
sesampainya di apartemen, Nesa langsung berganti pakaian begitu juga dengan Xavier lalu Nesa kembali turun untuk membuat maman malam sedangkan Xavier memilih untuk bermain game di handphone nya dan menunggu Nesa di ruang tamu.
Nesa di dapur mulai mengambil bahan-bahan untuk masak, ia tidak akan masak terlalu banyak hanya untuk sekali makan saja dan ia memilih untuk menggoreng ayam tepung dan sayur tumis biasa saja.
ketika Nesa tengah masak ia teringat tentang mochi yang mungkin sudah di masukan ke dalam kulkas oleh Xavier, tanpa menghiraukan ucapan Xavier sore tadi Nesa mengambil 2 bungkus mochi itu dan mulai memakannya satu-satu.
sambil makan mochi Nesa tetap memperhatikan masakannya, mochi tidak langsung di makan semua melainkan ia fokus dengan masakannya setelah semuanya sudah selesai dan Nesa mulai menata semua masakannya di atas meja.
bukannya memanggil Xavier Nesa justru kembali memakan mochi yang masih banyak hingga melupakan jika mereka belum makan malam. sedangkan Xavier yang menunggu Nesa memanggil kebingungan pasalnya sudah lebih dari 1 jam Nesa belum juga selesai masak.
Xavier berinisiatif untuk ke dapur, ia bangkit dari duduknya dan menyimpan handphone nya lalu melangkahkan kaki menuju dapur, sesampainya di dapur sungguh ia terkejut melihat Nesa yang belepotan karena makan mochi sedangkan masakan sudah jadi dan belum memanggilnya.
bahkan Nesa pun tidak memperdulikan ucapan nya saat sore tadi, Xavier marah karena Nesa makan mochi diam-diam terlebih itu terlalu banyak dan manis. Xavier menggebrak meja makan membuat Nesa terkejut akan kehadiran Xavier yang marah.
"apa-apaan kamu ini? hah! " tanya Xavier dengan nada membentak.
Nesa yang tidak mengerti langsung berdiri dan menatap Xavier dengan kebingungan.
__ADS_1
"maksud kamu apa? aku tidak mengerti, " tanya Nesa sambil mengelap bibirnya yang belepotan.
namun saat mengelap bibirnya ia mengingat sesuatu dan langsung melihat ke arah bungkus mochi yang sudah tidak ada isinya sama sekali dan bergantian menatap Xavier yang tengah marah.
"kamu tidak menghiraukan ucapan ku?! sudah ku bilang jangan makan mochi terlalu banyak sisakan untuk besok apa tidak bisa?! makan terlalu banyak yang manis tidak baik untuk tubuhmu! " kesal Xavier.
"aku hanya ingin makan mochi apakah tidak boleh hah? kenapa kamu tidak bisa mengerti aku? " bela Nesa yang sudah mulai berkaca-kaca.
"terserah apa katamu! aku lapar ingin makan! " bentak Xavier tidak memperdulikan Nesa yang menangis.
entah kenapa Nesa sangat mudah terbawa perasaan. Xavier duduk di kursi makan dengan keadaan kesal lalu mengambil makanannya sendiri sebelum Nesa mengambilkan nya. Nesa membereskan sampah mochi dulu setelah itu ikut duduk di samping Xavier namun tidak di hiraukan oleh laki-laki itu.
Nesa mengambil lauk dan nasi untuknya dengan keadaan menangis, sungguh ia tidak bermaksud untuk melanggar ucapan Xavier namun ia juga melupakan hal itu saat melihat mochi yang sangat menggiurkan. Nesa menangis dengan sesegukan sambil makan.
lalu Xavier yang sudah selesai makan malam pun membereskan piringnya dan bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan Nesa yang masih makan dengan kondisi menangis, bukan Xavier tidak mau mentolerir sikap Nesa hanya agar Nesa sadar jika makan makanan manis terlalu banyak juga tidak baik untuknya.
Nesa menghentikan makan nya dan menangis sesegukan, sungguh ia tidak mau Xavier memperlakukan nya seperti ia tidak ada, ia bergumam kata maaf dan setelah itu menghapus air matanya dan segera menghabiskan makan malamnya setelah itu menyusul Xavier untuk tidur mungkin besok ia akan meminta maaf kepada Xavier.
__ADS_1
*********
halo guyss, maaf ya bab nya sedikit lagi stuck ide hehe, oh ya author bawa rekomendasi loh jangan lupa mampir di karya teman author ya.
Judul : Gadis Scorpio
Author : AdindaR
"Where is, Minerva Bee?" tanya Austin menyeruak kumpulan orang yang sedang mengelilingi Minerva.
"Here is Me." ucap Minerva membuat seorang Austin Wycliff terpana.
Gadis yang tadi ditabraknya ternyata yang mengalahkannya kali ini. Tidak hanya itu, Minerva juga akan makan malam gratis di cafenya selama satu minggu. Austin berjalan ke arah Minerva dan bertanya siapa dia sebenarnya. Karena selama ini Austin memang tidak terkalahkan.
"Who are you?" tanya Austin sambil menatap kedua netra Minerva.
__ADS_1
"Bukankah kau lebih tahu siapa yang kini menjadi lawan mainmu?" tanya Minerva menantang Austin.
Austin sedikit terkejut mendengar jawaban Minerva kali ini. "Baiklah, kau berhak makan malam gratis di cafeku selama satu minggu penuh. Dengan syarat kita akan tetap bermain selama itu. Kita lihat siapa yang lebih unggul di antara kita." ucap Austin sambil meninggalkan Minerva.