Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Rencana Hanymoon


__ADS_3

sesampainya di mansion, Xavier langsung mengajak Nesa masuk dan menyuruh Nesa untuk mandi karena terkena air hujan tadi saat memasuki mansion. dengan menurut Nesa mandi dan setelah itu mereka berdua tengah berada di perpustakaan mansion yang sudah di sediakan.


"nyaman sekali, " ucap Nesa sambil merebahkan diri di sofa perpustakaan.


"hey, kita ke sini untuk membahas hanymoon, kenapa kamu malah merebahkan diri di sini, " ujar Xavier tidak habis pikir.


"ck, aku hanya rebahan sebentar apa tidak boleh? toh kita bisa bicara dengan posisi seperti ini, " jawab Nesa tidak memperdulikan Xavier.


"bangun atau tidak aku cium! " ancam Xavier.


Nesa yang mendengar ancaman itu tentu saja langsung terbangun, ia tidak mau jika Xavier kembali menyerangnya bahkan bisa melakukan lebih kepadanya saat itu juga.


"ya, akh sudah bangun, " jawab Nesa kesal.


"hummm good girl, jadi setelah menikah kamu mau Hanymoon kemana? " tanya Xavier memulai pembicaraan.


"emmm, aku ingin ke Cappadocia, sudah lama aku menginginkan ke sana, " jawab Nesa dengan menatap langit membayangkan ia bisa ke sana.


"baiklah, setelah dari Cappadocia aku ingin ke Jepang apakah ada masalah? " ujar Xavier memberi tahu niatnya.


"tentu saja, di sana juga banyak destinasi yang wajib di datangi, " jawab Nesa dengan sang senang.


"baiklah kita ke dua negara ini ya, ya sudah sekarang kita makan... tapi di sini saja ya? ' ujar Xavier.


"memangnya boleh makan di sini? " tanya Nesa polos.


"tentu saja, sudah biar aku menyuruh pelayan dulu mengantarkan makanan, " jawab Xavier sambil terkekeh.

__ADS_1


Nesa hanya mengangguk, lalu Xavier segera pergi untuk memerintahkan pelayan membawa makanan. selama Xavier tidak ada Nesa melihat ke sekeliling perpustakaan.


dan ia menemukan beberapa novel yang cukup jarang di jual sekarang, karena penasaran dengan isinya Nesa membawa buku itu ke sofa dan mulai membacanya. Xavier kembali dari dapur dan melihat Nesa sedang membaca ia lebih memilih untuk mengambil buku tentang sastra.


entah sudah sejak kapan Xavier menyukai sastra, dulu cita-citanya ingin menjadi sastrawan namun karena ia anak tunggal ia harus mengubur cita-citanya dan melanjutkan perusahaan keluarga.


mereka asik dengan buku mereka masing-masing, hingga makanan sampai mereka baru menyelesaikan bacaan mereka. Nesa berniat ingin meminjam novel yang ia baca kepada Xavier.


"makan dulu baru di lanjut bacanya, " perintah Xavier sambil menarik buku yang masih di hadapan Nesa.


"iya, oh ya aku ingin pinjam ini tidak apa-apa kan? " jawab Nesa dan bertanya.


"ya tidak apa-apa, ya sudah makan dulu, " jawab Xavier.


mereka mulai makan siang, di antara mereka terjadi keheningan selama makan, mereka sama-sama fokus dengan makanan yang ada di hadapan mereka. Nesa yang memang sangat lapar sampai tidak sadar jika makanan nya belepotan.


"pelan-pelan makannya tidak akan ada yang minta, " ucap Xavier.


"hehe iya, habisnya aku lapar, " ujar Nesa jujur sambil cengengesan.


Xavier hanya menggeleng dan kembali melanjutkan makan sama halnya dengan Nesa yang kembali melanjutkan makan. setelah selesai makan mereka berdua keluar dari perpustakaan dan memilih untuk kembali ke kamar masing-masing.


Nesa yang kembali ke kamar untuk tidur siang atau berselancar di media sosial sambil rebahan, sedangkan Xavier harus mengerjakan pekerjaan nya sebelum mereka menikah dan ambil cuti untuk pernikahan juga Hanymoon mereka.


Nesa mengabari Shafira, sahabatnya yang sudah lama tidak terlihat. ia menelepon Shafira dan meminta maaf karena lupa mengundang Shafira saat pertunangan mereka.


"maafkan aku yah, aku kelupaan, " ucap Nesa.

__ADS_1


"ya tidak apa-apa, asal jangan mengulangi nya lagi. dan oh ya kapan kalian akan menikah? " tanya Shafira dari sebrang telepon.


"em tinggal satu hari lagi,"


"ah cepat sekali, mungkin nanti aku tidak bisa memberikan hadiah yang mewah untuk mu apakah tidak apa-apa? "


"tentu saja, kehadiran mu di pernikahan ku saja sudah membuat aku senang, "


"baiklah terimakasih, oh ya aku masih ada pekerjaan aku matikan dulu dan ya jangan lupa istirahat, "


" ya baiklah dadah, "


tut


sambungan telepon di matikan, sungguh Nesa sempat merasakan bersalah terlebih setelah kejadian penculikan ia belum meminta maaf dan baru ingat baru deh ia meminta maaf kepada Shafira. beruntung sahabatnya itu tidak marah kepadanya.


Nesa tiduran telentang sambil menatap atap langit kamar, sungguh ia tidak menyangka jika ia akan menikah muda dan juga menikah dengan CEO perusahaan besar seperti Xavier.


terlalu lama menghayal dan bersyukur, akhirnya Nesa jatuh tertidur dengan posisi telentang dan dalam mimpinya ia tersenyum dengan sangat bahagia.


...PROMOSI BAB...



Ana seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak yang tidak pernah memperhatikan penampilannya, hingga suaminya berpaling pada wanita lain. Ana berusaha menggoda lagi suaminya agar kembali ke pelukannya. Apakah godaan Ana berhasil? Akankah Prasetya, suami Ana, akan tergoda?


Let's check this out!!

__ADS_1


__ADS_2