Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
CARA XAVIER MEMBUJUK NESA 21+


__ADS_3

OKE GUYSS, MALAM INI BONUS BUAT KALIAN YA ANGET-ANGET KALAU MAU SKIP GPP SIH BUAT NEMENIN TAKBIRAN KALIAN HEHEHE SELAMAT MEMBACA.


***********


Nesa sudah di perbolehkan untuk pulang dan sekarang sudah menuju jalan pulang, Xavier sempat meninggalkan mobilnya di pantai dan menyuruh supir untuk mengambilnya dan menjemput mereka di rumah sakit.


selama perjalanan pun hanya terjadi keheningan, Nesa masih marah kepada Xavier, Xavier sudah mencoba beberapa cara namun Nesa masih tetap diam dan hanya bisa menunggu sampai di rumah sambil mencoba lagi membujuk Nesa jika masih gagal hanya dengan cara itu baru berhasil.


"Sayang, hey maafkan aku jangan mendiamkan ku seperti ini, "


diam, Nesa hanya diam tidak ada niatan untuk menjawab ucapan Xavier, Xavier menghela napas kala Nesa terus mendiamkan nya dan memilih untuk menatap jalan raya, Xavier membawa Nesa kedalam pelukannya dan tetap sama Nesa masih saja diam.


"tuan sudah sampai, " ujar supir menyadarkan mereka.


mendengar itu Nesa langsung melepaskan pelukan Xavier dan turun sebelum pintu di bukakan oleh bodyguard yang berjaga, Xavier yang melihat Nesa turun lebih dulu langsung ikut turun dan mengejar langkah Nesa sudah masuk kedalam resort.


"sayang, jangan tinggalin aku dong, "


Xavier mensejajarkan jalan dengan Nesa tapi masih terus di abaikan oleh Nesa, sebenarnya Nesa juga tidak tega terus marah kepada Xavier namun ia masih terus menggoda Xavier dengan tetap diam.


sesampainya di dalam kamar, Xavier langsung menutup pintu dan mengunci pintu tanpa Nesa sadari, sebelum Nesa benar-benar duduk di atas kasur Xavier menarik lengan Nesa hingga Nesa terjatuh di pelukan Xavier.


"aww, "


"sayang, kalau kamu tetap diam seperti ini hanya satu cara agar kamu mau memaafkan aku! "


"apasih, lepas! "

__ADS_1


"No, diam! "


"emhh, "


Xavier langsung membungkam bibir Nesa dengan bibirnya, Nesa terkejut dan sempat menolak namun Xavier terus mencoba untuk menerobos mulut Nesa hingga Nesa hanya pasrah dengan permainan lidahnya.


lama kelamaan Nesa menikmati permainan Xavier dan mengalungkan tangannya di leher Xavier, Xavier yang merasa jika Nesa sudah tidak menolak lagi melonggarkan pelukannya di pinggang Nesa dan meraba-raba bokong sintal milik Nesa.


selagi bermain dengan bibir Nesa, tangan Xavier tidak tinggal diam yang satu bermain di bokong Nesa dan yang satunya bermain di buah kembar milik Nesa. karena merasa mereka sama-sama kehabisan napas Xavier melepaskan ciuman mereka dan membiarkan Nesa menghirup udara.


lalu ia beralih ke leher jenjang nan putih milih Nesa dan meninggalkan bercak merah yang menandakan jika Nesa benar-benar miliknya. Xavier terus bermain di sana hingga membuat hasrat Nesa benar-benar bangkit.


"sayang pelan, " ungkap Nesa dengan di iringi suara desah**an.


"nikmati saja sayang, "


perlahan-lahan Xavier membuka seluruh pakaian Nesa dan pakaian nya secara bergantian, ia tahu jika kepala Nesa masih di perban makanya ia akan bermain perlahan agar jahitan tidak terbuka dan Nesa juga tidak akan merasakan sakit.


senjata milik Xavier benar-benar sudah keras sekarang, bahkan Nesa yang melihat nya ngeri entah bisa masuk atau tidak, namun Xavier meyakinkan Nesa jika miliknya nanti bisa masuk kedalam sangkar emas yang sudah ia dambakan sejak lama.


"perlahan Xavier! akhhh, "


Xavier sudah siap dengan posisi di hadapan ************ milik Nesa lalu ia memasukkan senjata nya perlahan-lahan kedalam sangkar emas milik Nesa, Nesa sempat menjerit karena kesakitan.


terlihat setetes demi setetes terlihat menetes keluar dari sela-sela senjata Xavier, Xavier yang melihat itu sangat bahagia karena Nesa bisa menjaga kesucian hingga sampai ia yang mengambilnya.


"sakit hiks, "

__ADS_1


"tahan ini hanya sebentar sayang, "


Xavier tidak langsung menggerakkan senjatanya, ia membiarkan sangkar emas milik Nesa terbiasa dengan senjatanya yang lumayan besar, sambil mengecup seluruh wajah Nesa agar berhenti menangis.


setelah di rasa sudah nyaman Xavier mulai memaju mundurkan senjatanya secara perlahan, sambil terus mengecup bibir Nesa dan tangannya pun tidak tinggal diam sambil bermain buah kembar milik Nesa.


Nesa sudah pasrah di bawah permainan Xavier, ia memilih untuk memejamkan mata sambil memegang pundak Xavier dengan erat, sesekali suara nakal keluar dari bibirnya membuat hasrat Xavier semakin menggila.


"nikmati sayang, " tanya Xavier di sela-sela permainan nya.


Nesa hanya mengangguk saja, ia meremas rambut Xavier yang terus menerus menggempur nya, permainan mereka terus berlanjut hingga bagian Nesa yang di atas, dengan di bantu Xavier memegang pinggang Nesa.


Nesa menaik turunkan pinggulnya di atas Xavier, suara-suara nakal terus keluar dari bibir mereka berdua yang mendominasi malam ini di kamar yang temaram, Xavier kembali mengganti posisi ia kembali di atas karena akan menuju puncaknya.


Xavier terus memaju mundurkan miliknya hingga ia pelepasan dan menyemprotkan cairan putih, dan membiarkan miliknya berada di dalam milik Nesa lebih lama agar calon bayi mereka segera ada.


Xavier jatuh menindih tubuh Nesa yang sudah lemas, nafas mereka sama-sama tidak beraturan karena permainan dahsyat malam ini, Xavier tersenyum menatap wajah Nesa yang kelelahan, Xavier memang sedikit tidak tahu diri.


sudah tahu istri baru saja kecelakaan kecil namun malamnya malah di gempur namun itu juga membuat Nesa sangat bahagia karena sudah berhasil menjadi seorang istri sesungguhnya, mereka saling tatap-tatapan dan saling melempar senyum.


"terimakasih sudah menjaganya, "


"sama-sama, "


"I Love Youu Nesa, "


"I love you too Xavier, "

__ADS_1


dan karena kelelahan mereka berdua tertidur dengan keadaan berpelukan dan tubuh yang polos.


__ADS_2