Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
sampai di Indonesia


__ADS_3

Nesa terbangun dari tidurnya, dan pertama yang ia lihat adalah Xavier yang tengah makan malam, sepertinya Nesa tertidur terlalu lama bahkan seharian hingga ia terbangun karena lapar dan kondisi suda malam bahkan mereka sudah hampir sampai di Indonesia.


"kamu sudah bangun sayang? mau makan? " tanya Xavier yang tengah menyantap makanannya.


"iya, aku lapar sekarang sudah jam berapa? " tanya Nesa sambil menguap.


"pukul 7 malam, mungkin 2 atau 3 jam lagi kita akan sampai, " jawab Xavier.


"huh baiklah, aku ingin makan dulu, " ucap Nesa.


lalu beberapa pramugari menghampiri mereka dengan membawa makan malam untuk Nesa, Xavier tetap fokus dengan makanannya dan Nesa pun juga begitu fokus dengan makanan yang ada di depannya.


tidak membutuhkan waktu lama untuk Nesa makan, sekarang ia sudah menghabiskan semua makanannya sedangkan Xavier masih makan, Xavier yang melihat Nesa makan cepat sekali menggeleng mungkin efek dari kelaparan jadi makan sangat kilat.


setelah selesai makan, semua sisa dan piring makan di ambil kembali oleh para pramugari sedangkan mereka berdua kembali bersantai hingga waktu nya untuk mendarat.

__ADS_1


pemberitahuan sudah terdengar mereka berdua mengencangkan sabuk pengaman sebelum benar-benar mendarat. pesawat mulai mendarat dan mereka sudah berada di bandara internasional Indonesia.


Xavier dan Nesa melepaskan sabuk pengaman dan turun bergandengan, hari yang sudah mulai malam namun tidak membuat Nesa mengantuk karena tertidur seharian begitu juga Xavier.


supir pribadi Xavier sudah menjemput jadi mereka tidak perlu berlama-lama menunggu, setelah koper masuk kedalam mobil dan mereka juga sudah masuk ke dalam mobil. pak supir mulai menjalankan mobil menuju mansion utama keluarga Miller.


dalam perjalanan tidak ada yang berbicara, Nesa yang sudah merindukan Indonesia melihat ke luar jendela yang gelap namun di terangi oleh lampu jalanan membuat jalanan sangat indah, sedangkan Xavier kembali memejamkan mata sambil terus menggenggam tangan Nesa.


Xavier besok langsung kembali bekerja agar masalah di perusahaan cepat teratasi ia tidak mungkin terus menerus mengandalkan sang ayah yang seharusnya sebentar lagi akan pensiun dan menikmati hari tuanya.


Xavier membuka mata dan melihat ke arah Nesa, ia tersenyum dan mengecup sebentar kening Nesa yang tengah memperhatikan nya.


"iya, aku harus segera menyelesaikan masalah ini jika tidak perusahaan ku akan benar-benar bangkrut, " jawab Xavier sambil memejamkan mata.


"sebesar itu ya masalahnya? ya sudah nanti saat sampai rumah langsung tidur saja, "

__ADS_1


"iya sayang, "


mereka kembali diam, dan tidak lama kemudian gerbang besar mansion milik keluarga Miller terlihat, perlahan-lahan mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman mansion dan berhenti tepat di depan pintu utama.


mereka berdua turun dan supir menurunkan koper mereka, setelah itu mereka berdua masuk kedalam rumah sambil menggeret koper mereka masing-masing, hari sudah malam dan mansion sangat sepi mungkin semua orang sudah tidur termasuk kedua orang tuanya.


mereka berdua langsung menuju kamar Xavier, sesampainya di dalam kamar Nesa langsung menyiapkan air hangat untuk Xavier mandi dan menaruh koper di samping ranjang, mungkin besok ia akan membereskan barang-barang itu.


setelah selesai menyiapkan air hangat Nesa menyuruh Xavier untuk mandi terlebih dahulu baru tidur, Xavier hanya menurut dan mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi selagi Xavier mandi Nesa menyiapkan pakaian tidur untuk Xavier.


tidak membutuhkan waktu lama untuk Xavier mandi dan sekarang Nesa yang mandi, Nesa juga mandi hanya sebentar ia tidak mau mandi terlalu lama yang nantinya malah akan membuatnya masuk angin.


setelah selesai mandi Nesa keluar dan ia melihat Xavier sudah memejamkan mata di atas ranjang setelah itu Nesa memakai pakaiannya sendiri dan ikut naik ke atas ranjang, mungkin besok ia akan jalan-jalan bersama Shafira sambil memberikan oleh-oleh kalau di bolehkan oleh Xavier.


Nesa memejamkan mata meski belum mengantuk namun lama kelamaan ia pun ikut tertidur dalam kondisi memeluk Xavier yang tidur telentang dengan sangat nyaman dan pulas.

__ADS_1


__ADS_2