Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Rujak buah


__ADS_3

"Sayang dasiku di mana? " teriak Xavier sambil membenarkan kemejanya.


"ini sebentar, "


Nesa menghampiri Xavier sambil membawa dasi yang di pinta Xavier, Nesa membantu membenarkan kemeja Xavier dan memasangkan dasi ke leher Xavier, setelah selesai dengan dasi lalu memasangkan jas dan mereka berdua turun untuk sarapan bersama.


mereka berdua menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan, sesampainya di ruang makan mereka di suguhi oleh kedua orang tua Xavier yang tengah senyum sambil menatap mereka berdua dengan kedipan mata.


"kalian kenapa? " tanya Xavier setelah duduk di samping sang ayah.


sedangkan kedua orang tuanya bukan menjawab malah tertawa dengan pertanyaan dari Xavier, entah kenapa anak tunggal mereka menjadi sangat lemot seperti ini. sedangkan Nesa hanya tersenyum terlebih saat di tatap oleh bunda Xavier.


"sudah abaikan saja, cepat sarapan dan cepat selesaikan urusan perusahaan! " ujar ayah dan memulai sarapan pagi.


Xavier yang tidak mengerti menatap Nesa yang tengah menahan tawa, sedangkan Nesa yang di tatap seperti itu hanya tersenyum dan memakan sarapan yang sudah di siapkan. akhirnya mereka semua sarapan tanpa bersuara.


tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sarapan, setelah selesai sarapan Xavier langsung berangkat dan di antar oleh Nesa sampai depan pintu utama begitu juga bunda yang mengantar ayah sampai depan pintu utama.


setelah kepergian dua laki-laki itu, mereka berdua kembali masuk dan mengobrol santai di ruang keluarga dan membahas kapan Nesa dan Xavier akan memiliki momongan.


"Nesa kapan kalian akan memiliki momongan? " tanya bunda.


"secepatnya bunda, kami juga sedang melakukan program hamil, " jawab Nesa sambil tersenyum.


"syukurlah, semoga cepat isi ya kamu, " ujar bunda senang.

__ADS_1


mereka melanjutkan obrolan bagaimana saat Nesa dan Xavier hanymoon, saat sedang Asik-asiknya mengobrol Nesa tiba-tiba menginginkan makan rujak buah. terlebih dia juga sudah lama tidak makan rujak buah.


"bunda, sepertinya kalau makan rujak buah enak deh, Nesa sudah lama tidak makan rujak buah, " ujar Nesa memberikan usulan.


"hum, benar juga bunda juga sudah lama tidak makan rujak buah! sepertinya masih ada buah mangga dan jambu deh kita buat saja yuk, " ungkap bunda.


Nesa mengangguk dengan senang, lalu mereka berdua menuju dapur dan melihat apakah masih ada bahan-bahan untuk membuat rujak, dan beruntung masih ada mangga muda, jambu air dan bengkuang. mereka berdua membagi tugas bunda yang membuat sambal rujak sedangkan Nesa memotong dan mencuci buah.


setelah selesai memnuat rujak buah, mereka berdua membawa rujak buah menuju kolam renang dan mereka berdua makan di sana terlebih di sana ada tempat untuk duduk lesehan.


mereka berdua makan rujak buah sambil duduk lesehan dan mengobrol ringan, sedangkan Xavier yang berada di ruangan rapat pusing karena masalah yang cukup besar.


orang yang sudah menggelapkan uang Hingga milyaran rupiah kabur ke negara tetangga membuat mereka sedikit sulit untuk mencari orang yang sudah menggelapkan uang itu.


"bagaimana pencarian selama 5 hari ini? " tanya Xavier kepada seluruh kepala manajer di perusahaan.


"ternyata masih belum membuahkan hasil! baiklah cari terus orang itu dan jangan sampai lepas jika tidak perusahaan terancam bangkrut! " ujar Xavier tegas dan dingin.


"baik tuan! " ucap serempak para manajer.


lalu rapat di selesaikan, semua kepala manajer kembali bekerja sedangkan Xavier masih di tempat rapat dan di temani oleh Daniel, ingin rasanya Daniel membantu untuk mencari orang itu namun jika tidak ada persetujuan dari Xavier ia tidak akan berani.


"Xavier, ini sudah terlalu lama! apakah tidak membutuhkan bantuan anggota ku? " tanya Daniel.


"ya ini memang sudah lama! baiklah aku membutuhkan anggota mu untuk mencari bajingan itu! dalam waktu 3 hari Bajingan itu harus sudah ada di hadapan ku! apa kau bisa? " uanr Xavier yang sudah kehabisan kesabaran.

__ADS_1


"tentu saja! aku akan mengirim orang terbaik untuk mencari bajingan itu! tapi ingat kamu harus memberikan bayaran setimpal pada orang ku! "


"tenang saja, jika berhasil aku akan memberikan yang setimpal! jika tidak maaf aku tidak memberikan apapun, "


"baiklah, aku setuju! "


setelah percakapan serius itu, mereka berdua kembali ke ruangan mereka masing-masing. namun saat sampai di ruangan nya sendiri tiba-tiba ia menginginkan rujak buah, lalu Xavier langsung menghubungi Daniel yang bahkan belum sempat menghubungi orang nya untuk mencari orang itu malah sudah di panggil lagi oleh Xavier.


Daniel masuk ke dalam ruangan Xavier dengan wajah kesal tanpa ekspresi, lalu menghampiri Xavier yang penampilan nya sudah acak-acakan karena kesal pencarian tidak membuahkan hasil.


"ada apa lagi? " tanya Daniel datar.


"aku menginginkan rujak buah, tolong belikan, " jawab Xavier tanpa dosa.


"kamu memanggilku hanya ingin makan rujak buah?! aihh menyebalkan sekali! " uajr Daniel kesal.


"sudah lah, cepat cari! jika tidak aku tidak akan memberikan mu bonus sama sekali tahun ini! " ancam Xavier.


"baiklah, aku pergi, " dengan perasaan dongkol Daniel pergi untuk mencari rujak buah sedangkan Xavier sudah senang bukan main.


************************


halo guyss, author bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya.


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya. Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??

__ADS_1



__ADS_2