! hah, " ujar ayah-nya dengan emosi.
Nesa tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menangis tersedu-sedu karena di maki oleh ayah-nya sendiri, entah kemana kasih sayang yang ia dapatkan dulu dari ayah-nya yang sekarang berpindah kepada Jessica.
"Jessica, kamu urus anak tidak berguna ini, " lanjut ayah Nesa dan meninggalkan ruangan itu dan di ikuti oleh sang istri.
"baiklah ayah, " jawab Jessica dengan tersenyum senang.
Jessica bangun dari duduk-nya dan menghampiri Nesa yang tengah menangis, ia melepas dengan kasar kain yang menyumpal di mulut Nesa... wanita itu lalu menampar wajah cantik Nesa sebelah kanan membuat sakit di pipi Nesa bertambah.
"ini akibatnya jika mengambil milikku! " ujar Jessica.
__ADS_1
Nesa menatap benci ke arah Jessica, ia mengambil nafas dalam-dalam dan hal itu malah membuat Jessica semakin senang karena melihat mangsa-nya sedang ketakutan dan emosi bercampur... Jessica kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padamu nanti.
"aku? merebut Xavier darimu? hah bukankah kamu yang meninggalkan-nya demi laki-laki lain hah? " tanya Nesa tidak habis pikir.
justru ucapan Nesa malah membuat emosi Jessica meningkat, ia menatap tajam dan benci ke arah Nesa lalu memanggil beberapa anak buah-nya kedalam ruangan itu.
"cambuk dia, sekarang! " perintah Jessica kepada anak buah-nya yang langsung menurut.
Nesa menggeleng tidak habis pikir dengan tindakan Jessica dan sekarang ia hanya bisa bertahan dari cambukan setiap cambukan yang di berikan kepada-nya... sedangkan Jessica tersenyum dengan puas melihat Nesa tersiksa.
"haha, jika kamu mau berlutut dan memohon kepada ku mungkin saja aku akan melepaskan mu... dengan syarat hahah, " ujar Jessica tertawa jahat.
Nesa tidak memperdulikan Jessica ia terus menahan agar tidak kembali menangis di hadapan Jessica, meski sakit di punggung-nya tidak bisa ia tahan lagi... sudah sekitar 7 cambukan di berikan oleh anak buah Jessica dan Nesa pingsan di buat-nya.
"ambilkan aku air es yang sudah di berikan perasaan lemon! " perintah Jessica kejam.
anak buah-nya berhenti sejenak dan mengambil apa yang di suruh oleh Jessica, tidak lama kemudian anak buah Jessica datang dengan 1 ember air es yang sudah di beri perasaan lemon.
Jessica mengambil ember itu dan menyiramkan-nya ke wajah serta tubuh Nesa membuat Nesa terbangun dan merasakan sangat perih di bagian luka-nya karena terkena air es yang sudah di beri perasaan lemon.
"kam-kamu gi-gila, " ucap Nesa terbata-bata sambil meringis kesakitan.
"sudah ku bilang jika kamu ingin bebas berlutut lahbdi hadapan ku dan memohon mungkin saja aku akan melepaskan mu, " ujar Jessica angkuh.
"cambuk dia sampai dia mau berlutut di depan ku! " perintah Jessica dan anak buah Jessica kembali mencambuk Nesa.
__ADS_1
Nesa hanya bisa pasrah entah apa yang akan terjadi pada-nya setelah ini, ia hanya bisa pasrah jika ia harus mati itu mungkin sudah menjadi takdir-nya dan harus kehilangan orang yang paling ia cintai.
"hahahah, kasihan sekali... lihat bahkan Xavier tidak datang, apakah dia benar-benar mencintaimu? haha, " tanya Jessica dengan tertawa jahat.
Brak
dan tetap setelah Jessica mengatakan hal itu, Xavier datang dengan beberapa anak buah-nya... anak buah Xavier langsung menghajar anak buah Jessica hingga tidak berdaya dan tak sadarkan diri.
Xavier yang melihat keadaan Nesa yang cukup mengenaskan langsung menghampiri Nesa dan membuka belitan tali di bagian kaki dan tangan dengan sigap Daniel memberikan jaket ke pada Xavier untuk di pakaikan ke Nesa.
sedangkan Jessica yang melihat raut wajah Xavier yang tengah emosi ketakutan, sebelum-nya Jessica belum pernah melihat wajah menyeramkan Xavier saat masih bersama... seperti-nya setelah ini Jessica tidak akan aman lagi.
"ka-kamu kamu ngapain melepaskan dia hah? " tanya Jessica emosi entah kemana rasa takut-nya itu yang tiba-tiba menghilang.
Xavier menggendong Nesa yang sudah tidak berdaya bahkan pingsan saat berada di gendongan Xavier ala bridal style... Xavier menatap tajam dan kebencian kebarah Jessica.
Jessica sudah bermain-main dengan-nya bahkan sampai melukai orang yang ia cintai... sungguh menyesal Xavier sudah jatuh cinta kepada Jessica yang sikap-nya sangat arogan dan juga nekat.
"dia calon istri ku, tentu saja aku tidak terima jika dia di perlakuan tidak adil! " jawab Xavier datar setelah lama diam.
sedangkan anak buah Xavier dan Daniel hanya diam sambil melihat apa rencana yang akan di lakukan oleh laki-laki itu kepada mantan kekasih-nya, orang yang pernah ia cintai.
"Daniel bawa dia, dan kurung dia di rumah kecil samping mansion ku dan juga ikat dengan ke adaan seperti wanita ku! " perintah Xavier.
Daniel langsung melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Xavier sedangkan Xavier langsung pergi di ikuti beberapa anak buah-nya dan meninggalkan tempat itu untuk segera ke rumah sakit.
__ADS_1