Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Kemarahan Xavier


__ADS_3

Nesa sudah siap pagi ini, ia meminjam pakaian Shafira untuk berangkat ke kantor sambil menunggu Xavier datang Nesa merapihkan kembali diri-nya. ia menunggu di depan kostan Shafira agar saat Xavier datang langsung berangkat sedang kan Shafira sudah berangkat lebih dulu.


tidak lama kemudian datang sebuah mobil sport warna putih dan berhenti tepat di hadapan Nesa. Nesa bingung mobil siapa yang berada di depan-nya, karena jika mobil Xavier warna-nya hitam.


kebingungan Nesa serasa menghilang kalau melihat Xavier turun dari mobil itu dengan pakaian casual-nya yang membuat kadar ketampanan Xavier meningkat. Nesa yang melihat itu tidak berkedip sama sekali terlebih saat Xavier tersenyum... duh meleleh dedek mas😍


"lama nunggu? " tanya Xavier ketika sudah berada di hadapan Nesa.


"e-enggak kok, " jawab Nesa gugup.


"ya udah ayok, " ajak Xavier lembut.


Nesa mengangguk dan mengikuti langkah Xavier, sungguh Xavier sangat harum ketika Nesa sudah mensejajarkan jalan-nya di samping Xavier yang lebih tampan dari biasanya itu. Xavier seperti biasa membukakan pintu untuk Nesa tidak lupa telapak tangan-nya di taruh di atas kepala Nesa agar tidak terbentur dengan atap mobil.


setelah Nesa masuk Xavier melangkah kan kaki-nya memutari setengah mobil-nya dan masuk di bagian kemudian, setelah memasang sabuk pengaman Xavier menyalakan mobil-nya dan menjalankan-nya meninggalkan kawasan kostan Shafira yang mulai sepi.


selama perjalanan Xavier tidak melunturkan senyum-nya, Nesa yang melihat itu menjadi bingung namun ia juga senang karena Xavier bisa lembut seperti tadi dan ia berharap itu akan berlangsung lama dan tidak sebentar atau hanya hari ini saja.


"ada apa dengan mu? " tanya Nesa yang sudah kepo.


"aku? tidak ada apa-apa, " jawab Xavier sambil menatap Nesa lembut.


"kamu sangat berbeda mas, " ucap Nesa jujur.


Xavier yang mendengar itu tersenyum senang, berarti Nesa memperhatikan-nya. mungkin ini kesempatan untuk-nya lebih mendekati Nesa pacar pura-pura nya, entah sejak kapan perasaan ini singgah di hati-nya... tapi apakah Nesa juga merasakan apa yang ia rasakan?


"apa yang berbeda? " tanya Xavier menggoda Nesa.


Nesa yang di goda seperti itu menjadi salah tingkah, pipi-nya yang cukup bulan itu berubah memerah dan hal itu semakin membuat Xavier gencar menggoda-nya, mungkin membuat Nesa salah tingkah akan menjadi hobi barunya.


"kamu... " ucap Nesa gantung.

__ADS_1


"aku kenapa? " tanya Xavier yang pura-pura tidak mengerti.


Nesa yang mendengar itu menggigit bibir bawah-nya ia sedikit ragu untuk mengatakan itu namun bagaimana pun Xavier tetap tampan bukan? meski Nesa tidak mengatakan-nya.


"kamu jauh lebih... tampan dari yang kemarin, " ucap Nesa dan langsung membuang muka ke arah luar jendela.


"ah terimakasih, tapi bukankah aku memang tampan sejak dulu? " tanya Xavier yang kembali menggoda Nesa.


"kamu mulai kepedean mas, " ucap mesa datar.


Xavier terkekeh mendengar penuturan datar dari Nesa. tidak lama kemudian mobil Xavier sampai di perusahaan kali ini Xavier langsung membawa mobil-nya ke parkiran khusus atasan dan tidak berhenti di depan pintu perusahaan karena ia tahu jika Nesa tidak nyaman ketika para karyawan melihat mereka sering datang bersama.


Xavier turun dariobil setelah memarkirkan mobil-nya dan memutari setengah mobil dan membukakan pintu untuk mesa seperti biasa ia menaruh telapak tangan-nya di atas kepala Nesa. setelah Nesa turun tidak lupa mesa mengucapkan terimakasih pintu mobil kembali di tutup oleh Xavier.


mereka berdua berjalan menuju lift dengan posisi Nesa mengikuti Xavier dari belakang, ia tidak mau jika ada karyawan yang melihat mereka datang bersama lagi dan membicarakan mereka, sungguh tindakan seperti itu membuat Nesa risih.


tanpa mereka tahu ada seseorang wanita yang tengah menunggu di ruangan Xavier. menunggu kedatangan Xavier sejak tadi. Xavier juga Nesa keluar dari lift yang membawa mereka menuju lantai 7. saat sudah berada di depan pintu ruangan Xavier, Sinta mengucapkan jika ada Jessica yang datang untuk menemui Xavier.


"sudah 1 jam tuan, " ucap Sinta jujur.


Nesa yang mendengar itu menggeleng kan kepala, ternyata adik tiri-nya itu tidak mudah menyerah juga. Xavier menarik lengan Nesa lembut membuat Nesa tersadar dari lamunan-nya dan mengikuti langkah Xavier yang membawa-nya masuk kedalam ruangan Xavier.


"mas kenapa kamu ngajak aku? " tanya Nesa berbisik.


"sudah ikuti saja, " ucap Xavier berbisik juga.


Nesa hanya diam mengikuti permainan yang akan di mainkan oleh Xavier dan juga Jessica adik tiri Nesa. saat sudah berada di dalam ruangan Xavier Jessica yang melihat kedatangan Xavier tersenyum senang namun hanya sebentar saat tatapan-nya jatuh kepada Nesa yang tengah di genggam oleh Xavier.


"sedang apa kamu di sini? " tanya Xavier yang pura-pura tidak tahu.


"kenapa kamu bawa dia?! " ucap Jessica emosi.

__ADS_1


Xavier menatap datar kepada Jessica, lalu ia melihat ke arah Nesa dengan tatapan lembut dan juga senyum yang di balas senyum manis dari Nesa, pemandangan itu membuat Jessica semakin emosi dan melangkah kan kaki-nya menuju Nesa dan tanpa aba-aba ia menampar kuat Nesa.


plak..


"DASAR WANITA MURAHAN! " maki Jessica.


Nesa yang mendapat kan tamparan itu langsung memegang pipi-nya yang terasa panas dan ia hanya diam menerima tamparan keras itu. Xavier yang melihat Nesa di tampar tidak senang dan membalas tamparan Jessica.


plak..


"memangnya yang kamu lakukan itu benar hah?! " tanya Xavier dengan emosi.


"jangan pernah kamu sentuh wanita ku lagi!" tegas Xavier.


Jessica yang baru pertama kali melihat kemarahan Xavier terdiam kaku karena takut, sungguh Xavier jika sudah marah sangat menyeramkan. rahang Xavier mengetat kalau Jessica bukan-nya meminta maaf malah kembali menghina Nesa.


"kenapa kamu malah membela jal*ng ini? " tanya Jessica yang sudah mulai berkaca-kaca.


"keluar, " ucap Xavier datar sambil melihat ke arah Nesa yang masih memegang pipi-nya.


"ak-


" KU BILANG KELUAR! " bentak Xavier.


Jessica yang di bentak seperti itu langsung berlari keluar dari ruangan Xavier dan segera meninggalkan perusahaan Xavier dengan keadaan malu. Xavier langsung memeluk Nesa dengan erat menenangkan gadis itu yang tengah menangis.


"sudah tenanglah, " ucap Xavier lembut.


sumpah Demi apapun Xavier tidak akan melepaskan orang itu dengan mudah karena sudah membuat wanita-nya menangis, Xavier mengepalkan tangan-nya kuat-kuat dan ia berjanji akan menjauhkan Nesa dari keluarga-nya yang tidak tahu malu itu.


"maafkan aku, " ucap Nesa ketika sudah tenang.

__ADS_1


"ini bukan salah mu, " ucap Xavier sambil menggeleng dan kembali membawa tubuh mungil Nesa kedalam dekapan tangan-nya.


__ADS_2