Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Persiapan menuju Jepang


__ADS_3

Setelah melakukan servis pagi, Xavier dan Nesa bersiap untuk menuju ke bandara liburan ke Jepang di percepat karena mereka harus segera kembali ke Indonesia, karena perusahaan Xavier tengah mengalami masalah dan sedang di urus oleh ayah Xavier namun Xavier juga harus hadir di sana membuat mereka harus mempercepat keberangkatan ke Jepang.


"sebenarnya masalahnya apakah separah itu? " tanya Nesa setelah merapikan semua pakaian kedalam koper.


"ya lumayan parah, beruntung ada ayah yang menangani sementara jika tidak kita benar-benar harus kembali ke Indonesia hari ini juga, "


"jika memang separah itu, sebaiknya kita pulang saja, "


"enak saja, aku ingin ke Jepang tahu! sudah lama tidak ke sana, "


"ya aku tahu tapi kan bisa lain waktu, "


"tidak ada lain waktu aku ingin sekarang, "


"huh baiklah terserah kamu saja, "


lalu Nesa kembali membereskan pakaian Xavier yang belum masuk kedalam koper, sedangkan Xavier hanya bersantai sambil meminum kopi tanpa ada niatan ingin membantu istrinya itu yang membuat Nesa jengkel dan menendang kaki Xavier hingga ia tidak jadi minum.


"apa? kenapa kamu melihat ku seperti itu? "


"ck, "


Nesa tidak memperdulikan Xavier ia lebih memilih untuk terus menata barang-barang yang akan mereka bawa, sedangkan Xavier yang memang tidak mengerti maksud dari tatapan Nesa hanya diam dan masih terus meminum kopi tanpa niatan untuk membantu Nesa.


"bisakah kamu membantu ku? jangan hanya duduk saja! "

__ADS_1


"jika ingin di bantu bilang, jangan menatap ku seperti itu aku tidak mengerti! "


"ck, laki-laki memang tidak peka, " gumam Nesa yang masih dapat di dengar oleh Xavier.


belum juga Xavier membantu, Nesa sudah menyelesaikan membereskan barang lalu tanpa memperdulikan Xavier yang tengah kebingungan Nesa memilih untuk sarapan sebelum pesawat mereka take off ke Jepang.


selama sarapan pun Nesa tidak bersuara membuat Xavier semakin bingung, sebenarnya apa salah dirinya hingga Nesa mendiamkan dirinya seperti ini? perasaan tidak ada yang ia lakukan sama sekali.


"sayang, kenapa kamu mendiamkan ku? " tanya Xavier menahan lengan Nesa yang hendak menaruh piring kotor ke dapur.


"tidak apa-apa, aku hanya sedang kesal sedikit, "


"maafkan aku,"


"untuk? "


"sudahlah lupakan, sekarang kamu ganti pakaian mu aku mau menaruh piring dulu ke dapur, "


"ya baiklah, "


seperti yang di perintahkan Nesa, Xavier langsung berganti pakaian yang sudah di siapkan dan membawa dua koper itu keluar dari kamar untuk di bawa ke mobil dan hanya tinggal menunggu Nesa keluar dari dalam resort.


tidak lama kemudian, Nesa keluar dengan membawa tas kecil lalu menghampiri Xavier yang sudah menunggu dan duduk di atas kap mobil sambil memainkan handphonenya, setelah kedatangan Nesa baru mereka masuk kedalam mobil dan bergegas menuju bandara.


saat di dalam mobil yang sudah berjalan, Nesa baru ingat jika mereka belum membeli tiket pesawat, Nesa bertanya kepada Xavier namun jawaban Xavier membuat Nesa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Xavier, kita belum beli tiket pesawat! bagaimana ini? "


"tidak perlu khawatir, kita akan pergi dengan pesawat pribadi ku, "


"hah? "


Nesa benar-benar terkejut, ia kira Xavier tidak memiliki pesawat pribadi terlebih harga pesawat pribadi bisa mencapai milyaran rupiah, sungguh tidak menyangka jika suaminya sangat kaya.


mobil kembali hening, Xavier yang fokus dengan handphone menerima file yang di kirimkan oleh Daniel sedangkan Nesa yang asik melihat pemandangan jalanan luar, sebenarnya Nesa masih ingin di sini lebih lama namun masalah di perusahaan Xavier membuat mereka tidak bisa terlalu lama berlibur.


15 menit kemudian mereka sampai di bandara dan langsung menuju ke lokasi landasan pribadi, tidak berlama-lama Xavier dan Nesa langsung masuk kedalam pesawat, kesan pertama saat memasuki pesawat pribadi milik Xavier adalah mewah.


entah seberapa mewahnya pesawat pribadi Xavier, yang pasti harganya tidak lah murah, Xavier yang masih menggenggam tangan Nesa membawa Nesa duduk di dekat jendela pesawat.


konsep yang di ambil Xavier dalam pesawat ini cukup simpel namun tetap terlihat mewah, kursi duduk penumpang hanya ada 18, 10 untuk penumpang dan sisanya untuk pramugari dan pilot. setiap kursi terdapat dua kursi dan saling berhadapan tidak lupa di tengah ada meja untuk makan.


Xavier dan Nesa duduk berhadapan, waktu untuk take off 5 menit lagi dan para pramugari/pramugara mulai mempraktikkan cara menggunakan sabuk pengaman. Xavier dan Nesa hanya melihat sekilas saja, lalu terdengar informasi dari ko pailot jika mereka akan lepas landas.


"mungkin kita akan sampai tengah malam di Jepang, jadi setelah take off kamu istirahat lah, "


"baiklah, tapi kamu juga harus istirahat pekerjaan mu bisa di cek lagi setelah sampai di Jepang, "


"iya kamu tenang saja, "


pesawat mulai bergerak 5 menit kemudian mereka benar-benar sudah berada di atas awan, Nesa memperhatikan kota Cappadocia dari atas dengan perasaan sedih dan juga senang namun berbeda dengan Xavier yang sudah kembali dengan handphonenya.

__ADS_1


"selamat tinggal Cappadocia dan welcome to Jepang, " batin Nesa.


__ADS_2